<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Masih Mahal meski Sudah Panen Raya, Kok Bisa?</title><description>Zulkifli Rasyid menyatakan bahwa beras hasil panen petani mempunyai kualitas kurang bagus karena pengaruh dari cuaca buruk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa"/><item><title>Harga Beras Masih Mahal meski Sudah Panen Raya, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2023 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa-yFtEC93Utz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/24/320/2770923/harga-beras-masih-mahal-meski-sudah-panen-raya-kok-bisa-yFtEC93Utz.jpg</image><title>Harga Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Koperasi Pasar Beras Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid menyatakan bahwa beras hasil panen petani mempunyai kualitas kurang bagus karena pengaruh dari cuaca buruk.
Menurutnya kualitas cuaca yang buruk mengakibatkan kadar air  beras mencapai 17%. Padahal normalnya maksimal 14%.
BACA JUGA:Jokowi Minta Beras hingga Telur Tersedia Jelang Bulan Puasa dan Lebaran

&amp;ldquo;Beras panen sudah mulai masuk (minggu ini), jadi panen itu sudah mulai masuk, tapi dengan catatan yang pertama kualitasnya kurang bagus karena kadar airnya tinggi, sampai 17%, dan harga pun juga masih tinggi,&amp;rdquo; kata dia saat ditemui MNC Portal Indonesia pada Jumat (24/2/2023).
Dia menerangkan beras hasil panen yang dapat petani juga tidak banyak. Hal itu karena para petani kesulitan mengeringkan gabah yang basah karena terkena hujan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tambahnya, walaupun beberapa petani besar memiliki pabrik penggilingan yang mengandalkan oven untuk mengeringkan gabah, namun karena jumlah banyak, petani kewalahan sehingga masuk ke pasar menjadi terhambat.
BACA JUGA:3 Ton Beras Bulog Siap Banjiri Pasar

Meski begitu, kuantitas beras hasil panen petani akan meningkat signifikan pada akhir bulan Maret mendatang.&amp;ldquo;Cuaca yang tidak menentu sekarang ini sangat menghalangi masa panen. Karena apa? Kalau cuacanya hujan terus kita tidak bisa jemur. Walaupun beberapa pabrik besar mempunyai oven untuk mengeringkan padi, tapi itu tidak sebagus hasil padi yang dikeringkan dengan terik matahari. Jadi hal itu mendorong panen jadi terhambat,&amp;rdquo; tuturnya.
Kemudian, karena kuantitas beras yang terbatas serta distribusi yang terhambat itu berdampak pada mahalnya beras panen di pasaran. Dia menyebut harga beras panen rata-rata dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.
&amp;ldquo;Jadi belum bisa kembali harga seperti semula seperti di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk kuantitas juga belum banyak,&amp;rdquo; jelasnya.
Adapun, untuk harga beras saat ini, papar Zul, masih melonjak bahkan harga beras medium I tembus Rp 15.000 per kilogram di sejumlah provinsi.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Koperasi Pasar Beras Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid menyatakan bahwa beras hasil panen petani mempunyai kualitas kurang bagus karena pengaruh dari cuaca buruk.
Menurutnya kualitas cuaca yang buruk mengakibatkan kadar air  beras mencapai 17%. Padahal normalnya maksimal 14%.
BACA JUGA:Jokowi Minta Beras hingga Telur Tersedia Jelang Bulan Puasa dan Lebaran

&amp;ldquo;Beras panen sudah mulai masuk (minggu ini), jadi panen itu sudah mulai masuk, tapi dengan catatan yang pertama kualitasnya kurang bagus karena kadar airnya tinggi, sampai 17%, dan harga pun juga masih tinggi,&amp;rdquo; kata dia saat ditemui MNC Portal Indonesia pada Jumat (24/2/2023).
Dia menerangkan beras hasil panen yang dapat petani juga tidak banyak. Hal itu karena para petani kesulitan mengeringkan gabah yang basah karena terkena hujan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tambahnya, walaupun beberapa petani besar memiliki pabrik penggilingan yang mengandalkan oven untuk mengeringkan gabah, namun karena jumlah banyak, petani kewalahan sehingga masuk ke pasar menjadi terhambat.
BACA JUGA:3 Ton Beras Bulog Siap Banjiri Pasar

Meski begitu, kuantitas beras hasil panen petani akan meningkat signifikan pada akhir bulan Maret mendatang.&amp;ldquo;Cuaca yang tidak menentu sekarang ini sangat menghalangi masa panen. Karena apa? Kalau cuacanya hujan terus kita tidak bisa jemur. Walaupun beberapa pabrik besar mempunyai oven untuk mengeringkan padi, tapi itu tidak sebagus hasil padi yang dikeringkan dengan terik matahari. Jadi hal itu mendorong panen jadi terhambat,&amp;rdquo; tuturnya.
Kemudian, karena kuantitas beras yang terbatas serta distribusi yang terhambat itu berdampak pada mahalnya beras panen di pasaran. Dia menyebut harga beras panen rata-rata dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.
&amp;ldquo;Jadi belum bisa kembali harga seperti semula seperti di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk kuantitas juga belum banyak,&amp;rdquo; jelasnya.
Adapun, untuk harga beras saat ini, papar Zul, masih melonjak bahkan harga beras medium I tembus Rp 15.000 per kilogram di sejumlah provinsi.</content:encoded></item></channel></rss>
