<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Akui Masih Banyak PR di Sektor Jasa Keuangan RI</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih ada PR di sektor keuangan RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri"/><item><title>OJK Akui Masih Banyak PR di Sektor Jasa Keuangan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri</guid><pubDate>Kamis 23 Februari 2023 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri-h2VlbzZWKk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masih banyak PR di sektor jasa keuangan RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/23/320/2770127/ojk-akui-masih-banyak-pr-di-sektor-jasa-keuangan-ri-h2VlbzZWKk.jpg</image><title>Masih banyak PR di sektor jasa keuangan RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih ada PR di sektor jasa keuangan RI. Pasalnya, kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian masih rendah dibandingkan negara Asia lain.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar pun mengungkap bahwa ruang pertumbuhan lembaga sektor jasa keuangan Indonesia masih besar.
BACA JUGA:Perketat Pengawasan Industri Jasa Keuangan, Begini Strategi OJK

&amp;ldquo;Kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian nasional, jika dibandingkan negara lain, apalagi negara Asia utama, masih menunjukkan banyak yang harus dikejar,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Indonesia Finansial System Stability Summit 2023 dilansir dari Antara, Kamis (23/2/2023).
Kontribusi sektor keuangan seperti kredit dalam negeri, kapitalisasi pasar saham, outstanding obligasi, sukuk korporasi, penetrasi asuransi, dan aset dana pensiun masih rendah terhadap produk domestik bruto (PDB).
BACA JUGA:Daftar 102 Pinjol Legal Berizin OJK 2023 Terbaru, Awas Jangan Sampai Tertipu!

OJK pun menyusun sejumlah kebijakan untuk mengoptimalisasi potensi sektor jasa keuangan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi.
&amp;ldquo;OJK memperkuat daya tahan lembaga sektor jasa keuangan, menciptakan peluang pertumbuhan bagi sektor keuangan maupun bagi perekonomian nasional, serta memperkuat layanan dan memperkuat kapasitas OJK sendiri,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;OJK, pemerintah, dan masyarakat juga akan terus mencermati transmisi  kebijakan moneter, terutama terkait penyesuaian tingkat suku bunga baik  di Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun pinjaman.
&amp;ldquo;Dengan harapan lembaga jasa keuangan akan dapat berperan lebih  optimal dalam mendukung pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan  masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebelumnya OJK menargetkan industri jasa keuangan akan bertumbuh  dengan kredit perbankan tumbuh hingga 12% di 2023, emisi pasar modal  mencapai Rp200 triliun, dan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan  tumbuh hingga 15%.
Di samping itu, aset asuransi jiwa dan asuransi umum diharapkan dapat tumbuh hingga 5 sampai 7% di 2023.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih ada PR di sektor jasa keuangan RI. Pasalnya, kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian masih rendah dibandingkan negara Asia lain.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar pun mengungkap bahwa ruang pertumbuhan lembaga sektor jasa keuangan Indonesia masih besar.
BACA JUGA:Perketat Pengawasan Industri Jasa Keuangan, Begini Strategi OJK

&amp;ldquo;Kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian nasional, jika dibandingkan negara lain, apalagi negara Asia utama, masih menunjukkan banyak yang harus dikejar,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Indonesia Finansial System Stability Summit 2023 dilansir dari Antara, Kamis (23/2/2023).
Kontribusi sektor keuangan seperti kredit dalam negeri, kapitalisasi pasar saham, outstanding obligasi, sukuk korporasi, penetrasi asuransi, dan aset dana pensiun masih rendah terhadap produk domestik bruto (PDB).
BACA JUGA:Daftar 102 Pinjol Legal Berizin OJK 2023 Terbaru, Awas Jangan Sampai Tertipu!

OJK pun menyusun sejumlah kebijakan untuk mengoptimalisasi potensi sektor jasa keuangan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi.
&amp;ldquo;OJK memperkuat daya tahan lembaga sektor jasa keuangan, menciptakan peluang pertumbuhan bagi sektor keuangan maupun bagi perekonomian nasional, serta memperkuat layanan dan memperkuat kapasitas OJK sendiri,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;OJK, pemerintah, dan masyarakat juga akan terus mencermati transmisi  kebijakan moneter, terutama terkait penyesuaian tingkat suku bunga baik  di Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun pinjaman.
&amp;ldquo;Dengan harapan lembaga jasa keuangan akan dapat berperan lebih  optimal dalam mendukung pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan  masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebelumnya OJK menargetkan industri jasa keuangan akan bertumbuh  dengan kredit perbankan tumbuh hingga 12% di 2023, emisi pasar modal  mencapai Rp200 triliun, dan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan  tumbuh hingga 15%.
Di samping itu, aset asuransi jiwa dan asuransi umum diharapkan dapat tumbuh hingga 5 sampai 7% di 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
