<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Pekan Depan Diproyeksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Berikut</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diproyeksi melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut"/><item><title>IHSG Pekan Depan Diproyeksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</guid><pubDate>Sabtu 18 Februari 2023 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut-maXWrobG5v.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767302/ihsg-pekan-depan-diproyeksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut-maXWrobG5v.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diproyeksi melemah. Analis sekaligus CEO Kela Trading System Hary Suwanda mengatakan, secara teknikal IHSG nampak belum berhasil menembus Resistance 6.961.74.
BACA JUGA:IHSG Sepekan Naik 0,22% ke Level 6.895

&quot;Sehingga selama itu belum berhasil ditembus maka IHSG cenderung terkoreksi kembali, support di angka 6.803,&quot; kata Hary kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/2/2023).
BACA JUGA:290 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Finish di Level 6.895

Lebih lanjut, Hary menerangkan, sentimen angka producers price index (PPI) yang diterbitkan BLS pada 0,7% lebih tinggi dari konsensus 0,4%, mengkonfirmasi pendapat sejumlah pejabat The Fed yang melihat bahwa inflasi di Amerika masih membandel.
Kendati demikian, dia melihat memang nampak adanya menurunan bilamana dibandingkan titik tertingginya di tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sementara dari dalam negeri cukup stabil di dorong oleh keputusan BI  yang tidak menaikkan suku bunga acuan yakni tetap di 5,75%,&quot; ujar Hary.
Sementara itu, untuk Investor dengan investasi pada saham-saham yang  bisnisnya jelas dan memang bertumbuh, Hary mengimbau hindari  emiten-emiten yang secara kondisi finansial masih merugi, atau yang  bisnisnya tidak jelas.
Sedangkan, mengenai saham rekomendasi pada pekan depan, ia  rekomendasikan Indosat Tbk (ISAT) pada target 6.975 dengan stop loss di  angka 6.275. Kemudian, Merderka Copper Gold Tbk (MDKA) pada target 4.950  dengan stop loss di angka 4.630</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diproyeksi melemah. Analis sekaligus CEO Kela Trading System Hary Suwanda mengatakan, secara teknikal IHSG nampak belum berhasil menembus Resistance 6.961.74.
BACA JUGA:IHSG Sepekan Naik 0,22% ke Level 6.895

&quot;Sehingga selama itu belum berhasil ditembus maka IHSG cenderung terkoreksi kembali, support di angka 6.803,&quot; kata Hary kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/2/2023).
BACA JUGA:290 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Finish di Level 6.895

Lebih lanjut, Hary menerangkan, sentimen angka producers price index (PPI) yang diterbitkan BLS pada 0,7% lebih tinggi dari konsensus 0,4%, mengkonfirmasi pendapat sejumlah pejabat The Fed yang melihat bahwa inflasi di Amerika masih membandel.
Kendati demikian, dia melihat memang nampak adanya menurunan bilamana dibandingkan titik tertingginya di tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sementara dari dalam negeri cukup stabil di dorong oleh keputusan BI  yang tidak menaikkan suku bunga acuan yakni tetap di 5,75%,&quot; ujar Hary.
Sementara itu, untuk Investor dengan investasi pada saham-saham yang  bisnisnya jelas dan memang bertumbuh, Hary mengimbau hindari  emiten-emiten yang secara kondisi finansial masih merugi, atau yang  bisnisnya tidak jelas.
Sedangkan, mengenai saham rekomendasi pada pekan depan, ia  rekomendasikan Indosat Tbk (ISAT) pada target 6.975 dengan stop loss di  angka 6.275. Kemudian, Merderka Copper Gold Tbk (MDKA) pada target 4.950  dengan stop loss di angka 4.630</content:encoded></item></channel></rss>
