<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Kesejahteraan Petani, RI Masuk Negara Penghasil Kopi Terbesar Dunia</title><description>BUMN terus meningkatkan kapasitas petani kopi di Indonesia untuk mendorong kualitas hasil produksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia"/><item><title>Tingkatkan Kesejahteraan Petani, RI Masuk Negara Penghasil Kopi Terbesar Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2023 08:56 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia-h312InPpGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kopi Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771429/tingkatkan-kesejahteraan-petani-ri-masuk-negara-penghasil-kopi-terbesar-dunia-h312InPpGq.jpg</image><title>Kopi Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus meningkatkan kapasitas petani kopi di Indonesia untuk mendorong kualitas hasil produksi. Hal ini dilakukan dengan replikasi model bisnis kopi dengan skema program Makmur di beberapa wilayah di Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan produksi kopi di Indonesia, sinergi BUMN melalui inisiatif PMO Kopi Nusantara akan meningkatkan jumlah luas lahan kebun kopi yang menjadi area implementasi program Makmur Kopi di lima wilayah.
BACA JUGA:Intip Serunya Momen Erick Thohir hingga Pak Bas Sarapan di IKN

Lima wilayah tersebut mencakup Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera bagian Selatan, dan Sumatera bagian Utara.
Dengan meningkatkan luas lahan, diharapkan replikasi model bisnis yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan produktivitas lahan dapat dilakukan secara masif di lokasi lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Peningkatan produktivitas akan dilakukan dari tiga sisi, yaitu kenaikan kuantitas, penguatan kualitas, dan pengembangan adaptasi petani terhadap iklim.
BACA JUGA:Erick Thohir Angkat Anak Buah Luhut Jadi Komisaris Pelindo

Diharapkan dengan perluasan akses terhadap agro-input, pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran, target peningkatan produktivitas ini dapat dicapai.&quot;Kalau kita melihat produktivitas kopi rakyat di Indonesia yang belum bisa bersaing dengan negara tetangga, bisa jadi adalah dampak dari budidaya kopi yang belum menjadi komoditas utama bagi petani,&quot; ujar Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Dwi Sutoro, Minggu (26/2/2023).
&amp;ldquo;Inisiatif yang kami lakukan saat ini salah satunya untuk mendorong agar petani bisa fokus membudidayakan kopi sebagai mata pencaharian yang bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun, permintaan kopi di seluruh dunia tercatat terus meningkat setiap tahunnya, namun Indonesia terus tersalip oleh Vietnam dan Kolombia dalam hal produksi dan ekspor kopi.
&amp;ldquo;Peran Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia cukup signifikan di pasar global. Selain meningkatkan produktivitas, inisiatif program Makmur Kopi ini juga perlu memberikan nilai tambah dalam rantai nilai kopi agar kita bisa mengejar ketertinggalan Indonesia di bursa komoditas dunia,&amp;rdquo; kata Reynaldi Istanto, Tenaga.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus meningkatkan kapasitas petani kopi di Indonesia untuk mendorong kualitas hasil produksi. Hal ini dilakukan dengan replikasi model bisnis kopi dengan skema program Makmur di beberapa wilayah di Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan produksi kopi di Indonesia, sinergi BUMN melalui inisiatif PMO Kopi Nusantara akan meningkatkan jumlah luas lahan kebun kopi yang menjadi area implementasi program Makmur Kopi di lima wilayah.
BACA JUGA:Intip Serunya Momen Erick Thohir hingga Pak Bas Sarapan di IKN

Lima wilayah tersebut mencakup Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera bagian Selatan, dan Sumatera bagian Utara.
Dengan meningkatkan luas lahan, diharapkan replikasi model bisnis yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan produktivitas lahan dapat dilakukan secara masif di lokasi lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Peningkatan produktivitas akan dilakukan dari tiga sisi, yaitu kenaikan kuantitas, penguatan kualitas, dan pengembangan adaptasi petani terhadap iklim.
BACA JUGA:Erick Thohir Angkat Anak Buah Luhut Jadi Komisaris Pelindo

Diharapkan dengan perluasan akses terhadap agro-input, pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran, target peningkatan produktivitas ini dapat dicapai.&quot;Kalau kita melihat produktivitas kopi rakyat di Indonesia yang belum bisa bersaing dengan negara tetangga, bisa jadi adalah dampak dari budidaya kopi yang belum menjadi komoditas utama bagi petani,&quot; ujar Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Dwi Sutoro, Minggu (26/2/2023).
&amp;ldquo;Inisiatif yang kami lakukan saat ini salah satunya untuk mendorong agar petani bisa fokus membudidayakan kopi sebagai mata pencaharian yang bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun, permintaan kopi di seluruh dunia tercatat terus meningkat setiap tahunnya, namun Indonesia terus tersalip oleh Vietnam dan Kolombia dalam hal produksi dan ekspor kopi.
&amp;ldquo;Peran Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia cukup signifikan di pasar global. Selain meningkatkan produktivitas, inisiatif program Makmur Kopi ini juga perlu memberikan nilai tambah dalam rantai nilai kopi agar kita bisa mengejar ketertinggalan Indonesia di bursa komoditas dunia,&amp;rdquo; kata Reynaldi Istanto, Tenaga.
</content:encoded></item></channel></rss>
