<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tegaskan Tetap Stop Ekspor Barang Mentah meski Dimusuhi Negara Lain</title><description>Jokowi menegaskan Indonesia tidak akan melakukan ekspor barang mentah lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain"/><item><title>Jokowi Tegaskan Tetap Stop Ekspor Barang Mentah meski Dimusuhi Negara Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2023 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain-spTT5B9Y1Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771476/jokowi-tegaskan-tetap-stop-ekspor-barang-mentah-meski-dimusuhi-negara-lain-spTT5B9Y1Q.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia tidak akan melakukan ekspor barang mentah lagi. Meskipun, konsekuensinya akan dimusuhi oleh negara-negara lain terkait kebijakan ini.
&amp;ldquo;Kita geser betul, jangan sampai berbelok lagi yang namanya ekspor bahan mentah, kita geser jadi ekspor barang setengah jadi atau barang jadi,&amp;rdquo; tegas Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2023).
BACA JUGA:8 Tahun Bekerja, Presiden Jokowi: Pembangunan Bukan Jawa Sentris Lagi

&amp;ldquo;Meskipun resikonya kita banyak dimusuhi negara-negara lain. Karena pabrik-pabrik disana, industri disana menjadi stop karena bahan mentahnya tidak kita ekspor. Itu yang namanya hilirisasi,&amp;rdquo; tegas Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi mengatakan Indonesia telah menyetop untuk mengekspor nikel pada tahun 2020 lalu. Meskipun harus kalah setelah digugat Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
BACA JUGA:Warga Demo soal Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak, Jokowi Minta Segera Diselesaikan

&amp;ldquo;Kita telah stop di 2020 nikel, kita digugat oleh uni eropa, di WTO digugat dan tahun kemarin atas gugatan itu kita kalah. Kalah jangan mundur, kalau kita kalah kemudian kita ragu dan berbelok lagi, ekspor bahan mentah. Sampai kapanpun negara ini tidak akan menjadi negara maju,&amp;rdquo; kata Jokowi.Jokowi pun menegaskan kepada menteri-menterinya agar tidak gentar dan melakukan banding meskipun kalah di peradilan internasional. &amp;ldquo;Itu selalu Saya ulang-ulang pada menteri ya kita kalah. Tapi terus maju. Usahanya apa? Ya banding. Gak tahu nanti kalau banding lagi, kalah apakah ada banding lagi? Diberi kesempatan ya banding lagi,&quot; tuturnya.
&amp;ldquo;Tapi apa, dampaknya. Saat kita banding digugat, banding-banding industri kita sudah siap,&amp;rdquo; tegasnya.
Jokowi mengingatkan selain Uni Eropa, agar hati-hati terhadap gugatan Tiongkok setelah Indonesia memutuskan stop ekspor bauksit. &amp;ldquo;Kalau dibuka, industri kita sudah siap, nikel sudah siap kita sekarang ini. Kita akan stop lagi bulan Juni, stop. Ada hati-hati 90% ekspor bahan mentah bauksit kita itu ke Tiongkok.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Gak tahu dia nanti gugat kita gak, kalau digugat, ya berarti nikelnya digugat Uni Eropa, bauksitnya digugat Tiongkok. Karena 90% ekspor bahan mentah kita kesana,&amp;rdquo; kata Jokowi.
Jokowi menambahkan dengan menyetop ekspor bahan mentah nikel, bauksit, timah, tembaga, juga emas, maka nilai ekspor Indonesia naik dari Rp17 Triliun menjadi Rp450 Triliun.
&amp;ldquo;Tapi dengan stop nikel, stop bauksit, stop timah, stop tembaga, stop emas. Apa yang kita dapatkan? Banyak yang bertanya pada saya, pak itu yang distop yang dapet perusahaan-perusahaan gede, jangan keliru. Nikel itu waktu kita stop ekspor kita di 17 triliun. Setelah sekarang menjadi barang jadi barang setengah jadi, ekspor kita sudah di angka 450 triliun,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia tidak akan melakukan ekspor barang mentah lagi. Meskipun, konsekuensinya akan dimusuhi oleh negara-negara lain terkait kebijakan ini.
&amp;ldquo;Kita geser betul, jangan sampai berbelok lagi yang namanya ekspor bahan mentah, kita geser jadi ekspor barang setengah jadi atau barang jadi,&amp;rdquo; tegas Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2023).
BACA JUGA:8 Tahun Bekerja, Presiden Jokowi: Pembangunan Bukan Jawa Sentris Lagi

&amp;ldquo;Meskipun resikonya kita banyak dimusuhi negara-negara lain. Karena pabrik-pabrik disana, industri disana menjadi stop karena bahan mentahnya tidak kita ekspor. Itu yang namanya hilirisasi,&amp;rdquo; tegas Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi mengatakan Indonesia telah menyetop untuk mengekspor nikel pada tahun 2020 lalu. Meskipun harus kalah setelah digugat Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
BACA JUGA:Warga Demo soal Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak, Jokowi Minta Segera Diselesaikan

&amp;ldquo;Kita telah stop di 2020 nikel, kita digugat oleh uni eropa, di WTO digugat dan tahun kemarin atas gugatan itu kita kalah. Kalah jangan mundur, kalau kita kalah kemudian kita ragu dan berbelok lagi, ekspor bahan mentah. Sampai kapanpun negara ini tidak akan menjadi negara maju,&amp;rdquo; kata Jokowi.Jokowi pun menegaskan kepada menteri-menterinya agar tidak gentar dan melakukan banding meskipun kalah di peradilan internasional. &amp;ldquo;Itu selalu Saya ulang-ulang pada menteri ya kita kalah. Tapi terus maju. Usahanya apa? Ya banding. Gak tahu nanti kalau banding lagi, kalah apakah ada banding lagi? Diberi kesempatan ya banding lagi,&quot; tuturnya.
&amp;ldquo;Tapi apa, dampaknya. Saat kita banding digugat, banding-banding industri kita sudah siap,&amp;rdquo; tegasnya.
Jokowi mengingatkan selain Uni Eropa, agar hati-hati terhadap gugatan Tiongkok setelah Indonesia memutuskan stop ekspor bauksit. &amp;ldquo;Kalau dibuka, industri kita sudah siap, nikel sudah siap kita sekarang ini. Kita akan stop lagi bulan Juni, stop. Ada hati-hati 90% ekspor bahan mentah bauksit kita itu ke Tiongkok.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Gak tahu dia nanti gugat kita gak, kalau digugat, ya berarti nikelnya digugat Uni Eropa, bauksitnya digugat Tiongkok. Karena 90% ekspor bahan mentah kita kesana,&amp;rdquo; kata Jokowi.
Jokowi menambahkan dengan menyetop ekspor bahan mentah nikel, bauksit, timah, tembaga, juga emas, maka nilai ekspor Indonesia naik dari Rp17 Triliun menjadi Rp450 Triliun.
&amp;ldquo;Tapi dengan stop nikel, stop bauksit, stop timah, stop tembaga, stop emas. Apa yang kita dapatkan? Banyak yang bertanya pada saya, pak itu yang distop yang dapet perusahaan-perusahaan gede, jangan keliru. Nikel itu waktu kita stop ekspor kita di 17 triliun. Setelah sekarang menjadi barang jadi barang setengah jadi, ekspor kita sudah di angka 450 triliun,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
