<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 BUMN Punya Utang Jumbo, Erick Thohir: Saya Tak Salahkan Siapa-Siapa</title><description>Tiga perusahaan BUMN memiliki utang jumbo. Kementerian BUMN pun melakukan penyehatan keuangan atau restrukturisasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa"/><item><title>3 BUMN Punya Utang Jumbo, Erick Thohir: Saya Tak Salahkan Siapa-Siapa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2023 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa-Oity4Ep2pk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 BUMN punya utang jumbo (Foto: BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/22/320/2769546/3-bumn-punya-utang-jumbo-erick-thohir-saya-tak-salahkan-siapa-siapa-Oity4Ep2pk.jpg</image><title>3 BUMN punya utang jumbo (Foto: BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Tiga perusahaan BUMN memiliki utang jumbo. Kementerian BUMN pun melakukan penyehatan keuangan atau restrukturisasi sejumlah perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui 60%-70% dari total BUMN masuk dalam program perbaikan atau restrukturisasi.
BACA JUGA:Suspensi Saham Waskita Karya Dibuka jika Sudah Bayar Bunga Utang

&amp;ldquo;Memang 60-70% kerja-kerja di BUMN ini adalah perbaikan atau restrukturisasi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa,&quot; ungkap Erick beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (22/2/2023)
Meski 70% kinerja perseroan harus diperbaiki, hanya ada beberapa BUMN saja yang perlu diselamatkan lantaran membukukan utang puluhan triliun rupiah hingga mencatatkan kinerja keuangan yang buruk.
BACA JUGA:Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Punya Utang Jatuh Tempo Rp225 Miliar

Berikut daftar perusahaan pelat merah yang direstrukturisasi Kementerian BUMN
1. PT Waskita Karya Tbk
Kementerian BUMN menargetkan pemulihan Keuangan Waskita Karya rampung pada April 2023. Saat ini emiten bersandi saham WSKT itu tengah menjalani sejumlah tahapan restrukturisasi.
Perseroan mencatatkan nominal utang hingga Kuartal III/2022 mencapai Rp82,40 triliun. Kondisi itu diperparah dengan minimnya kepemilikan modal usaha untuk mendanai sejumlah proyek infrastruktur yang ditangani perusahaan saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejak kamis pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberhentikan sementara (suspensi) perdagangan saham Waskita Karya. Penghentian itu menandakan beratnya beban keuangan BUMN Karya tersebut.
Tercatat, perdagangan saham, obligasi dan sukuk di pasar modal dibekukan karena perusahaan menunda membayar bunga obligasi.2. PTPN III
Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III menjadi salah satu BUMN  yang diselamatkan pemerintah lantaran memikul beban pinjaman sebesar  RpRp41 triliun. Dari program restrukturisasi, perusahaan bisa  mencatatkan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp5,5 triliun.
Meski demikian, PTPN III masih menjalankan program penyehatan  keuanagannya. Adapun utang perusahaan berasal dari 50 kreditur baik  dalam dan luar negeri.
Pada 2021 lalu, manajemen PTPN III telah melakukan kesepakatan  restrukturisasi dengan penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA)  dengan anggota kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore selaku Agen.
Fasilitas Sindikasi USD dengan limit USD390.600.000 ini merupakan  bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Grup yang nilainya mencapai  Rp45,3 triliun dengan utang perbankan mencapai Rp41 triliun.
3. PT Rekayasa Industri
Pemegang saham terus mencari jalan keluar terkait persoalan keuangan  PT Rekayasa Industri atau Rekind. Salah satu cara yang ditempuh melalui  restrukturisasi.
Erick menyebut, Rekind memegang peran penting di bidang Engineering,  Procurement dan Construction (EPC) untuk mendukung proyek strategis  nasional (PSN). Hanya saja permasalahan keuangan Rekind dibiarkan  berlarut-larut.
Dia mengatakan keputusan terkait restrukturisasi Rekind bakal  diumumkan secepatnya. Erick memastikan akan melakukan konsultasi dengan  Komisi VI DPR mengenai langkah strategis terhadap Rekind.
Mantan bos Inter Milan menilai Rekind sudah banyak melakukan  pekerjaan yang luar biasa, namun karena miss management di masa lalu  mengakibatkan keuangan perusahaan menjadi masalah hingga saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga perusahaan BUMN memiliki utang jumbo. Kementerian BUMN pun melakukan penyehatan keuangan atau restrukturisasi sejumlah perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui 60%-70% dari total BUMN masuk dalam program perbaikan atau restrukturisasi.
BACA JUGA:Suspensi Saham Waskita Karya Dibuka jika Sudah Bayar Bunga Utang

&amp;ldquo;Memang 60-70% kerja-kerja di BUMN ini adalah perbaikan atau restrukturisasi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa,&quot; ungkap Erick beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (22/2/2023)
Meski 70% kinerja perseroan harus diperbaiki, hanya ada beberapa BUMN saja yang perlu diselamatkan lantaran membukukan utang puluhan triliun rupiah hingga mencatatkan kinerja keuangan yang buruk.
BACA JUGA:Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Punya Utang Jatuh Tempo Rp225 Miliar

Berikut daftar perusahaan pelat merah yang direstrukturisasi Kementerian BUMN
1. PT Waskita Karya Tbk
Kementerian BUMN menargetkan pemulihan Keuangan Waskita Karya rampung pada April 2023. Saat ini emiten bersandi saham WSKT itu tengah menjalani sejumlah tahapan restrukturisasi.
Perseroan mencatatkan nominal utang hingga Kuartal III/2022 mencapai Rp82,40 triliun. Kondisi itu diperparah dengan minimnya kepemilikan modal usaha untuk mendanai sejumlah proyek infrastruktur yang ditangani perusahaan saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejak kamis pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberhentikan sementara (suspensi) perdagangan saham Waskita Karya. Penghentian itu menandakan beratnya beban keuangan BUMN Karya tersebut.
Tercatat, perdagangan saham, obligasi dan sukuk di pasar modal dibekukan karena perusahaan menunda membayar bunga obligasi.2. PTPN III
Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III menjadi salah satu BUMN  yang diselamatkan pemerintah lantaran memikul beban pinjaman sebesar  RpRp41 triliun. Dari program restrukturisasi, perusahaan bisa  mencatatkan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp5,5 triliun.
Meski demikian, PTPN III masih menjalankan program penyehatan  keuanagannya. Adapun utang perusahaan berasal dari 50 kreditur baik  dalam dan luar negeri.
Pada 2021 lalu, manajemen PTPN III telah melakukan kesepakatan  restrukturisasi dengan penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA)  dengan anggota kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore selaku Agen.
Fasilitas Sindikasi USD dengan limit USD390.600.000 ini merupakan  bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Grup yang nilainya mencapai  Rp45,3 triliun dengan utang perbankan mencapai Rp41 triliun.
3. PT Rekayasa Industri
Pemegang saham terus mencari jalan keluar terkait persoalan keuangan  PT Rekayasa Industri atau Rekind. Salah satu cara yang ditempuh melalui  restrukturisasi.
Erick menyebut, Rekind memegang peran penting di bidang Engineering,  Procurement dan Construction (EPC) untuk mendukung proyek strategis  nasional (PSN). Hanya saja permasalahan keuangan Rekind dibiarkan  berlarut-larut.
Dia mengatakan keputusan terkait restrukturisasi Rekind bakal  diumumkan secepatnya. Erick memastikan akan melakukan konsultasi dengan  Komisi VI DPR mengenai langkah strategis terhadap Rekind.
Mantan bos Inter Milan menilai Rekind sudah banyak melakukan  pekerjaan yang luar biasa, namun karena miss management di masa lalu  mengakibatkan keuangan perusahaan menjadi masalah hingga saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
