<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Naik 5,71% di Perdagangan Perdana</title><description>PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (24/2/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana"/><item><title>Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Naik 5,71% di Perdagangan Perdana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana-t5dhYdywwx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham PGEO listing hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/278/2770509/saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-naik-5-71-di-perdagangan-perdana-t5dhYdywwx.jpg</image><title>Saham PGEO listing hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (24/2/2023). Harga saham PGEO dibuka naik 5,71% ke level Rp925 pada perdagangan perdananya.
BACA JUGA:Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Resmi Melantai di Bursa Hari Ini

Hingga pukul 09.05 WIB, harga saham anak usaha PT Pertamina (Persero) ini bergerak turun 1,14% atau 10 poin ke level Rp865. Adapun, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 90,01 juta, dan nilai transaksi mencapai Rp76,60 miliar. Sedangkan frekuensinya sebanyak 5.678 kali.
&quot;Sebagai perusahaan terbuka, kami akan terus menjalankan tata kelola yang baik, sesuai regulasi yang berlaku untuk terus meningkatkan kinerja dan peluang dalam mendukung sektor energi baru terbarukan, utamanya yang berbasis panas bumi,&quot; kata Direktur Utama PGEO, dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham PGEO di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/2/2023).
BACA JUGA:IPO, Pertamina Geothermal Energy Tetapkan Harga Rp875 per Saham

Dalam gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ini, PGEO melepas sebanyak 10,35 miliar saham atau 25% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan harga penawaran yang ditetapkan, PGEO berpotensi mengantongi dana IPO Rp9,05 triliun.
Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 85% dana hasil IPO untuk pengembangan usaha hingga 2025 mendatang. Secara rinci, sebesar 55% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional perseroan saat ini, yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan eksisting perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, sebesar 33% akan digunakan untuk capex atau investasi  pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional perseroan saat ini,  yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi  co-generation technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.
Kemudian, sekitar 12% akan digunakan oleh perseroan untuk capex atau  investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen  reservoir untuk mendukung production, operation and maintenance  excellence.
Sementara itu, sebesar 15% atau sebanyak-banyaknya USD100 juta dari  dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian facilities  agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan Mandated Lead  Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  sebagai facility agent.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (24/2/2023). Harga saham PGEO dibuka naik 5,71% ke level Rp925 pada perdagangan perdananya.
BACA JUGA:Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Resmi Melantai di Bursa Hari Ini

Hingga pukul 09.05 WIB, harga saham anak usaha PT Pertamina (Persero) ini bergerak turun 1,14% atau 10 poin ke level Rp865. Adapun, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 90,01 juta, dan nilai transaksi mencapai Rp76,60 miliar. Sedangkan frekuensinya sebanyak 5.678 kali.
&quot;Sebagai perusahaan terbuka, kami akan terus menjalankan tata kelola yang baik, sesuai regulasi yang berlaku untuk terus meningkatkan kinerja dan peluang dalam mendukung sektor energi baru terbarukan, utamanya yang berbasis panas bumi,&quot; kata Direktur Utama PGEO, dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham PGEO di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/2/2023).
BACA JUGA:IPO, Pertamina Geothermal Energy Tetapkan Harga Rp875 per Saham

Dalam gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ini, PGEO melepas sebanyak 10,35 miliar saham atau 25% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan harga penawaran yang ditetapkan, PGEO berpotensi mengantongi dana IPO Rp9,05 triliun.
Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 85% dana hasil IPO untuk pengembangan usaha hingga 2025 mendatang. Secara rinci, sebesar 55% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional perseroan saat ini, yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan eksisting perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, sebesar 33% akan digunakan untuk capex atau investasi  pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional perseroan saat ini,  yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi  co-generation technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.
Kemudian, sekitar 12% akan digunakan oleh perseroan untuk capex atau  investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen  reservoir untuk mendukung production, operation and maintenance  excellence.
Sementara itu, sebesar 15% atau sebanyak-banyaknya USD100 juta dari  dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian facilities  agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan Mandated Lead  Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  sebagai facility agent.</content:encoded></item></channel></rss>
