<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembus Rp831 Triliun, Jokowi: Seumur-umur Tidak Pernah Surplus Neraca Perdagangan Selalu Minus</title><description>Jokowi mengatakan perubahan besar Indonesia saat ini salah satunya tercermin pada surplus neraca perdagangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus"/><item><title>Tembus Rp831 Triliun, Jokowi: Seumur-umur Tidak Pernah Surplus Neraca Perdagangan Selalu Minus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2023 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus-XoUqSC356h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/26/320/2771519/tembus-rp831-triliun-jokowi-seumur-umur-tidak-pernah-surplus-neraca-perdagangan-selalu-minus-XoUqSC356h.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perubahan besar Indonesia saat ini salah satunya tercermin pada surplus neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Yang terakhir, perubahan besar, itu ada di mana? Kelihatan di (neraca) perdagangan kita,&quot; katanya dikutip Antara, Minggu (26/2/2023).
BACA JUGA:Pesan Jokowi: Presiden Berikutnya Harus Berani Lanjutkan Hilirisasi

&quot;Coba dilihat. Kita itu seumur-umur tidak pernah yang namanya perdagangan itu surplus. Selalu defisit, selalu minus, coba dilihat di tahun 2022, kita surplus 54 miliar dolar AS. Itu kalau dirupiahkan Rp831 triliun. Menteri perdagangannya siapa coba? Menteri perdagangannya siapa, jawab? Bapak Zulkifli Hasan,&amp;rdquo; kata Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Presiden Jokowi memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia akan lebih besar lagi tahun ini, jika melihat angka surplus yang besar di tahun 2022.
BACA JUGA:RI Stop Ekspor Bijih Bauksit Juni 2023, Jokowi: Siap-Siap Digugat China

Dia mengatakan saat ini neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat juga surplus 16,6 miliar dolar AS atau senilai Rp253 triliun.&amp;ldquo;Barang kita yang ke Amerika sama barang mereka yang ke Indonesia itu lebih banyak barang kita yang ke Amerika,&amp;rdquo; kata Presiden menjelaskan mengenai makna dari surplus neraca perdagangan.
Adapun dengan India, Indonesia surplus di angka USD14,1 miliar atau Rp215 triliun, dan dengan Uni Eropa surplus 9,8 miliar dolar AS atau Rp149 triliun.
&amp;ldquo;Seumur-umur kita dengan China itu selalu defisit, minus USD17 miliar. Gede sekali. Sekarang catatan kita, ini di catatan kita, kita dengan China masih minus, tapi tinggal USD1,7 miliar. Dari USD17 miliar menjadi USD1,7. Tapi catatan yang ada di Kementerian Luar Negeri China kita ini sudah surplus USD6 miliar. Ya itu beda catatan saja,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perubahan besar Indonesia saat ini salah satunya tercermin pada surplus neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Yang terakhir, perubahan besar, itu ada di mana? Kelihatan di (neraca) perdagangan kita,&quot; katanya dikutip Antara, Minggu (26/2/2023).
BACA JUGA:Pesan Jokowi: Presiden Berikutnya Harus Berani Lanjutkan Hilirisasi

&quot;Coba dilihat. Kita itu seumur-umur tidak pernah yang namanya perdagangan itu surplus. Selalu defisit, selalu minus, coba dilihat di tahun 2022, kita surplus 54 miliar dolar AS. Itu kalau dirupiahkan Rp831 triliun. Menteri perdagangannya siapa coba? Menteri perdagangannya siapa, jawab? Bapak Zulkifli Hasan,&amp;rdquo; kata Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Presiden Jokowi memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia akan lebih besar lagi tahun ini, jika melihat angka surplus yang besar di tahun 2022.
BACA JUGA:RI Stop Ekspor Bijih Bauksit Juni 2023, Jokowi: Siap-Siap Digugat China

Dia mengatakan saat ini neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat juga surplus 16,6 miliar dolar AS atau senilai Rp253 triliun.&amp;ldquo;Barang kita yang ke Amerika sama barang mereka yang ke Indonesia itu lebih banyak barang kita yang ke Amerika,&amp;rdquo; kata Presiden menjelaskan mengenai makna dari surplus neraca perdagangan.
Adapun dengan India, Indonesia surplus di angka USD14,1 miliar atau Rp215 triliun, dan dengan Uni Eropa surplus 9,8 miliar dolar AS atau Rp149 triliun.
&amp;ldquo;Seumur-umur kita dengan China itu selalu defisit, minus USD17 miliar. Gede sekali. Sekarang catatan kita, ini di catatan kita, kita dengan China masih minus, tapi tinggal USD1,7 miliar. Dari USD17 miliar menjadi USD1,7. Tapi catatan yang ada di Kementerian Luar Negeri China kita ini sudah surplus USD6 miliar. Ya itu beda catatan saja,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
