<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Matahari Department (LPPF) Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham</title><description>PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham"/><item><title>Matahari Department (LPPF) Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham</guid><pubDate>Selasa 21 Februari 2023 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham-noYD4cWf4j.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">LPPF buyback saham (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/21/278/2768561/matahari-department-lppf-siapkan-rp1-triliun-untuk-buyback-saham-noYD4cWf4j.jpeg</image><title>LPPF buyback saham (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Jumlah saham yang dibeli kembali sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dan akan dilakukan pada saham seri C.
&amp;ldquo;Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah maksimal sebesar Rp1 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,&amp;rdquo; tulis manajemen LPPF dikutip keterbukaan informasi, Selasa (21/2/2023).
BACA JUGA:Gencar Buka Gerai Baru, Kinerja Matahari Departement Store (LPPF) Bakal Untung?

Manajemen LPPF menjelaskan bahwa, aksi korporasi ini merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.
BACA JUGA:Laba Matahari (LPPF) Melesat 140,3% Jadi Rp1,05 Triliun

Sementara itu, harga pembelian kembali saham akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian, buyback akan dilakukan baik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) atau di luar bursa, juga dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan terlebih dahulu  meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang  Saham Tahunan (RUPST), yang akan digelar pada 29 Maret 2023 mendatang.  Nantinya, buyback akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung sejak  hari diselenggarakannya RUPST.
&amp;ldquo;Perseroan berharap tidak akan terjadi penurunan pendapatan yang  signifikan akibat dari pelaksanaan buyback tersebut, dan tidak berdampak  signifikan terhadap biaya pembiayaan perseroan,&amp;rdquo; lanjut manajemen.
Selain itu, perseroan berharap pembelian kembali saham ini tidak  memengaruhi kegiatan usaha dan operasional LPPF, hal itu dikarenakan  perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan  kegiatan usahanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Jumlah saham yang dibeli kembali sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dan akan dilakukan pada saham seri C.
&amp;ldquo;Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah maksimal sebesar Rp1 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,&amp;rdquo; tulis manajemen LPPF dikutip keterbukaan informasi, Selasa (21/2/2023).
BACA JUGA:Gencar Buka Gerai Baru, Kinerja Matahari Departement Store (LPPF) Bakal Untung?

Manajemen LPPF menjelaskan bahwa, aksi korporasi ini merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.
BACA JUGA:Laba Matahari (LPPF) Melesat 140,3% Jadi Rp1,05 Triliun

Sementara itu, harga pembelian kembali saham akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian, buyback akan dilakukan baik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) atau di luar bursa, juga dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan terlebih dahulu  meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang  Saham Tahunan (RUPST), yang akan digelar pada 29 Maret 2023 mendatang.  Nantinya, buyback akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung sejak  hari diselenggarakannya RUPST.
&amp;ldquo;Perseroan berharap tidak akan terjadi penurunan pendapatan yang  signifikan akibat dari pelaksanaan buyback tersebut, dan tidak berdampak  signifikan terhadap biaya pembiayaan perseroan,&amp;rdquo; lanjut manajemen.
Selain itu, perseroan berharap pembelian kembali saham ini tidak  memengaruhi kegiatan usaha dan operasional LPPF, hal itu dikarenakan  perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan  kegiatan usahanya.</content:encoded></item></channel></rss>
