<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Zulhas: Saya Ingin UMKM Masuk Pasar Ekspor Nontradisional</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong pelaku UMKM masuk ke pasar ekspor nontradisional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional"/><item><title>Mendag Zulhas: Saya Ingin UMKM Masuk Pasar Ekspor Nontradisional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2023 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional-n6ISQk4d77.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag dorong UMKM masuk pasar ekspor (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/27/320/2771852/mendag-zulhas-saya-ingin-umkm-masuk-pasar-ekspor-nontradisional-n6ISQk4d77.jpg</image><title>Mendag dorong UMKM masuk pasar ekspor (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong pelaku UMKM masuk ke pasar ekspor nontradisional seperti ke Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.
Menurut Mendag, pasar nontradisional ini memiliki karakteristik yang tepat untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah, seperti jumlah penduduk yang besar, daya beli yang tinggi, dan minat terhadap produk-produk UMKM.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Kolaborasi UMKM dan Ritel Modern Dorong Pertumbuhan Ekonomi

&amp;ldquo;Saya ingin sekali UMKM Indonesia berkembang dan maju. Maka, menjadi tugas saya untuk memberi dukungan penuh agar UMKM bisa berkembang dan go international. Untuk itu, kami di Kementerian Perdagangan terus mengembangkan pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk kita. Alternatif-alternatif pasar nontradisional yang kami terus buka ini cocok bila dijajaki UMKM,&amp;rdquo; kata Mendag Zulhas dalam keterangan resminya, Senin (27/2/2023).
BACA JUGA:Menparekraf Yakin UMKM RI Bisa Go Global 

Mendag juga melihat bahwa produk-produk Indonesia digemari di luar negeri. Untuk semakin menggencarkan ekspor produk-produk ini, perlu strategi yang dapat mempertemukan para calon pembeli dengan pengusaha dan UMKM di Indonesia. Dengan cara tersebut, penjajakan produk-produk Indonesia ke pasar luar negeri dapat semakin dioptimalisasi.
&amp;ldquo;Produk-produk kita sebenarnya digemari, laku. Tinggal bagaimana mempertemukan pasar itu dengan pelaku UMKM,&amp;rdquo; kata Mendag.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8yLzE2MzI5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemerintah terus menjalin kerja sama perdagangan dengan negara-negara  mitra sebagai jalan tol untuk ekspor produk-produk Indonesia. Untuk  kawasan Timur Tengah, misalnya, Zulhas berharap pelaku usaha Indonesia  bisa memanfaatkan hub di Uni Emirat Arab (UEA).
&amp;ldquo;Misalnya ke Timur Tengah, ekspor bisa melalui UEA. Kita bisa  memanfaatkan UEA sebagai hub bagi produk-produk Indonesia di kawasan  Timur Tengah, sekaligus memanfaatkan eliminasi bea masuk ke negara  tersebut karena Indonesia sudah memiliki perjanjian kemitraan ekonomi  komprehensif (CEPA) dengan UEA,&amp;rdquo; kata dia.
Di samping itu Mendag juga mengatakan bahwa di dalam negeri,  pemerintah berusaha mengembangkan kapasitas UMKM melalui ekosistem empat  pilar yang melibatkan UMKM, ritel modern, lokapasar, dan pembiayaan.
Ekosistem tersebut membantu mendorong UMKM untuk mendapatkan akses  pasar, peningkatan kapasitas seperti kualitas kemasan, akses ke niaga  elektronik, hingga akses pembiayaan untuk ekspor dan modal kerja.
&amp;ldquo;Saya berharap, jika UMKM berkembang, keuntungannya dapat terus  berkembang, semakin membuka lapangan kerja, dan semakin gencar  mengekspor,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong pelaku UMKM masuk ke pasar ekspor nontradisional seperti ke Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.
Menurut Mendag, pasar nontradisional ini memiliki karakteristik yang tepat untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah, seperti jumlah penduduk yang besar, daya beli yang tinggi, dan minat terhadap produk-produk UMKM.
BACA JUGA:Mendag Zulhas: Kolaborasi UMKM dan Ritel Modern Dorong Pertumbuhan Ekonomi

&amp;ldquo;Saya ingin sekali UMKM Indonesia berkembang dan maju. Maka, menjadi tugas saya untuk memberi dukungan penuh agar UMKM bisa berkembang dan go international. Untuk itu, kami di Kementerian Perdagangan terus mengembangkan pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk kita. Alternatif-alternatif pasar nontradisional yang kami terus buka ini cocok bila dijajaki UMKM,&amp;rdquo; kata Mendag Zulhas dalam keterangan resminya, Senin (27/2/2023).
BACA JUGA:Menparekraf Yakin UMKM RI Bisa Go Global 

Mendag juga melihat bahwa produk-produk Indonesia digemari di luar negeri. Untuk semakin menggencarkan ekspor produk-produk ini, perlu strategi yang dapat mempertemukan para calon pembeli dengan pengusaha dan UMKM di Indonesia. Dengan cara tersebut, penjajakan produk-produk Indonesia ke pasar luar negeri dapat semakin dioptimalisasi.
&amp;ldquo;Produk-produk kita sebenarnya digemari, laku. Tinggal bagaimana mempertemukan pasar itu dengan pelaku UMKM,&amp;rdquo; kata Mendag.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNC8yLzE2MzI5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemerintah terus menjalin kerja sama perdagangan dengan negara-negara  mitra sebagai jalan tol untuk ekspor produk-produk Indonesia. Untuk  kawasan Timur Tengah, misalnya, Zulhas berharap pelaku usaha Indonesia  bisa memanfaatkan hub di Uni Emirat Arab (UEA).
&amp;ldquo;Misalnya ke Timur Tengah, ekspor bisa melalui UEA. Kita bisa  memanfaatkan UEA sebagai hub bagi produk-produk Indonesia di kawasan  Timur Tengah, sekaligus memanfaatkan eliminasi bea masuk ke negara  tersebut karena Indonesia sudah memiliki perjanjian kemitraan ekonomi  komprehensif (CEPA) dengan UEA,&amp;rdquo; kata dia.
Di samping itu Mendag juga mengatakan bahwa di dalam negeri,  pemerintah berusaha mengembangkan kapasitas UMKM melalui ekosistem empat  pilar yang melibatkan UMKM, ritel modern, lokapasar, dan pembiayaan.
Ekosistem tersebut membantu mendorong UMKM untuk mendapatkan akses  pasar, peningkatan kapasitas seperti kualitas kemasan, akses ke niaga  elektronik, hingga akses pembiayaan untuk ekspor dan modal kerja.
&amp;ldquo;Saya berharap, jika UMKM berkembang, keuntungannya dapat terus  berkembang, semakin membuka lapangan kerja, dan semakin gencar  mengekspor,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
