<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPPU Laporkan Pelanggaran Minyakita ke Kemendag dan Kemenperin</title><description>KPPU telah melaporkan temuan pelanggaran minyak goreng subsidi merek minyakita ke Kemendag dan Kemenperin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin"/><item><title>KPPU Laporkan Pelanggaran Minyakita ke Kemendag dan Kemenperin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2023 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin-88jQRwx6gU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPPU bahas pelanggaran minyakita (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/20/320/2768239/kppu-laporkan-pelanggaran-minyakita-ke-kemendag-dan-kemenperin-88jQRwx6gU.jpg</image><title>KPPU bahas pelanggaran minyakita (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KPPU telah melaporkan temuan pelanggaran minyak goreng subsidi merek minyakita ke Kemendag dan Kemenperin. Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari dan mendalami data yang diberikan oleh dua kementerian terkait untuk diproses lebih lanjut.
BACA JUGA:Pembatasan Pembelian Minyakita 2 Liter/Hari, KPPU: Masih Dikaji

&quot;Untuk diskusi dengan kementerian perdagangan dan kementerian perindustrian sudah kami laksanakan sesuai dengan undangan. Dan saat ini kami sedang melakukan pengelolaan jadi informasi-informasi yang kami peroleh itu sedang kami olah dulu,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (20/2/2023).
Namun pihaknya enggan mengungkap informasi apa saja yang didapatkan KPPU dari Kemendag maupun Kemenperin. Menurutnya, informasi tersebut harus dilaporkan dulu kepada DPR.
BACA JUGA:Tegas! Kemendag Bakal Tutup Paksa Lapak Online Penjual Minyakita

&quot;Tapi mohon maaf saya tidak bisa sharing dulu informasinya karena saya harus melaporkan dulu nanti di rapat komisi supaya nanti bisa dapat arahan baru nanti setelah itu baru bisa saya sharing,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS80LzE2Mjk1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, terkait fenomena bundling yang ditemukan oleh KPPU  kantor wilayah, Mulyawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke  Kemendag dan Kemenperin. Dia bilang, kedua kementerian tersebut akan  turun tangan menindaklanjuti tindak pelanggarannya.
Kendati demikian, sambung Mulyawan, KPPU pusat tetap mengerahkan KPPU  kantor wilayah untuk terus mengawasi tindakan-tindakan yang melanggar  persaingan usaha.
&quot;Teman teman kanwil (kantor wilayah) kita juga terus berkomunikasi  misalnya jika ada pelaku saya melakukan bundling bisa langsung ditangani  oleh KPPU,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KPPU telah melaporkan temuan pelanggaran minyak goreng subsidi merek minyakita ke Kemendag dan Kemenperin. Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari dan mendalami data yang diberikan oleh dua kementerian terkait untuk diproses lebih lanjut.
BACA JUGA:Pembatasan Pembelian Minyakita 2 Liter/Hari, KPPU: Masih Dikaji

&quot;Untuk diskusi dengan kementerian perdagangan dan kementerian perindustrian sudah kami laksanakan sesuai dengan undangan. Dan saat ini kami sedang melakukan pengelolaan jadi informasi-informasi yang kami peroleh itu sedang kami olah dulu,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (20/2/2023).
Namun pihaknya enggan mengungkap informasi apa saja yang didapatkan KPPU dari Kemendag maupun Kemenperin. Menurutnya, informasi tersebut harus dilaporkan dulu kepada DPR.
BACA JUGA:Tegas! Kemendag Bakal Tutup Paksa Lapak Online Penjual Minyakita

&quot;Tapi mohon maaf saya tidak bisa sharing dulu informasinya karena saya harus melaporkan dulu nanti di rapat komisi supaya nanti bisa dapat arahan baru nanti setelah itu baru bisa saya sharing,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS80LzE2Mjk1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, terkait fenomena bundling yang ditemukan oleh KPPU  kantor wilayah, Mulyawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke  Kemendag dan Kemenperin. Dia bilang, kedua kementerian tersebut akan  turun tangan menindaklanjuti tindak pelanggarannya.
Kendati demikian, sambung Mulyawan, KPPU pusat tetap mengerahkan KPPU  kantor wilayah untuk terus mengawasi tindakan-tindakan yang melanggar  persaingan usaha.
&quot;Teman teman kanwil (kantor wilayah) kita juga terus berkomunikasi  misalnya jika ada pelaku saya melakukan bundling bisa langsung ditangani  oleh KPPU,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
