<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Dow Jones Naik 108 Poin</title><description>Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin"/><item><title>Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Dow Jones Naik 108 Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin-q88Kk1a1qk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/278/2770420/wall-street-ditutup-menguat-indeks-dow-jones-naik-108-poin-q88Kk1a1qk.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Bursa saham AS menguat karena investor bergulat dengan bagaimana kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dapat mempengaruhi ekonomi AS.
Dilansir dari Antara, Jumat (24/2/2023), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 108,82 poin atau 0,33%, menjadi menetap di 33.153,91 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 21,27 poin atau 0,53%, menjadi berakhir di 4.012,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 83,33 poin atau 0,72%, menjadi ditutup di 11.590,40 poin.
BACA JUGA:Wall Street Bervariasi Usai Risalah The Fed Bikin Kejutan 

Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau. Harga minyak mentah yang lebih tinggi mendorong sektor energi menguat 1,3% memimpin kenaikan.
Pasar saham bergejolak tahun ini, mundur pada Februari setelah Januari yang kuat, karena investor mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan Federal Reserve dengan suku bunga. Komentar hawkish dari pembuat kebijakan telah diselingi dengan data yang menunjukkan ekonomi Amerika yang kuat.
BACA JUGA:Wall Street Sentuh Level Terendah di Tahun Ini

Pada Kamis (23/2/2023), Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.
Sebuah laporan terpisah menegaskan ekonomi tumbuh dengan kokoh pada kuartal keempat, meskipun tingkat persediaan yang meningkat bertanggung jawab atas sebagian besar kenaikan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Produk domestik bruto AS meningkat 2,7% pada kuartal keempat, menurut  estimasi kedua pemerintah. Para ekonom memperkirakan kenaikan 2,9%.
&quot;Jika Anda adalah bullish, Anda dapat menarik banyak hal yang  mendukung, dan jika Anda bearish, ada banyak hal untuk ditunjukkan yang  mendukung,&quot; kata Jack Janasiewicz, kepala strategi portofolio di Natixis  Investment Managers Solutions.
&quot;Ada begitu banyak arus lintas yang bergerak ke arah yang sangat  berbeda, saya pikir sangat sulit untuk kembali pada satu atau dua hal.  Itu menciptakan banyak ketidakpastian yang mencemaskan, dan kami  melakukan perdagangan di kisaran ketat sebagai akibatnya,&quot; tambah Jack.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Bursa saham AS menguat karena investor bergulat dengan bagaimana kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dapat mempengaruhi ekonomi AS.
Dilansir dari Antara, Jumat (24/2/2023), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 108,82 poin atau 0,33%, menjadi menetap di 33.153,91 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 21,27 poin atau 0,53%, menjadi berakhir di 4.012,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 83,33 poin atau 0,72%, menjadi ditutup di 11.590,40 poin.
BACA JUGA:Wall Street Bervariasi Usai Risalah The Fed Bikin Kejutan 

Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau. Harga minyak mentah yang lebih tinggi mendorong sektor energi menguat 1,3% memimpin kenaikan.
Pasar saham bergejolak tahun ini, mundur pada Februari setelah Januari yang kuat, karena investor mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan Federal Reserve dengan suku bunga. Komentar hawkish dari pembuat kebijakan telah diselingi dengan data yang menunjukkan ekonomi Amerika yang kuat.
BACA JUGA:Wall Street Sentuh Level Terendah di Tahun Ini

Pada Kamis (23/2/2023), Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.
Sebuah laporan terpisah menegaskan ekonomi tumbuh dengan kokoh pada kuartal keempat, meskipun tingkat persediaan yang meningkat bertanggung jawab atas sebagian besar kenaikan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Produk domestik bruto AS meningkat 2,7% pada kuartal keempat, menurut  estimasi kedua pemerintah. Para ekonom memperkirakan kenaikan 2,9%.
&quot;Jika Anda adalah bullish, Anda dapat menarik banyak hal yang  mendukung, dan jika Anda bearish, ada banyak hal untuk ditunjukkan yang  mendukung,&quot; kata Jack Janasiewicz, kepala strategi portofolio di Natixis  Investment Managers Solutions.
&quot;Ada begitu banyak arus lintas yang bergerak ke arah yang sangat  berbeda, saya pikir sangat sulit untuk kembali pada satu atau dua hal.  Itu menciptakan banyak ketidakpastian yang mencemaskan, dan kami  melakukan perdagangan di kisaran ketat sebagai akibatnya,&quot; tambah Jack.</content:encoded></item></channel></rss>
