<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BASF Jadi Investasi Baterai Kendaraan Listrik di RI? Ini Kata Erick Thohir</title><description>Pemerintah sedang negosiasi dengan perusahaan kimia terbesar dunia asal Jerman, BASF.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir"/><item><title>BASF Jadi Investasi Baterai Kendaraan Listrik di RI? Ini Kata Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir-vb7T7JzcHO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2772871/basf-jadi-investasi-baterai-kendaraan-listrik-di-ri-ini-kata-erick-thohir-vb7T7JzcHO.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sedang bernegosiasi dengan perusahaan kimia terbesar dunia asal Jerman, BASF. Hal ini untuk investasi di pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dalam negeri.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyebut pemerintah melalui Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Eropa, salah satunya BASF.
BACA JUGA:Erick Thohir Klaim Perfoma BUMN di Pasar Modal Lebih Baik dari Swasta, Ini Buktinya

&quot;Salah satu diskusinya kan ada BASF. Itu pernah dengar kok,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Upaya mendatangkan lebih banyak investor asing itu pun masih dalam tahap diskusi atau negosiasi. Artinya, belum ada komitmen antara pemerintah Indonesia dengan strategic partnership tersebut.
Pemerintah membuka peluang bagi investor potensial lainnya agar bisa ambil andil dalam pembangunan EV Battery di Tanah Air. Erick menyebut langkah itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia.
BACA JUGA:BUMN Belum Bisa Kendalikan Harga Minyak Goreng, Ini Strategi Erick Thohir

&quot;Ini kita lihat aja, mana yang serius karena yang namanya EV Battery sendiri kan sekarang kebutuhan semakin meningkat,&quot; ucap dia.Dalam pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah melalui IBC telah mengantongi perjanjian kerja sama dengan beberapa produsen baterai kelas dunia.
Dua di antaranya adalah LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL). Kedua perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) itu ikut bergabung ke dalam proyek besar Indonesia Battery Corporation (IBC) yakni, proyek Titan dan Dragon.
Atas komitmen tersebut, IBC mendapatkan nilai investasi sebesar USD15 miliar atau setara dengan Rp215 triliun. Perolehan investasi itu ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada Maret 2022.
&quot;Kita jangan terkurung pemikiran bahwa pembangunan EV Battery ini hanya China dan Korea, negara-negara Eropa juga ke sini seperti Jerman, Inggris. Jadi kita bukan negara yang istilahnya terjebak di geopolitik yang gak penting, kita kan bagaimana menarik investasi dan bagaimana membuka lapangan pekerjaan dan investasi berusaha,&quot; tutup Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sedang bernegosiasi dengan perusahaan kimia terbesar dunia asal Jerman, BASF. Hal ini untuk investasi di pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dalam negeri.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyebut pemerintah melalui Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Eropa, salah satunya BASF.
BACA JUGA:Erick Thohir Klaim Perfoma BUMN di Pasar Modal Lebih Baik dari Swasta, Ini Buktinya

&quot;Salah satu diskusinya kan ada BASF. Itu pernah dengar kok,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Upaya mendatangkan lebih banyak investor asing itu pun masih dalam tahap diskusi atau negosiasi. Artinya, belum ada komitmen antara pemerintah Indonesia dengan strategic partnership tersebut.
Pemerintah membuka peluang bagi investor potensial lainnya agar bisa ambil andil dalam pembangunan EV Battery di Tanah Air. Erick menyebut langkah itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia.
BACA JUGA:BUMN Belum Bisa Kendalikan Harga Minyak Goreng, Ini Strategi Erick Thohir

&quot;Ini kita lihat aja, mana yang serius karena yang namanya EV Battery sendiri kan sekarang kebutuhan semakin meningkat,&quot; ucap dia.Dalam pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah melalui IBC telah mengantongi perjanjian kerja sama dengan beberapa produsen baterai kelas dunia.
Dua di antaranya adalah LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL). Kedua perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) itu ikut bergabung ke dalam proyek besar Indonesia Battery Corporation (IBC) yakni, proyek Titan dan Dragon.
Atas komitmen tersebut, IBC mendapatkan nilai investasi sebesar USD15 miliar atau setara dengan Rp215 triliun. Perolehan investasi itu ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada Maret 2022.
&quot;Kita jangan terkurung pemikiran bahwa pembangunan EV Battery ini hanya China dan Korea, negara-negara Eropa juga ke sini seperti Jerman, Inggris. Jadi kita bukan negara yang istilahnya terjebak di geopolitik yang gak penting, kita kan bagaimana menarik investasi dan bagaimana membuka lapangan pekerjaan dan investasi berusaha,&quot; tutup Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
