<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ingin Pertamina Kolaborasi Kelola Blok Masela</title><description>Erick Thohir menginginkan PT Pertamina (Persero) mengambil alih pengelolaan Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela"/><item><title>Erick Thohir Ingin Pertamina Kolaborasi Kelola Blok Masela</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2023 20:24 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela-WSxPQR6DSk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/28/320/2773017/erick-thohir-ingin-pertamina-kolaborasi-kelola-blok-masela-WSxPQR6DSk.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menginginkan PT Pertamina (Persero) mengambil alih pengelolaan Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku. Pemerintah membuka peluang bagi investor asing potensial agar ikut berpartisipasi dalam pengelolaannya.
Langkah tersebut, setelah Shell Upstream Overseas Services Limited yang merupakan anak usaha Royal Dutch Shell, mengundurkan diri sebagai operator proyek, namun masih kesulitan menjadi investor pengganti.
BACA JUGA:Erick Thohir: Jangan Kaget jika Impor BBM Naik 3 Kali Lipat

Erick membocorkan bila pemerintah tengah bernegosiasi dengan sejumlah investor besar di dunia, salah satunya berasal dari Jepang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita diskusikan dengan pemain besar dari negara lain untuk bersama- sama (mengelola Blok Masale) agar ahli teknologinya lebih kuat, tapi masih diskusi antara pemerintah dengan Jepang,&quot; ungkap Erick saat ditemui di St Regis Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA:Erick Thohir Minta Menperin Restui Impor 10 Kereta KRL Bekas Asal Jepang

Dia mengaku, memberikan dukungan penuh kepada Pertamina agar menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Masela. Lantaran, lapangan minyak dan gas terbesar di Indonesia itu sudah tidak berproduksi sejak lama.Menurutnya, pemerintah memiliki cukup modal untuk kembali mengaktifkan dan mengembangkan blok migas di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tersebut. Namun, melalui kerja sama dengan investor strategis.
&quot;Kalau saya sangat mendukung karena blok itu gas, yang sudah tidak produksi maksimal puluhan tahun, percuma kita ngasih kesempatan orang investasi tidak dilakukan investasinya, itulah kenapa kalau tidak serius, ya udah kita aja yang mayoritas, kita punya uang kok sekarang negara,&quot; tuturnya.
Pencarian mitra baru pengganti Shell ini, sudah dilakukan Kementerian ESDM sejak tahun lalu. Saat itu pemerintah melakukan roadshow ke berbagai investor. Di antara investor yang berminat adalah Pertamina dan Petronas.
Pemerintah mengharapkan dengan adanya kerja sama dengan berbagai KKKS, dapat mendorong blok migas ini dapat berjalan segera mungkin. Adapun pemerintah menargetkan pengganti Shell di Blok Masela dapat ditetapkan pada semester I/2023 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menginginkan PT Pertamina (Persero) mengambil alih pengelolaan Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku. Pemerintah membuka peluang bagi investor asing potensial agar ikut berpartisipasi dalam pengelolaannya.
Langkah tersebut, setelah Shell Upstream Overseas Services Limited yang merupakan anak usaha Royal Dutch Shell, mengundurkan diri sebagai operator proyek, namun masih kesulitan menjadi investor pengganti.
BACA JUGA:Erick Thohir: Jangan Kaget jika Impor BBM Naik 3 Kali Lipat

Erick membocorkan bila pemerintah tengah bernegosiasi dengan sejumlah investor besar di dunia, salah satunya berasal dari Jepang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita diskusikan dengan pemain besar dari negara lain untuk bersama- sama (mengelola Blok Masale) agar ahli teknologinya lebih kuat, tapi masih diskusi antara pemerintah dengan Jepang,&quot; ungkap Erick saat ditemui di St Regis Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA:Erick Thohir Minta Menperin Restui Impor 10 Kereta KRL Bekas Asal Jepang

Dia mengaku, memberikan dukungan penuh kepada Pertamina agar menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Masela. Lantaran, lapangan minyak dan gas terbesar di Indonesia itu sudah tidak berproduksi sejak lama.Menurutnya, pemerintah memiliki cukup modal untuk kembali mengaktifkan dan mengembangkan blok migas di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tersebut. Namun, melalui kerja sama dengan investor strategis.
&quot;Kalau saya sangat mendukung karena blok itu gas, yang sudah tidak produksi maksimal puluhan tahun, percuma kita ngasih kesempatan orang investasi tidak dilakukan investasinya, itulah kenapa kalau tidak serius, ya udah kita aja yang mayoritas, kita punya uang kok sekarang negara,&quot; tuturnya.
Pencarian mitra baru pengganti Shell ini, sudah dilakukan Kementerian ESDM sejak tahun lalu. Saat itu pemerintah melakukan roadshow ke berbagai investor. Di antara investor yang berminat adalah Pertamina dan Petronas.
Pemerintah mengharapkan dengan adanya kerja sama dengan berbagai KKKS, dapat mendorong blok migas ini dapat berjalan segera mungkin. Adapun pemerintah menargetkan pengganti Shell di Blok Masela dapat ditetapkan pada semester I/2023 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
