<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Fenomena Kenaikan Harga Bahan Pokok pada Ramadan Bersifat Sementara</title><description>Ma&amp;rsquo;ruf Amin memastikan fenomena kenaikan harga bahan pokok saat bulan Ramadan hanya bersifat sementara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara"/><item><title>Wapres: Fenomena Kenaikan Harga Bahan Pokok pada Ramadan Bersifat Sementara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara</guid><pubDate>Rabu 01 Maret 2023 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara-CkY6JJRkDD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/01/320/2773411/wapres-fenomena-kenaikan-harga-bahan-pokok-pada-ramadan-bersifat-sementara-CkY6JJRkDD.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin memastikan fenomena kenaikan harga bahan pokok saat bulan Ramadan hanya bersifat sementara. Hal itu merespon keluhan masyarakat terkait kenaikan bahan pokok menjelang Ramadan kali ini.
&amp;ldquo;Kalau (kenaikan) harga itu, fenomenanya hanya karena Ramadan kemudian ada kenaikan, saya kira itu sifatnya sementara. Namun kalau yang sifatnya itu akibat kelangkaan itu sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah,&amp;rdquo; ujar Wapres di sela kunjungan kerjanya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/3/2023).
BACA JUGA:Kasus Rafael Alun Trisambodo, Wapres: Ini Peringatan bagi Pejabat Lain!

Wapres pun memastikan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan fenomena yang wajar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. &amp;ldquo;Biasanya memang menjelang Ramadan itu suka ada naik, tapi jangan sampai naiknya itu tentu melampaui kewajaran. Itu fenomena Ramadan seperti itu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wapres mengatakan kenaikan harga tersebut akibat adanya kurang pasokan namun permintaan masyarakat yang tinggi. &amp;ldquo;Bisa saja itu karena memang di suatu daerah kurang pasokan,&amp;rdquo; tuturnya.
BACA JUGA:Wapres: Jangan Sampai Kasus Rafael Alun Bikin Masyarakat Tak Mau Bayar Pajak

Lebih lanjut, Wapres menegaskan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok. &amp;ldquo;Nah ini sekarang sebenarnya oleh pemerintah sudah diantisipasi melalui upaya-upaya penanggulangan itu apa namanya inflasi ya,&quot; katanya.&amp;ldquo;Supaya di daerah itu kemudian tidak terjadi kenaikan karena kelangkaan dan kemudian mendatangkan dari daerah lain dan ongkos biaya transportasinya itu ditanggung oleh pemerintah daerah, itu dimana-mana sehingga tidak menambah harga, jadi harganya tetap seperti di daerah lain juga, sehingga tidak terjadi lonjakan harga. Itu sebenarnya yang sedang dilakukan oleh pemerintah,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin memastikan fenomena kenaikan harga bahan pokok saat bulan Ramadan hanya bersifat sementara. Hal itu merespon keluhan masyarakat terkait kenaikan bahan pokok menjelang Ramadan kali ini.
&amp;ldquo;Kalau (kenaikan) harga itu, fenomenanya hanya karena Ramadan kemudian ada kenaikan, saya kira itu sifatnya sementara. Namun kalau yang sifatnya itu akibat kelangkaan itu sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah,&amp;rdquo; ujar Wapres di sela kunjungan kerjanya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/3/2023).
BACA JUGA:Kasus Rafael Alun Trisambodo, Wapres: Ini Peringatan bagi Pejabat Lain!

Wapres pun memastikan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan fenomena yang wajar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. &amp;ldquo;Biasanya memang menjelang Ramadan itu suka ada naik, tapi jangan sampai naiknya itu tentu melampaui kewajaran. Itu fenomena Ramadan seperti itu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wapres mengatakan kenaikan harga tersebut akibat adanya kurang pasokan namun permintaan masyarakat yang tinggi. &amp;ldquo;Bisa saja itu karena memang di suatu daerah kurang pasokan,&amp;rdquo; tuturnya.
BACA JUGA:Wapres: Jangan Sampai Kasus Rafael Alun Bikin Masyarakat Tak Mau Bayar Pajak

Lebih lanjut, Wapres menegaskan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok. &amp;ldquo;Nah ini sekarang sebenarnya oleh pemerintah sudah diantisipasi melalui upaya-upaya penanggulangan itu apa namanya inflasi ya,&quot; katanya.&amp;ldquo;Supaya di daerah itu kemudian tidak terjadi kenaikan karena kelangkaan dan kemudian mendatangkan dari daerah lain dan ongkos biaya transportasinya itu ditanggung oleh pemerintah daerah, itu dimana-mana sehingga tidak menambah harga, jadi harganya tetap seperti di daerah lain juga, sehingga tidak terjadi lonjakan harga. Itu sebenarnya yang sedang dilakukan oleh pemerintah,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
