<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat Pasar Modal Sebut Harga IPO PGE Terlalu Murah</title><description>Pengamat pasar modal menilai harga IPO yang dipasang PT Pertamina Geothermal Energy terlalu murah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah"/><item><title>Pengamat Pasar Modal Sebut Harga IPO PGE Terlalu Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah</guid><pubDate>Sabtu 18 Februari 2023 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah-42IKGvnlzH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PGE lakukan IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767333/pengamat-pasar-modal-sebut-harga-ipo-pge-terlalu-murah-42IKGvnlzH.jpg</image><title>PGE lakukan IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat pasar modal menilai harga IPO yang dipasang PT Pertamina Geothermal Energy terlalu murah.
Rencana penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus bergulir. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menetapkan harga IPO di harga Rp875 per saham.
BACA JUGA:PGE Jadi Perusahaan di Pertamina Grup yang Pertama IPO

Harga itu berada di antara kisaran harga pada masa penawaran awal pada rentang Rp820-945 per lembar.
Pengamat pasar modal Adler Haymans Manurung menilai sejatinya yang diributkan bukan soal IPO-nya namun terkait harga yang dipasarkan terbilang murah.
BACA JUGA:Belajar dari Kasus Garuda Indonesia, DPR Pantau Ketat IPO PGE

&quot;Kalau sekarang kita bukan ribut-ribut soal IPO nya tapi yang benar kenapa kau jual murah. Itu yang diributkan, bukan soal kenapa IPO,&quot; tegasnya, Sabtu (18/2/2023).
Adler kemudian membandingkan dengan saham Krakatau Steel yang semula dijual murah namun mengalami kenaikan setelah beberapa hari.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan kenyataannya semua yang IPO pasti harga murah karena injak kaki  sekuritasnya. Kalau dia tidak injak kaki tidak dapat untung investornya  maka dibuatlah harganya 10% dari harga wajar. Sehingga ketika hari  petama naik jadi 10% jadi investor untung, nah, kalau jumlah saham kecil  ini naik lagi tajam ke atas,&quot; terangnya.
Oleh sebab itu, Alder memberikan solusi bahwa untuk mencari pendanaan  lebih baik pemerintah mengeluarkan bond untuk kemudian dipinjamkan ke  PGE tentunya dengan bunga yang sama.
&quot;Oleh karena itu saya katakan pemecahannya adalah jangan IPO, tapi  diubah carany. Sri Mulyani itu Menteri Keuangan, keluarin bond  pemerintah uangnya dipinjamkan ke PGE dengan bunga yang sama, akibatnya  PGE masih tetap punya pemerintah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat pasar modal menilai harga IPO yang dipasang PT Pertamina Geothermal Energy terlalu murah.
Rencana penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus bergulir. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menetapkan harga IPO di harga Rp875 per saham.
BACA JUGA:PGE Jadi Perusahaan di Pertamina Grup yang Pertama IPO

Harga itu berada di antara kisaran harga pada masa penawaran awal pada rentang Rp820-945 per lembar.
Pengamat pasar modal Adler Haymans Manurung menilai sejatinya yang diributkan bukan soal IPO-nya namun terkait harga yang dipasarkan terbilang murah.
BACA JUGA:Belajar dari Kasus Garuda Indonesia, DPR Pantau Ketat IPO PGE

&quot;Kalau sekarang kita bukan ribut-ribut soal IPO nya tapi yang benar kenapa kau jual murah. Itu yang diributkan, bukan soal kenapa IPO,&quot; tegasnya, Sabtu (18/2/2023).
Adler kemudian membandingkan dengan saham Krakatau Steel yang semula dijual murah namun mengalami kenaikan setelah beberapa hari.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan kenyataannya semua yang IPO pasti harga murah karena injak kaki  sekuritasnya. Kalau dia tidak injak kaki tidak dapat untung investornya  maka dibuatlah harganya 10% dari harga wajar. Sehingga ketika hari  petama naik jadi 10% jadi investor untung, nah, kalau jumlah saham kecil  ini naik lagi tajam ke atas,&quot; terangnya.
Oleh sebab itu, Alder memberikan solusi bahwa untuk mencari pendanaan  lebih baik pemerintah mengeluarkan bond untuk kemudian dipinjamkan ke  PGE tentunya dengan bunga yang sama.
&quot;Oleh karena itu saya katakan pemecahannya adalah jangan IPO, tapi  diubah carany. Sri Mulyani itu Menteri Keuangan, keluarin bond  pemerintah uangnya dipinjamkan ke PGE dengan bunga yang sama, akibatnya  PGE masih tetap punya pemerintah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
