<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Pembiayaan Utang Tembus Rp95,6 Triliun di Januari 2023</title><description>Sri Mulyani menyatakan realisasi pembiayaan utang di Januari capai Rp95,6 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023"/><item><title>Realisasi Pembiayaan Utang Tembus Rp95,6 Triliun di Januari 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023-gwUUis4Log.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769539/realisasi-pembiayaan-utang-tembus-rp95-6-triliun-di-januari-2023-gwUUis4Log.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan realisasi pembiayaan utang di Januari capai Rp95,6 triliun atau 13,7% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang senilai Rp696,3 triliun.
&amp;ldquo;Pembiayaan utang pada Januari 2023 kita sudah terealisasikan senilai Rp95,6 triliun, terdiri dari SBN (Surat Berharga Negara) secara neto sudah di-issue senilai Rp99,4 triliun, sedangkan pinjaman dilakukan pembayaran sebesar Rp3,7 triliun,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA:Buntut Anak Pejabat Pajak Pamer Kemewahan, Stafsus Sri Mulyani Singgung Korupsi

Pada awal 2023, pemerintah sudah menerbitkan SBN ritel atau SBR 012 senilai Rp22,2 triliun dalam dua tenor, yakni tenor dua dan empat tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNy80LzE2Mjg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Appetite dan minat masyarakat untuk membeli SBN ritel ini sangat kuat. Ini menggambarkan masyarakat sudah mulai melakukan diversifikasi investasinya, tidak hanya sekedar tabungan,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Nasib Pejabat Ditjen Pajak Usai Anaknya Jadi Tersangka Penganiayaan, Begini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, masyarakat saat ini juga mulai melihat SBN sebagai instrumen yang bisa dipercaya dengan tingkat pengembalian yang memadai dibandingkan investasi lain yang terkadang mengalami kerugian.SBR012 juga memiliki 62.375 investor atau menjadi SBN ritel dengan investor terbesar.
&amp;ldquo;Ini bagus karena kita akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Kalau ingin berinvestasi membeli SBN adalah yang paling aman dan reliable, ini juga akan sehat bagi APBN dan masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.
Pemerintah juga sudah menerbitkan SBN valas senilai Rp46,8 triliun atau USD3 miliar di 2023.
&amp;ldquo;Ini pada saat opportunity-nya muncul kita lakukan issuance, dan ini adalah salah satu timing yang terbaik yang bisa kita gunakan atau manfaatkan,&amp;rdquo; ucapnya,</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan realisasi pembiayaan utang di Januari capai Rp95,6 triliun atau 13,7% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang senilai Rp696,3 triliun.
&amp;ldquo;Pembiayaan utang pada Januari 2023 kita sudah terealisasikan senilai Rp95,6 triliun, terdiri dari SBN (Surat Berharga Negara) secara neto sudah di-issue senilai Rp99,4 triliun, sedangkan pinjaman dilakukan pembayaran sebesar Rp3,7 triliun,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA:Buntut Anak Pejabat Pajak Pamer Kemewahan, Stafsus Sri Mulyani Singgung Korupsi

Pada awal 2023, pemerintah sudah menerbitkan SBN ritel atau SBR 012 senilai Rp22,2 triliun dalam dua tenor, yakni tenor dua dan empat tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNy80LzE2Mjg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Appetite dan minat masyarakat untuk membeli SBN ritel ini sangat kuat. Ini menggambarkan masyarakat sudah mulai melakukan diversifikasi investasinya, tidak hanya sekedar tabungan,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Nasib Pejabat Ditjen Pajak Usai Anaknya Jadi Tersangka Penganiayaan, Begini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, masyarakat saat ini juga mulai melihat SBN sebagai instrumen yang bisa dipercaya dengan tingkat pengembalian yang memadai dibandingkan investasi lain yang terkadang mengalami kerugian.SBR012 juga memiliki 62.375 investor atau menjadi SBN ritel dengan investor terbesar.
&amp;ldquo;Ini bagus karena kita akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Kalau ingin berinvestasi membeli SBN adalah yang paling aman dan reliable, ini juga akan sehat bagi APBN dan masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.
Pemerintah juga sudah menerbitkan SBN valas senilai Rp46,8 triliun atau USD3 miliar di 2023.
&amp;ldquo;Ini pada saat opportunity-nya muncul kita lakukan issuance, dan ini adalah salah satu timing yang terbaik yang bisa kita gunakan atau manfaatkan,&amp;rdquo; ucapnya,</content:encoded></item></channel></rss>
