<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Bansos Sembako, Lansia dan Anak Sekolah Khusus bagi Warga Jakarta</title><description>Pemerintah kembali memberikan bantuan sosial (bansos) untuk warga DKI Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta"/><item><title>Ada Bansos Sembako, Lansia dan Anak Sekolah Khusus bagi Warga Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta</guid><pubDate>Kamis 23 Februari 2023 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta-nNoZRxRBPh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos DKI Jakarta (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/23/320/2770123/ada-bansos-sembako-lansia-dan-anak-sekolah-khusus-bagi-warga-jakarta-nNoZRxRBPh.jpg</image><title>Bansos DKI Jakarta (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah kembali memberikan bantuan sosial (bansos) untuk warga DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp17,18 triliun untuk program bansos.
&amp;ldquo;Macam-macam bantuannya ada 17 jenis, totalnya Rp17,18 triliun,&amp;rdquo; kata Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono ketika membuka seminar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dilansir dari Antara, Kamis (23/2/2023).
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Bakal Cair Lagi? Ini Kata Menaker

Dia menjelaskan, 17 jenis bantuan sosial itu di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bantuan sembako untuk pangan bersubsidi, Kartu Lansia hingga bantuan untuk pengangguran menjadi wirausaha.
Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per Maret 2022, Jakarta masih memiliki warga dengan kemiskinan ekstrem mencapai 95.668 jiwa.
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Tidak Diperpanjang, Ini Alasan Menaker

Data itu mencapai 0,89% dari total jumlah warga DKI Jakarta sekitar 10,7 juta jiwa. Terjadi kenaikan 0,29% dibandingkan data Maret 2021 mencapai 0,6%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDExNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun kategori kemiskinan ekstrem berdasarkan revisi pada September  2022 oleh Bank Dunia di antaranya pengeluaran per hari per orang  mencapai USD2,15 dari sebelumnya USD1,90 pada awal 2022.
Selain miskin ekstrem, Jakarta yang masih menjadi Ibu Kota Negara (IKN) juga masih memiliki kasus tengkes.
Berdasarkan informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), angka prevalensi tengkes di Jakarta diperkirakan  mencapai sekitar 14% dari total 790 ribu balita atau sekitar 110 ribu  balita.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang melakukan sejumlah  upaya menurunkan dua kasus itu termasuk melakukan sinkronisasi dan  validasi data terkait kesejahteraan sosial untuk menemukan data lebih  akurat sehingga distribusi bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Mencermati realita itu, Heru mengajak para pengusaha mal di Jakarta  untuk berkontribusi membantu pemerintah menurunkan jumlah penduduk  miskin ekstrem dan kasus tengkes (stunting).
&amp;ldquo;Kalau bertemu pengusaha, harus ada pesan sosialnya,&amp;rdquo; kata Heru.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah kembali memberikan bantuan sosial (bansos) untuk warga DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp17,18 triliun untuk program bansos.
&amp;ldquo;Macam-macam bantuannya ada 17 jenis, totalnya Rp17,18 triliun,&amp;rdquo; kata Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono ketika membuka seminar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dilansir dari Antara, Kamis (23/2/2023).
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Bakal Cair Lagi? Ini Kata Menaker

Dia menjelaskan, 17 jenis bantuan sosial itu di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bantuan sembako untuk pangan bersubsidi, Kartu Lansia hingga bantuan untuk pengangguran menjadi wirausaha.
Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per Maret 2022, Jakarta masih memiliki warga dengan kemiskinan ekstrem mencapai 95.668 jiwa.
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Tidak Diperpanjang, Ini Alasan Menaker

Data itu mencapai 0,89% dari total jumlah warga DKI Jakarta sekitar 10,7 juta jiwa. Terjadi kenaikan 0,29% dibandingkan data Maret 2021 mencapai 0,6%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDExNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun kategori kemiskinan ekstrem berdasarkan revisi pada September  2022 oleh Bank Dunia di antaranya pengeluaran per hari per orang  mencapai USD2,15 dari sebelumnya USD1,90 pada awal 2022.
Selain miskin ekstrem, Jakarta yang masih menjadi Ibu Kota Negara (IKN) juga masih memiliki kasus tengkes.
Berdasarkan informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN), angka prevalensi tengkes di Jakarta diperkirakan  mencapai sekitar 14% dari total 790 ribu balita atau sekitar 110 ribu  balita.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang melakukan sejumlah  upaya menurunkan dua kasus itu termasuk melakukan sinkronisasi dan  validasi data terkait kesejahteraan sosial untuk menemukan data lebih  akurat sehingga distribusi bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Mencermati realita itu, Heru mengajak para pengusaha mal di Jakarta  untuk berkontribusi membantu pemerintah menurunkan jumlah penduduk  miskin ekstrem dan kasus tengkes (stunting).
&amp;ldquo;Kalau bertemu pengusaha, harus ada pesan sosialnya,&amp;rdquo; kata Heru.</content:encoded></item></channel></rss>
