<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Capai Rp232 Triliun di Awal 2023, Sri Mulyani: Cermin Ekonomi RI Paling Resilien</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat kinerja APBN positif di awal 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien"/><item><title>Pendapatan Negara Capai Rp232 Triliun di Awal 2023, Sri Mulyani: Cermin Ekonomi RI Paling Resilien</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien-AekauNwcPS.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769202/pendapatan-negara-capai-rp232-triliun-di-awal-2023-sri-mulyani-cermin-ekonomi-ri-paling-resilien-AekauNwcPS.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat kinerja APBN positif di awal 2023. Di mana pendapatan negara naik 48,1% secara year-on-year (yoy) atau mencapai Rp232,2 triliun.
&quot;Ini adalah kenaikan yang lebih tinggi lagi dibandingkan akhir tahun 2022, mencapai Rp232,2 triliun atau 9,4% dari target. Ini tentu mencerminkan kondisi perekonomian secara keseluruhan,&quot; ujar Sri Mulayni dalam Konferensi Pers: APBN KITA Februari 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fokus APBN 2024 Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting
Kemudian pada belanja negara juga mengalami pertumbuhan, mencapai Rp141,4 triliun. Angka tersebut naik 11,2% yoy atau mencapai 4,5% dari target.
&quot;Sedangkan situasi APBN pada bulan pertama mengalami surplus Rp90,8 triliun, atau 0,43% dari PDB,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Defisit APBN Ditargetkan 2,16% dari PDB di Awal 2024
Sementara itu, keseimbangan primer bahkan mencatatkan surplus sebesar Rp113,9 triliun.
&quot;Ini adalah kinerja pada bulan Januari 2023, dan kinerja ekonomi Indonesia salah satu yang paling resilien di tengah gejolak perekonomian global,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dari sisi perekonomian global, terutama negara-negara maju, masih mengalami tantangan yang sangat berat. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih lambat dari tahun 2022. Sehingga, tren melemahnya ekonomi di negara maju untuk 2023 masih berlanjut.
&quot;Prospek 2023 di negara-negara maju masih dibayangi berbagai risiko, seperti geopolitik, ruang fiskal relatif sempit, suku bunga masih tinggi, tekanan sektor properti China, dan yang lainnya,&quot; tegas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat kinerja APBN positif di awal 2023. Di mana pendapatan negara naik 48,1% secara year-on-year (yoy) atau mencapai Rp232,2 triliun.
&quot;Ini adalah kenaikan yang lebih tinggi lagi dibandingkan akhir tahun 2022, mencapai Rp232,2 triliun atau 9,4% dari target. Ini tentu mencerminkan kondisi perekonomian secara keseluruhan,&quot; ujar Sri Mulayni dalam Konferensi Pers: APBN KITA Februari 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fokus APBN 2024 Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting
Kemudian pada belanja negara juga mengalami pertumbuhan, mencapai Rp141,4 triliun. Angka tersebut naik 11,2% yoy atau mencapai 4,5% dari target.
&quot;Sedangkan situasi APBN pada bulan pertama mengalami surplus Rp90,8 triliun, atau 0,43% dari PDB,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Defisit APBN Ditargetkan 2,16% dari PDB di Awal 2024
Sementara itu, keseimbangan primer bahkan mencatatkan surplus sebesar Rp113,9 triliun.
&quot;Ini adalah kinerja pada bulan Januari 2023, dan kinerja ekonomi Indonesia salah satu yang paling resilien di tengah gejolak perekonomian global,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dari sisi perekonomian global, terutama negara-negara maju, masih mengalami tantangan yang sangat berat. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih lambat dari tahun 2022. Sehingga, tren melemahnya ekonomi di negara maju untuk 2023 masih berlanjut.
&quot;Prospek 2023 di negara-negara maju masih dibayangi berbagai risiko, seperti geopolitik, ruang fiskal relatif sempit, suku bunga masih tinggi, tekanan sektor properti China, dan yang lainnya,&quot; tegas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
