<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pengangguran Terbanyak RI dari Lulusan SMK, Ini Penyebabnya</title><description>Jumlah pengangguran di Indonesia paling banyak dari tamatan SMK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya"/><item><title>Jumlah Pengangguran Terbanyak RI dari Lulusan SMK, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 07:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/21/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya-wub233HRTv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tenaga kerja. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/21/320/2768970/jumlah-pengangguran-terbanyak-ri-dari-lulusan-smk-ini-penyebabnya-wub233HRTv.jpg</image><title>Ilustrasi tenaga kerja. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Jumlah pengangguran di Indonesia paling banyak dari tamatan SMK.

Ketua Umum Kamar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid bahkan mengindikasikan bahwa lulusan SMK masih belum siap untuk masuk dalam pasar kerja di Indonesia.

Padahal SMK merupakan lembaga pendidikan vokasi yang seharusnya sudah siap dengan dunia kerja.

&quot;Kalau kita lihat data dari 3 tahun terakhir, jumlah tamatan SMK sederajat, selalu menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi, padahal SMK termasuk dalam sekolah vokasi yang seharusnya sudah siap kerja dengan keterampilannya,&quot; ujar Arsjad dalam sambutannya pada acara revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Selasa, 21 Februari 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ironi, Pengangguran Paling Banyak di Kota tapi Kemiskinan di Desa
Dia juga mengatakan pengembangan sumber daya manusia merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045 mendatang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjUxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Hal ini semakin mendesak pentingnya pengembangan kualitas SDM di Indonesia,&quot; kata Arsjad.

Melalui pemanfaatan demografi yang akan diterima oleh Indonesia, Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke- 4 di dunia asalkan punya SDM yang berkualitas.

Menurutnya,salah satu instrumen yang dapat mendorong penguatan SDM dengan menciptakan regulasi yang berpihak untuk pengembangan SDM.

Baca selengkapnya : Lulusan SMK Jadi Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi, Pengusaha Sebut Belum Siap Kerja
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Jumlah pengangguran di Indonesia paling banyak dari tamatan SMK.

Ketua Umum Kamar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid bahkan mengindikasikan bahwa lulusan SMK masih belum siap untuk masuk dalam pasar kerja di Indonesia.

Padahal SMK merupakan lembaga pendidikan vokasi yang seharusnya sudah siap dengan dunia kerja.

&quot;Kalau kita lihat data dari 3 tahun terakhir, jumlah tamatan SMK sederajat, selalu menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi, padahal SMK termasuk dalam sekolah vokasi yang seharusnya sudah siap kerja dengan keterampilannya,&quot; ujar Arsjad dalam sambutannya pada acara revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Selasa, 21 Februari 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ironi, Pengangguran Paling Banyak di Kota tapi Kemiskinan di Desa
Dia juga mengatakan pengembangan sumber daya manusia merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045 mendatang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjUxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Hal ini semakin mendesak pentingnya pengembangan kualitas SDM di Indonesia,&quot; kata Arsjad.

Melalui pemanfaatan demografi yang akan diterima oleh Indonesia, Indonesia bisa menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke- 4 di dunia asalkan punya SDM yang berkualitas.

Menurutnya,salah satu instrumen yang dapat mendorong penguatan SDM dengan menciptakan regulasi yang berpihak untuk pengembangan SDM.

Baca selengkapnya : Lulusan SMK Jadi Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi, Pengusaha Sebut Belum Siap Kerja
</content:encoded></item></channel></rss>
