<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik Kereta Cepat di Jerman, Sri Mulyani Nostalgia Zaman Kuliah</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membagikan momennya saat menaiki kereta cepat dari Fankurt menuju Munich, Jerman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah"/><item><title>Naik Kereta Cepat di Jerman, Sri Mulyani Nostalgia Zaman Kuliah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah</guid><pubDate>Minggu 19 Februari 2023 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah-0UH5GEMWzs.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani naik Kereta Cepat Jerman. (Foto: Instagram/smindrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/19/320/2767550/naik-kereta-cepat-di-jerman-sri-mulyani-nostalgia-zaman-kuliah-0UH5GEMWzs.JPG</image><title>Sri Mulyani naik Kereta Cepat Jerman. (Foto: Instagram/smindrawati)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membagikan momennya saat menaiki kereta cepat dari Fankurt menuju Munich, Jerman.
Kereta cepat ini berjarak 390 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.
Menariknya, selama perjalanannya tersebut, dirinya mengaku selalu senang jika menaiki kereta api.
&quot;Selalu senang naik kereta api,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tulis Sri dikutip dari video di akun Instagram pribadinya Minggu (19/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Intip Momen Sri Mulyani Kunjungi Love Bridge di Frankfurt
Sri bercerita bahwa ketika menaiki kereta api, selalu mengingatkan dirinya kepada masa-masa  kuliahnya dahulu selama di kampus tercintanya yakni Universitas Indonesia (UI).
Di mana semasa kuliahnya dulu, dia merupakan mahasiswa rantau asal Semarang yang mengenyam pendidikan di FEB UI.


&quot;Mengingatkan masa kuliah di UI dulu, masa tahun 1980-an. Setiap liburan semester, selalu pulang ke Semarang Rindu Bapak dan Ibu,&amp;rsquo;&amp;rsquo; imbuhnya.
Dia pun mengatakan bahwa sangat menikmati perjalanannya semasa itu, dilewatinya dari berangkat mulai Magrib melalui stasiun Senen-Jakarta hingga sampai Subuh dengan tujuan akhir yaitu di Stasiun Tawang-Semarang.
&quot;Naik becak di pagi yang indah, sepanjang jalan Pemuda hingga Kalisari. Menikmatipohon-pohon asem tua yang berjarak arang-arang&amp;hellip; teduh indah asri, Semarang banyak pohon asem-arang. Itu asal nama kotaku Semarang,&amp;rsquo;&amp;rsquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membagikan momennya saat menaiki kereta cepat dari Fankurt menuju Munich, Jerman.
Kereta cepat ini berjarak 390 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.
Menariknya, selama perjalanannya tersebut, dirinya mengaku selalu senang jika menaiki kereta api.
&quot;Selalu senang naik kereta api,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tulis Sri dikutip dari video di akun Instagram pribadinya Minggu (19/2/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Intip Momen Sri Mulyani Kunjungi Love Bridge di Frankfurt
Sri bercerita bahwa ketika menaiki kereta api, selalu mengingatkan dirinya kepada masa-masa  kuliahnya dahulu selama di kampus tercintanya yakni Universitas Indonesia (UI).
Di mana semasa kuliahnya dulu, dia merupakan mahasiswa rantau asal Semarang yang mengenyam pendidikan di FEB UI.


&quot;Mengingatkan masa kuliah di UI dulu, masa tahun 1980-an. Setiap liburan semester, selalu pulang ke Semarang Rindu Bapak dan Ibu,&amp;rsquo;&amp;rsquo; imbuhnya.
Dia pun mengatakan bahwa sangat menikmati perjalanannya semasa itu, dilewatinya dari berangkat mulai Magrib melalui stasiun Senen-Jakarta hingga sampai Subuh dengan tujuan akhir yaitu di Stasiun Tawang-Semarang.
&quot;Naik becak di pagi yang indah, sepanjang jalan Pemuda hingga Kalisari. Menikmatipohon-pohon asem tua yang berjarak arang-arang&amp;hellip; teduh indah asri, Semarang banyak pohon asem-arang. Itu asal nama kotaku Semarang,&amp;rsquo;&amp;rsquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
