<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bidik Pengelolaan Terminal di Kawasan Asean</title><description>PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membidik pengelolaan Terminal Kendaraan di kawasan Asean.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean"/><item><title>Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bidik Pengelolaan Terminal di Kawasan Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean-C80iWTAka1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">IPCC bidik pengelolaan terminal kawasn Asean (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/278/2772679/indonesia-kendaraan-terminal-ipcc-bidik-pengelolaan-terminal-di-kawasan-asean-C80iWTAka1.jpeg</image><title>IPCC bidik pengelolaan terminal kawasn Asean (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membidik pengelolaan Terminal Kendaraan di kawasan Asean. Berikut dengan sejumlah pelayanan yang berada di dalam ekosistemnya pada area Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
Direktur Utama IPCC Rio TN Lasse mengatakan, IPCC melihat adanya potensi pengembangan kerjasama di wilayah ini. Selain itu, negara-negara tersebut juga merupakan negara tujuan ekspor kendaraan dari Indonesia, khususnya dari terminal IPCC. Oleh karena itu, IPCC yang merupakan bagian dari Pelindo Group melihat adanya peluang untuk pengembangan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak di empat negara ini.
BACA JUGA:Indonesia Terminal (IPCC) Bidik Pertumbuhan Jasa Bongkar Muat Pasca-Pandemi

&amp;ldquo;Di sisi lain, hal ini juga sejalan dengan rute pengembangan ekspansi IPCC untuk pengelolaan terminal kendaraan di wilayah Indonesia Timur yang secara geografis dekat dengan wilayah BIMP-EAGA tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (28/2/2023).
Rio menambahkan, area BIMP merupakan pasar yang potensial untuk kolaborasi pengembangan pelayanan RORO. Apalagi jika Ibu Kota Nusantara di Balikpapan cepat terealisasi maka rute RORO ke wilayah BIMP ini dapat lebih ditingkatkan sehingga akan lebih efektif dan efisien.
BACA JUGA:Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bakal Tebar Dividen

&amp;ldquo;Dengan spirit Beyond The Gate, kami sebagai pengelola Terminal Kendaraan melihat adanya Kerjasama BIMP-EAGA ini dapat berimbas positif pada bisnis Terminal Kendaraan dan juga ekosistemnya di masa depan,&amp;rdquo; tambahnya.
Menurut Rio, area BIMP merupakan pasar yang sangat potensial untuk kolaborasi pengembangan pelayanan RORO. Di sisi lain, pengembangan pada pelayanan RORO Terminal dapat lebih ditingkatkan dengan terealisasinya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berlokasi di Balikpapan.&amp;ldquo;Area ini kebetulan juga sedang kami jajaki Kerjasama pengelolaan Terminal Kendaraan yang terstandardisasi world class car terminal,&amp;rdquo;kata Rio.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp690 miliar atau tumbuh  dari target tahun 2022 sebesar Rp600 miliar. Untuk mendukung target  tersebut, IPCC sudah mempersiapkan sejumlah ekspansi bisnis di antaranya  penambahan terminal satelit. Disebutkan, penambahan terminal satelit  dilakukan di Surabaya dan wilayah Indonesia Timur.
Direktur Keuangan dan SDM IPCC Sumarno pernah mengatakan, selama ini  terminal satelit IPCC telah memberi kontribusi sekitar 6% dari  pendapatan. &quot;Saat ini sekitar Rp18 miliar, tapi Makassar baru mulai Mei  2022. Paling tidak akhir tahun 2022 Rp38 miliar,&quot; ujarnya.
Sementara perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp35  miliar hingga Rp40 miliar pada tahun 2023. Capex akan dialokasikan untuk  perbaikan dan pembenahan sejumlah sarana-prasarana yang dimiliki.  Dengan pemulihan ekonomi yang bergulir, target korporasi IPCC pada 2023  diharapkan bisa tercapai.
&quot;Kami siap melanjutkan tema korporasi di tahun 2023, yaitu value  chain expansion yang diharapkan proses kolaborasi antar pihak dan  ekspansi dapat terus dilakukan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membidik pengelolaan Terminal Kendaraan di kawasan Asean. Berikut dengan sejumlah pelayanan yang berada di dalam ekosistemnya pada area Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
Direktur Utama IPCC Rio TN Lasse mengatakan, IPCC melihat adanya potensi pengembangan kerjasama di wilayah ini. Selain itu, negara-negara tersebut juga merupakan negara tujuan ekspor kendaraan dari Indonesia, khususnya dari terminal IPCC. Oleh karena itu, IPCC yang merupakan bagian dari Pelindo Group melihat adanya peluang untuk pengembangan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak di empat negara ini.
BACA JUGA:Indonesia Terminal (IPCC) Bidik Pertumbuhan Jasa Bongkar Muat Pasca-Pandemi

&amp;ldquo;Di sisi lain, hal ini juga sejalan dengan rute pengembangan ekspansi IPCC untuk pengelolaan terminal kendaraan di wilayah Indonesia Timur yang secara geografis dekat dengan wilayah BIMP-EAGA tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (28/2/2023).
Rio menambahkan, area BIMP merupakan pasar yang potensial untuk kolaborasi pengembangan pelayanan RORO. Apalagi jika Ibu Kota Nusantara di Balikpapan cepat terealisasi maka rute RORO ke wilayah BIMP ini dapat lebih ditingkatkan sehingga akan lebih efektif dan efisien.
BACA JUGA:Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bakal Tebar Dividen

&amp;ldquo;Dengan spirit Beyond The Gate, kami sebagai pengelola Terminal Kendaraan melihat adanya Kerjasama BIMP-EAGA ini dapat berimbas positif pada bisnis Terminal Kendaraan dan juga ekosistemnya di masa depan,&amp;rdquo; tambahnya.
Menurut Rio, area BIMP merupakan pasar yang sangat potensial untuk kolaborasi pengembangan pelayanan RORO. Di sisi lain, pengembangan pada pelayanan RORO Terminal dapat lebih ditingkatkan dengan terealisasinya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berlokasi di Balikpapan.&amp;ldquo;Area ini kebetulan juga sedang kami jajaki Kerjasama pengelolaan Terminal Kendaraan yang terstandardisasi world class car terminal,&amp;rdquo;kata Rio.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp690 miliar atau tumbuh  dari target tahun 2022 sebesar Rp600 miliar. Untuk mendukung target  tersebut, IPCC sudah mempersiapkan sejumlah ekspansi bisnis di antaranya  penambahan terminal satelit. Disebutkan, penambahan terminal satelit  dilakukan di Surabaya dan wilayah Indonesia Timur.
Direktur Keuangan dan SDM IPCC Sumarno pernah mengatakan, selama ini  terminal satelit IPCC telah memberi kontribusi sekitar 6% dari  pendapatan. &quot;Saat ini sekitar Rp18 miliar, tapi Makassar baru mulai Mei  2022. Paling tidak akhir tahun 2022 Rp38 miliar,&quot; ujarnya.
Sementara perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp35  miliar hingga Rp40 miliar pada tahun 2023. Capex akan dialokasikan untuk  perbaikan dan pembenahan sejumlah sarana-prasarana yang dimiliki.  Dengan pemulihan ekonomi yang bergulir, target korporasi IPCC pada 2023  diharapkan bisa tercapai.
&quot;Kami siap melanjutkan tema korporasi di tahun 2023, yaitu value  chain expansion yang diharapkan proses kolaborasi antar pihak dan  ekspansi dapat terus dilakukan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
