<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja AS</title><description>Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as-P6ivYtJ6oX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/320/2770440/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-tenaga-kerja-as-P6ivYtJ6oX.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat ditopang data terbaru pasar tenaga kerja AS yang masih ketat.
Melansir Antara, Jumat (24/2/2023), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,01% menjadi 104,58, tergelincir di bawah tertinggi 104,68 yang terlihat pada perdagangan pagi di Eropa.
BACA JUGA:Dolar AS Mengamuk, Rupiah Tersungkur ke Rp15.202/USD

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0596 dolar AS dari 1,0601 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2017 dolar AS dari 1,2037 dolar pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 134,64 yen Jepang, lebih rendah dari 134,95 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9335 franc Swiss dari 0,9315 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3547 dolar Kanada dari 1,3565 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,4303 krona Swedia dari 10,4327 krona Swedia.
BACA JUGA:Rupiah Sore Ini Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.190/USD

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (23/2/203) bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 3.000 menjadi 192.000 dalam pekan yang berakhir 18 Februari. Angka tersebut menandai level terendah dalam tiga minggu, menandakan pasar tenaga kerja yang masih sangat ketat.
Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru akan naik menjadi 197.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Risalah dari rapat Fed terakhir pada 31 Januari- 1 Februari  menunjukkan hampir semua pembuat kebijakan menyukai perlambatan laju  kenaikan suku bunga, tetapi juga menunjukkan bahwa membatasi inflasi  yang terlalu tinggi akan menjadi &quot;faktor kunci&quot; dalam seberapa jauh suku  bunga acuan bank sentral AS perlu dinaikkan.
Suku bunga acuan saat ini berada di kisaran 4,50% - 4,75%, telah meningkat pesat dari level mendekati nol pada Maret 2022.
&quot;Akhirnya kita mulai melihat kesepakatan di mana pasar mengantisipasi  di mana Fed akan menaikkan suku bunga. Ini akan menjadi dua atau tiga  kenaikan suku bunga. Tidak ada yang benar-benar mengatakan mereka akan  bertahan sekarang,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di  New York.
&quot;Pasar tenaga kerja tetap ketat. Setiap orang hanya menunggu beberapa  tanda bahwa itu (kebijakan Fed) akan melonggar, dan saat ini tampaknya  ekonomi sangat tangguh.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat ditopang data terbaru pasar tenaga kerja AS yang masih ketat.
Melansir Antara, Jumat (24/2/2023), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,01% menjadi 104,58, tergelincir di bawah tertinggi 104,68 yang terlihat pada perdagangan pagi di Eropa.
BACA JUGA:Dolar AS Mengamuk, Rupiah Tersungkur ke Rp15.202/USD

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0596 dolar AS dari 1,0601 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2017 dolar AS dari 1,2037 dolar pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 134,64 yen Jepang, lebih rendah dari 134,95 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9335 franc Swiss dari 0,9315 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3547 dolar Kanada dari 1,3565 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,4303 krona Swedia dari 10,4327 krona Swedia.
BACA JUGA:Rupiah Sore Ini Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.190/USD

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (23/2/203) bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 3.000 menjadi 192.000 dalam pekan yang berakhir 18 Februari. Angka tersebut menandai level terendah dalam tiga minggu, menandakan pasar tenaga kerja yang masih sangat ketat.
Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru akan naik menjadi 197.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Risalah dari rapat Fed terakhir pada 31 Januari- 1 Februari  menunjukkan hampir semua pembuat kebijakan menyukai perlambatan laju  kenaikan suku bunga, tetapi juga menunjukkan bahwa membatasi inflasi  yang terlalu tinggi akan menjadi &quot;faktor kunci&quot; dalam seberapa jauh suku  bunga acuan bank sentral AS perlu dinaikkan.
Suku bunga acuan saat ini berada di kisaran 4,50% - 4,75%, telah meningkat pesat dari level mendekati nol pada Maret 2022.
&quot;Akhirnya kita mulai melihat kesepakatan di mana pasar mengantisipasi  di mana Fed akan menaikkan suku bunga. Ini akan menjadi dua atau tiga  kenaikan suku bunga. Tidak ada yang benar-benar mengatakan mereka akan  bertahan sekarang,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di  New York.
&quot;Pasar tenaga kerja tetap ketat. Setiap orang hanya menunggu beberapa  tanda bahwa itu (kebijakan Fed) akan melonggar, dan saat ini tampaknya  ekonomi sangat tangguh.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
