<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga +62 Senang Investasi Aset Kripto, Ini Buktinya</title><description>Ternyata warga +62 alias Indonesia senang dengan investasi aset kripto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya"/><item><title>Warga +62 Senang Investasi Aset Kripto, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya</guid><pubDate>Selasa 21 Februari 2023 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya-7NosQkGMuN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi aset kripto (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/21/622/2768812/warga-62-senang-investasi-aset-kripto-ini-buktinya-7NosQkGMuN.jpg</image><title>Investasi aset kripto (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ternyata warga +62 alias Indonesia senang dengan investasi aset kripto. Buktinya, Inspektur Jendral Kementerian Perdagangan Frida Adiati mengatakan aset kripto berada pada urutan ketiga dalam instrumen investasi di Indonesia.
BACA JUGA:Ombudsman Temukan Aset Kripto Bermasalah, Ini Dugaannya
&quot;Dalam survei dari Center of Economic of Law Studies (Celios), aset kripto ini berada di urutan ketiga dari instrumen investasi yang dimiliki masyarakat Indonesia,&quot; ujar Frida dilansir dari Antara, Selasa (21/2/2023).
Hasil survei tersebut mengungkap 21% responden memiliki investasi pada aset kripto. Posisi pertama ditempati oleh reksa dana dengan 29,8% dan pada posisi kedua diduduki saham dengan persentase sebesar 21,7%.
BACA JUGA:Pengawasan dan Pengelolaan Aset Kripto Dialihkan ke OJK
Adapun jumlah rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Namun demikian, total transaksi aset kripto pada tahun 2022 mencapai Rp306,4 triliun.
Frida mengatakan perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati oleh anak muda atau generasi milenial. Meski demikian, pemahaman literasi dan edukasi terhadap aset kripto belum banyak dilakukan sehingga masih banyak masyarakat yang mengalami risiko-risiko yang tidak diinginkan.


&quot;Mitigasi risiko perdagangan aset kripto perlu dilakukan. Pemahaman  investasi ini masih rendah karena pemahaman literasi ini masih belum  banyak dilakukan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk  meningkatkan literasi kepada masyarakat supaya terhindar dari  risiko-risiko yang tidak diinginkan,&quot; kata Frida.
Lebih lanjut, Frida menyampaikan konsep kripto dan blockchain  memberikan pengaruh yang luas dan intensif dalam berbagai sektor. Selain  itu, aset ini telah mengubah pola peraturan ekonomi perdagangan dengan  menjadi otoritas pasar dan komunitas.
Oleh karena itu, aset kripto harus diatur dan dilembagakan serta  berada di bawah pengaturan negara. Hal ini bertujuan untuk memberikan  perlindungan kepada masyarakat serta memberikan kepastian usaha bagi  pelaku usahanya serta memberikan manfaat terbaik bagi perekonomian  nasional.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ternyata warga +62 alias Indonesia senang dengan investasi aset kripto. Buktinya, Inspektur Jendral Kementerian Perdagangan Frida Adiati mengatakan aset kripto berada pada urutan ketiga dalam instrumen investasi di Indonesia.
BACA JUGA:Ombudsman Temukan Aset Kripto Bermasalah, Ini Dugaannya
&quot;Dalam survei dari Center of Economic of Law Studies (Celios), aset kripto ini berada di urutan ketiga dari instrumen investasi yang dimiliki masyarakat Indonesia,&quot; ujar Frida dilansir dari Antara, Selasa (21/2/2023).
Hasil survei tersebut mengungkap 21% responden memiliki investasi pada aset kripto. Posisi pertama ditempati oleh reksa dana dengan 29,8% dan pada posisi kedua diduduki saham dengan persentase sebesar 21,7%.
BACA JUGA:Pengawasan dan Pengelolaan Aset Kripto Dialihkan ke OJK
Adapun jumlah rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Namun demikian, total transaksi aset kripto pada tahun 2022 mencapai Rp306,4 triliun.
Frida mengatakan perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati oleh anak muda atau generasi milenial. Meski demikian, pemahaman literasi dan edukasi terhadap aset kripto belum banyak dilakukan sehingga masih banyak masyarakat yang mengalami risiko-risiko yang tidak diinginkan.


&quot;Mitigasi risiko perdagangan aset kripto perlu dilakukan. Pemahaman  investasi ini masih rendah karena pemahaman literasi ini masih belum  banyak dilakukan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk  meningkatkan literasi kepada masyarakat supaya terhindar dari  risiko-risiko yang tidak diinginkan,&quot; kata Frida.
Lebih lanjut, Frida menyampaikan konsep kripto dan blockchain  memberikan pengaruh yang luas dan intensif dalam berbagai sektor. Selain  itu, aset ini telah mengubah pola peraturan ekonomi perdagangan dengan  menjadi otoritas pasar dan komunitas.
Oleh karena itu, aset kripto harus diatur dan dilembagakan serta  berada di bawah pengaturan negara. Hal ini bertujuan untuk memberikan  perlindungan kepada masyarakat serta memberikan kepastian usaha bagi  pelaku usahanya serta memberikan manfaat terbaik bagi perekonomian  nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
