<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra Agro Lestari (AALI) Anggarkan Belanja Modal Rp1,7 Triliun</title><description>PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menganggarkan belanja modal atau capex Rp1,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun"/><item><title>Astra Agro Lestari (AALI) Anggarkan Belanja Modal Rp1,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun</guid><pubDate>Selasa 21 Februari 2023 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun-DjfwoUZiYM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">AALI anggarkan capek Rp1,7 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/21/278/2768791/astra-agro-lestari-aali-anggarkan-belanja-modal-rp1-7-triliun-DjfwoUZiYM.jpeg</image><title>AALI anggarkan capek Rp1,7 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menganggarkan belanja modal atau capex Rp1,7 triliun. Hal ini seiring dengan target pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari kebun inti bisa tumbuh 5% dari realisasi tahun lalu.
Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Selasa (21/2/2023), proyeksi emiten perkebunan ini sejalan dengan kalkulasi usia tanaman dan faktor cuaca. Hal tersebut dikarenakan emiten AALI ini terakhir melakukan ekspansi pembukaan lahan 10 tahun lalu.
BACA JUGA:Laba Astra Agro (AALI) Merosot 17,23% Jadi Rp1,21 Triliun di Kuartal III-2022

Mayoritas produksi perseroan berasal dari buah luar, baik itu perkebunan plasma maupun kebun masyarakat independen. Jumlahnya sekitar 55% dari total produksi.
Saat ini tanaman sawit milik AALI sudah matang dan siap panen. Sekadar informasi, curah hujan dan usia tanaman sangat mempengaruhi produksi perseroan.
BACA JUGA:Astra Apresiasi 6 Sosok Generasi Muda Inspiratif Lewat SATU Indonesia Awards 2022

Sementara itu, alokasi capex tersebut masih sulit dipastikan karena menimbang pergerakan harga pupuk. Kegunaan pupuk untuk biaya replanting guna menjaga keberlanjutan produksi.
Pasalnya, dikarenakan harga pupuk sempat naik tinggi di luar perkiraan pada tahun lalu. Harga pupuk naik lebih dari 90% di tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya karena ada konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia yang menghambat distribusi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital  expenditure (capex) hingga Rp1,7 triliun. Meski belum final, capex AALI  tahun 2023 kemungkinan berada di rentang Rp1,5 triliun - Rp1,7 triliun.
&quot;Kalau capex kami range-nya antara Rp1,5 sampai Rp1,7 triliun, ini saya masih belum final,&quot; kata Presiden Direktur AALI Santosa.
Capex terbesar untuk tanaman belum menghasilkan. Alokasi capex  perseroan untuk tanaman belum menghasilkan di rentang 50% hingga 70%.
AALI akan menggunakan kas perusahaan untuk mendanai belanja modal  tahun ini dan memastikan pihaknya tidak berencana untuk mencari  pendanaan dari luar untuk pembiayaan capex.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menganggarkan belanja modal atau capex Rp1,7 triliun. Hal ini seiring dengan target pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari kebun inti bisa tumbuh 5% dari realisasi tahun lalu.
Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Selasa (21/2/2023), proyeksi emiten perkebunan ini sejalan dengan kalkulasi usia tanaman dan faktor cuaca. Hal tersebut dikarenakan emiten AALI ini terakhir melakukan ekspansi pembukaan lahan 10 tahun lalu.
BACA JUGA:Laba Astra Agro (AALI) Merosot 17,23% Jadi Rp1,21 Triliun di Kuartal III-2022

Mayoritas produksi perseroan berasal dari buah luar, baik itu perkebunan plasma maupun kebun masyarakat independen. Jumlahnya sekitar 55% dari total produksi.
Saat ini tanaman sawit milik AALI sudah matang dan siap panen. Sekadar informasi, curah hujan dan usia tanaman sangat mempengaruhi produksi perseroan.
BACA JUGA:Astra Apresiasi 6 Sosok Generasi Muda Inspiratif Lewat SATU Indonesia Awards 2022

Sementara itu, alokasi capex tersebut masih sulit dipastikan karena menimbang pergerakan harga pupuk. Kegunaan pupuk untuk biaya replanting guna menjaga keberlanjutan produksi.
Pasalnya, dikarenakan harga pupuk sempat naik tinggi di luar perkiraan pada tahun lalu. Harga pupuk naik lebih dari 90% di tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya karena ada konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia yang menghambat distribusi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital  expenditure (capex) hingga Rp1,7 triliun. Meski belum final, capex AALI  tahun 2023 kemungkinan berada di rentang Rp1,5 triliun - Rp1,7 triliun.
&quot;Kalau capex kami range-nya antara Rp1,5 sampai Rp1,7 triliun, ini saya masih belum final,&quot; kata Presiden Direktur AALI Santosa.
Capex terbesar untuk tanaman belum menghasilkan. Alokasi capex  perseroan untuk tanaman belum menghasilkan di rentang 50% hingga 70%.
AALI akan menggunakan kas perusahaan untuk mendanai belanja modal  tahun ini dan memastikan pihaknya tidak berencana untuk mencari  pendanaan dari luar untuk pembiayaan capex.</content:encoded></item></channel></rss>
