<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Uni-Charm (UCID) Capai Rp313 Miliar, Anjlok 34%   </title><description>PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) membukukan laba Rp313,45 miliar sepanjang 2022 lalu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34"/><item><title>Laba Uni-Charm (UCID) Capai Rp313 Miliar, Anjlok 34%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34</guid><pubDate>Sabtu 25 Februari 2023 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34-yPRTyrYa6s.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Laba Uni-Charm Menurun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/25/278/2771104/laba-uni-charm-ucid-capai-rp313-miliar-anjlok-34-yPRTyrYa6s.jfif</image><title>Laba Uni-Charm Menurun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) membukukan laba Rp313,45 miliar sepanjang 2022 lalu. Angka itu turun 34,65% dari capaian tahun 2021 lalu yang sebesar Rp479,73 miliar.
Adapun pendapatan perseroan naik 13,16% menjadi Rp10,31 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp9,11 triliun di 2022.  Berdasarkan produknya, pendapatan produk diapers tercatat sebesar Rp6,06 triliun, dan produk non diapers sebesar Rp1,52 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni-Charm Indonesia (UCID) Cetak Laba Rp253,73 Miliar, Turun 33% di Kuartal III-2022
Sejumlah beban perseroan juga tercatat naik yakni, beban pokok pendapatan yang naik menjadi Rp8,42 triliun dari sebelumnya Rp7,25 triliun. Beban penjualan perseroan pun naik menjadi Rp1,17 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp237,78 miliar.
Hingga akhir 2022, total nilai aset UCID naik 7,77% menjadi Rp8,38 triliun, dari akhir Desember 2021 yang sebesar Rp7,77 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp3,21 triliun dan ekuitas sebesar Rp5,16 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadwal Pembagian Dividen Uni Charm (UCID) Rp95,01 Miliar
Tahun lalu, perseroan meluncurkan produk terbarunya di lini bisnis baby care yakni MamyPoko. Perseroan meluncurkan terobosan baru popok bayi sekali pakai berbahan organic cotton dari MamyPoko Royal Soft. Produk tersebut  menggunakan topsheet yang sebagian terbuat dari bahan alam yaitu 100% organic cotton.Melalui peluncuran produk baru tersebut, perseroan juga menegaskan komitmennya berkontribusi pada Sustainable Development Goals, yaitu target nomor 12, &amp;lsquo;Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab&amp;rsquo;.
Melalui salah satu elemen slogan perseroan Ethical Living for SDGs, UCID juga berkomitmen pada konservasi lingkungan, sumber daya laut dan pemeliharaan keanekaragaman hayati. Ke depannya, perseroan akan terus memberikan sumbangsihnya pada usaha-usaha untuk memecahkan masalah konservasi lingkungan dan sosial, serta berkontribusi pada perwujudan SDGs.
Sementara itu, di awal tahun 2023, perseroan juga meluncurkan produk terbarunya yakni, snack kucing Deli-Joy. Produk ini telah lebih dulu dijual di negara-negara lain seperti Cina, Malaysia serta Singapura, dan tersedia di Indonesia dalam dua jenis yaitu Jelly dengan rasa tuna dan ayam, serta Creamy dengan rasa tuna, katsuo, salmon dan ayam.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) membukukan laba Rp313,45 miliar sepanjang 2022 lalu. Angka itu turun 34,65% dari capaian tahun 2021 lalu yang sebesar Rp479,73 miliar.
Adapun pendapatan perseroan naik 13,16% menjadi Rp10,31 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp9,11 triliun di 2022.  Berdasarkan produknya, pendapatan produk diapers tercatat sebesar Rp6,06 triliun, dan produk non diapers sebesar Rp1,52 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uni-Charm Indonesia (UCID) Cetak Laba Rp253,73 Miliar, Turun 33% di Kuartal III-2022
Sejumlah beban perseroan juga tercatat naik yakni, beban pokok pendapatan yang naik menjadi Rp8,42 triliun dari sebelumnya Rp7,25 triliun. Beban penjualan perseroan pun naik menjadi Rp1,17 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp237,78 miliar.
Hingga akhir 2022, total nilai aset UCID naik 7,77% menjadi Rp8,38 triliun, dari akhir Desember 2021 yang sebesar Rp7,77 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp3,21 triliun dan ekuitas sebesar Rp5,16 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadwal Pembagian Dividen Uni Charm (UCID) Rp95,01 Miliar
Tahun lalu, perseroan meluncurkan produk terbarunya di lini bisnis baby care yakni MamyPoko. Perseroan meluncurkan terobosan baru popok bayi sekali pakai berbahan organic cotton dari MamyPoko Royal Soft. Produk tersebut  menggunakan topsheet yang sebagian terbuat dari bahan alam yaitu 100% organic cotton.Melalui peluncuran produk baru tersebut, perseroan juga menegaskan komitmennya berkontribusi pada Sustainable Development Goals, yaitu target nomor 12, &amp;lsquo;Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab&amp;rsquo;.
Melalui salah satu elemen slogan perseroan Ethical Living for SDGs, UCID juga berkomitmen pada konservasi lingkungan, sumber daya laut dan pemeliharaan keanekaragaman hayati. Ke depannya, perseroan akan terus memberikan sumbangsihnya pada usaha-usaha untuk memecahkan masalah konservasi lingkungan dan sosial, serta berkontribusi pada perwujudan SDGs.
Sementara itu, di awal tahun 2023, perseroan juga meluncurkan produk terbarunya yakni, snack kucing Deli-Joy. Produk ini telah lebih dulu dijual di negara-negara lain seperti Cina, Malaysia serta Singapura, dan tersedia di Indonesia dalam dua jenis yaitu Jelly dengan rasa tuna dan ayam, serta Creamy dengan rasa tuna, katsuo, salmon dan ayam.</content:encoded></item></channel></rss>
