<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KCIC Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih Cepat dari Buatan Jepang</title><description>KCIC menyebut kereta cepat Jakarta-Bandung lebih cepat dari buatan Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang"/><item><title>KCIC Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih Cepat dari Buatan Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang-h0M5tLmSan.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772560/kcic-sebut-kereta-cepat-jakarta-bandung-lebih-cepat-dari-buatan-jepang-h0M5tLmSan.jpg</image><title>Kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KCIC menyebut kereta cepat Jakarta-Bandung lebih cepat dari buatan Jepang. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung  ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun ini.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa nantinya KCJB memiliki panjang rute sejauh 142,3 km. Adapun waktu tempuh antara kedua wilayah tersebut nantinya akan berada pada waktu 36-45 menit saja dan melayani 4 stasiun yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
BACA JUGA:Biaya Pembengkakan Kereta Cepat Rp18,2 Triliun Disiapkan dalam Waktu Sebulan 
Dwiyana mengatakan, KCJB akan menggunakan kereta generasi terbaru yakni CR400AF yang merupakan pengembangan dari tipe CRH380A oleh CRRC Corporation Limited, yang merupakan produsen sarana perkeretaapian terbesar di dunia. CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420 km/jam dan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.
BACA JUGA:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus meski Biaya Bengkak Rp18 Triliun
&quot;Kecepatannya melebihi kecepatan kereta api cepat buatan Jepang yang mencapai 320 km/jam atau Jerman yang mencapai 330 km/jam,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/2/2023).
Dwiyana mengatakan, selain menghadirkan kereta generasi terbarunya, Tiongkok juga memberikan jaminan transfer teknologi dan knowledge kepada putra putri Indonesia melalui training dan internship sehingga KCIC dapat mengelola dan mengoperasikan KCJB.


Proses transfer teknologi dan knowledge selama periode konstruksi di  antaranya pengalihan teknologi slab track dan fasilitas produksi dari  kontraktor Tiongkok ke kontraktor lokal. Dari sisi tenaga kerja,  keberadaan proyek KCJB juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja  lokal dalam jumlah besar.
&amp;ldquo;Kehadiran teknologi dan transfer knowledge dari negara dengan  pengalaman yang dan perkembangan kereta api cepat di dunia ini sangat  berharga bagi kemajuan Indonesia. KCIC bersama seluruh stakeholders akan  terus berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehadiran Kereta Api  Cepat pertama di Asia Tenggara,&amp;rdquo; ujar Dwiyana.
Dwiyana mengatakan, proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah  salah satu Proyek Strategis Nasional yang merupakan proyek pembangunan  Kereta Api Cepat pertama di wilayah Asia Tenggara.
&quot;Proyek ini juga merupakan proyek penting di mata internasional,  karena proyek ini melibatkan dua negara besar yang diwakili oleh BUMN  Indonesia dan Tiongkok,&quot; katanya.
Besarnya perhatian yang diberikan kedua pemerintah juga terlihat  langsung dari rutinnya kunjungan dan perhatian yang ditunjukkan kedua  belah pemerintah pada proyek ini hingga adanya agenda khusus pelaksanaan  showcase KCJB pada saat G20 yang langsung disaksikan oleh Presiden RI  Joko Widodo dan Presiden RRT Xi Jinping.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KCIC menyebut kereta cepat Jakarta-Bandung lebih cepat dari buatan Jepang. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung  ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun ini.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa nantinya KCJB memiliki panjang rute sejauh 142,3 km. Adapun waktu tempuh antara kedua wilayah tersebut nantinya akan berada pada waktu 36-45 menit saja dan melayani 4 stasiun yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
BACA JUGA:Biaya Pembengkakan Kereta Cepat Rp18,2 Triliun Disiapkan dalam Waktu Sebulan 
Dwiyana mengatakan, KCJB akan menggunakan kereta generasi terbaru yakni CR400AF yang merupakan pengembangan dari tipe CRH380A oleh CRRC Corporation Limited, yang merupakan produsen sarana perkeretaapian terbesar di dunia. CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420 km/jam dan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.
BACA JUGA:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus meski Biaya Bengkak Rp18 Triliun
&quot;Kecepatannya melebihi kecepatan kereta api cepat buatan Jepang yang mencapai 320 km/jam atau Jerman yang mencapai 330 km/jam,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/2/2023).
Dwiyana mengatakan, selain menghadirkan kereta generasi terbarunya, Tiongkok juga memberikan jaminan transfer teknologi dan knowledge kepada putra putri Indonesia melalui training dan internship sehingga KCIC dapat mengelola dan mengoperasikan KCJB.


Proses transfer teknologi dan knowledge selama periode konstruksi di  antaranya pengalihan teknologi slab track dan fasilitas produksi dari  kontraktor Tiongkok ke kontraktor lokal. Dari sisi tenaga kerja,  keberadaan proyek KCJB juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja  lokal dalam jumlah besar.
&amp;ldquo;Kehadiran teknologi dan transfer knowledge dari negara dengan  pengalaman yang dan perkembangan kereta api cepat di dunia ini sangat  berharga bagi kemajuan Indonesia. KCIC bersama seluruh stakeholders akan  terus berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehadiran Kereta Api  Cepat pertama di Asia Tenggara,&amp;rdquo; ujar Dwiyana.
Dwiyana mengatakan, proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah  salah satu Proyek Strategis Nasional yang merupakan proyek pembangunan  Kereta Api Cepat pertama di wilayah Asia Tenggara.
&quot;Proyek ini juga merupakan proyek penting di mata internasional,  karena proyek ini melibatkan dua negara besar yang diwakili oleh BUMN  Indonesia dan Tiongkok,&quot; katanya.
Besarnya perhatian yang diberikan kedua pemerintah juga terlihat  langsung dari rutinnya kunjungan dan perhatian yang ditunjukkan kedua  belah pemerintah pada proyek ini hingga adanya agenda khusus pelaksanaan  showcase KCJB pada saat G20 yang langsung disaksikan oleh Presiden RI  Joko Widodo dan Presiden RRT Xi Jinping.</content:encoded></item></channel></rss>
