<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai Konsep Ini Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 8%?</title><description>Gagasan Nusantaranomics dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 8%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8"/><item><title>Pakai Konsep Ini Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 8%?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8-sZWmCorps6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772836/pakai-konsep-ini-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-di-atas-8-sZWmCorps6.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Gagasan Nusantaranomics dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 8%. Konsep itu dipopulerkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Dr. Didin S. Damanhuri.
Di sela Simposium dan Lokakarya Nasional Nusantaranomics Didin mengungkapkan konsep Nusantaranomics akan lebih memprioritaskan ekonomi lokal yang saat ini sudah mulai dijalankan pemerintah meski konsepnya belum secara resmi diadopsi.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,3%, Menko Airlangga: Berbagai Ketidakpastian Dapat Kita Dorong Jadi Optimisme

&amp;ldquo;Kalau sekarang kan belum diadopsi, jadi kita sampaikan tawaran ini tapi Presiden Jokowi ternyata sudah merespons bahwa ekonomi lokal, UMKM, semacam Nusantaranomics itu akan diprioritaskan sangat tinggi ke depan,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Selasa (28/2/2023).
Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Eka Sastra Nusantaranomics dapat menjadi sumber rujukan bagi kepala daerah di Indonesia untuk memajukan masyarakatnya.
BACA JUGA:5 Daerah yang Memiliki Nama Sama di Jawa Timur, Ada Bikin Ekonomi RI Meroket

&amp;ldquo;Bangsa ini bisa besar kalau kita mengelola berdasarkan karakteristik dan keunikan masing masing daerah itulah yang disebut dengan nusantaranomics sebab setiap daerah punya potensi dan sumber daya potensial masing-masing,&quot; ujar Eka yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Investasi.
Nusantaranomics, merupakan model pendekatan ekonomi politik ala Indonesia yang memiliki kemiripan karakteristik dengan konsep ekonomi solidaritas (The Solidarity Economy). Konsep ini ditandai dengan lahirnya kewirausahaan genuine khas masyarakat Nusantara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nusantaranomcs bisa menjadi basis pertumbuhan lokal, menjadi  sumbangan Indonesia untuk kancah global, karena saat ini kita masih  dipaksa untuk mengadopsi model-model pemikiran dari barat. Namun, di  saat yang sama kita saat ini juga makin merasakan bahwa pemikiran yang  berbasis reailtas masyarakat (local) yang memiliki perbedaan sejarah ini  kompabilitasnya relatif kurang pas dengan apa yang terjadi di  Indonesia,&amp;rdquo; jelas Rektor IPB University Arif Satria.
Sementara itu Didin S. Damanhuri menjelaskan, Nusantaranomics  ditandai dengan lahirnya kewirausahaan genuine khas masyarakat  Nusantara. Wirausaha sosial yang menekankan pada dimensi aktivitas  kewirausahaan berbasiskan kebiasaan etnik (ethnic based entrepreneurial  activities).
&amp;ldquo;Kelompok etnik berasal dari berbagai daerah yang bermigrasi ke  kota-kota besar. Mereka kemudian membawa dan mengembangkan ciri khas  aktivitas ekonominya. Dengan begitu, mereka dianggap sebagai bagian dari  aktivitas ekonomi etnik tersebut,&amp;rdquo; jelas Didin yang juga merupakan  pendiri lembaga riset ekonomi INDEF ini.
Didin mencontohkan seperti etnik Minangkabau dengan warung Padangnya,  etnik Jawa dengan warung Tegalnya, bisnis besi tua orang Madura dan  batik dari Jawa Tengah, Solo hingga Yogyakarta.
&amp;ldquo;Ketika pemikiran ekonomi diletakkan dalam konteks sosial budaya saat  ini. Hal itu mendesakkan adanya kebutuhan untuk membumikan ekonomi  dalam konteks Indonesia. Nusantaranomics menjadi jawaban karena dibangun  berdasarkan konteks sosial budaya yang telah ada. Masa Pandemi adalah  pertaruhan bagi pendekatan lama di bidang ekonomi yang dapat dianggap  mengalami kegagalan dalam meresponsnya,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Gagasan Nusantaranomics dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 8%. Konsep itu dipopulerkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Dr. Didin S. Damanhuri.
Di sela Simposium dan Lokakarya Nasional Nusantaranomics Didin mengungkapkan konsep Nusantaranomics akan lebih memprioritaskan ekonomi lokal yang saat ini sudah mulai dijalankan pemerintah meski konsepnya belum secara resmi diadopsi.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,3%, Menko Airlangga: Berbagai Ketidakpastian Dapat Kita Dorong Jadi Optimisme

&amp;ldquo;Kalau sekarang kan belum diadopsi, jadi kita sampaikan tawaran ini tapi Presiden Jokowi ternyata sudah merespons bahwa ekonomi lokal, UMKM, semacam Nusantaranomics itu akan diprioritaskan sangat tinggi ke depan,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Selasa (28/2/2023).
Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Eka Sastra Nusantaranomics dapat menjadi sumber rujukan bagi kepala daerah di Indonesia untuk memajukan masyarakatnya.
BACA JUGA:5 Daerah yang Memiliki Nama Sama di Jawa Timur, Ada Bikin Ekonomi RI Meroket

&amp;ldquo;Bangsa ini bisa besar kalau kita mengelola berdasarkan karakteristik dan keunikan masing masing daerah itulah yang disebut dengan nusantaranomics sebab setiap daerah punya potensi dan sumber daya potensial masing-masing,&quot; ujar Eka yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Investasi.
Nusantaranomics, merupakan model pendekatan ekonomi politik ala Indonesia yang memiliki kemiripan karakteristik dengan konsep ekonomi solidaritas (The Solidarity Economy). Konsep ini ditandai dengan lahirnya kewirausahaan genuine khas masyarakat Nusantara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nusantaranomcs bisa menjadi basis pertumbuhan lokal, menjadi  sumbangan Indonesia untuk kancah global, karena saat ini kita masih  dipaksa untuk mengadopsi model-model pemikiran dari barat. Namun, di  saat yang sama kita saat ini juga makin merasakan bahwa pemikiran yang  berbasis reailtas masyarakat (local) yang memiliki perbedaan sejarah ini  kompabilitasnya relatif kurang pas dengan apa yang terjadi di  Indonesia,&amp;rdquo; jelas Rektor IPB University Arif Satria.
Sementara itu Didin S. Damanhuri menjelaskan, Nusantaranomics  ditandai dengan lahirnya kewirausahaan genuine khas masyarakat  Nusantara. Wirausaha sosial yang menekankan pada dimensi aktivitas  kewirausahaan berbasiskan kebiasaan etnik (ethnic based entrepreneurial  activities).
&amp;ldquo;Kelompok etnik berasal dari berbagai daerah yang bermigrasi ke  kota-kota besar. Mereka kemudian membawa dan mengembangkan ciri khas  aktivitas ekonominya. Dengan begitu, mereka dianggap sebagai bagian dari  aktivitas ekonomi etnik tersebut,&amp;rdquo; jelas Didin yang juga merupakan  pendiri lembaga riset ekonomi INDEF ini.
Didin mencontohkan seperti etnik Minangkabau dengan warung Padangnya,  etnik Jawa dengan warung Tegalnya, bisnis besi tua orang Madura dan  batik dari Jawa Tengah, Solo hingga Yogyakarta.
&amp;ldquo;Ketika pemikiran ekonomi diletakkan dalam konteks sosial budaya saat  ini. Hal itu mendesakkan adanya kebutuhan untuk membumikan ekonomi  dalam konteks Indonesia. Nusantaranomics menjadi jawaban karena dibangun  berdasarkan konteks sosial budaya yang telah ada. Masa Pandemi adalah  pertaruhan bagi pendekatan lama di bidang ekonomi yang dapat dianggap  mengalami kegagalan dalam meresponsnya,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
