<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KCI Siapkan Rp4 Triliun Borong Kereta Inka</title><description>PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan Rp4 triliun untuk membeli kereta produksi PT INKA.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka"/><item><title>KCI Siapkan Rp4 Triliun Borong Kereta Inka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka</guid><pubDate>Rabu 01 Maret 2023 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka-ESdH0qTH9A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KCI siap borong kereta di INKA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/01/320/2773722/kci-siapkan-rp4-triliun-borong-kereta-inka-ESdH0qTH9A.jpg</image><title>KCI siap borong kereta di INKA (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan Rp4 triliun untuk membeli kereta produksi PT INKA. Saat ini KCI melakukan pengadaan kereta baru sebanyak 16 kereta produksi lokal melalui PT INKA.
Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba mengatakan, 16 trainset sudah dipesan dengan nilai kurang lebih Rp4 Triliun, bahkan kesepakatan awal Memorandum of Understanding (MoU) sejak tahun 2022 sudah ditandatangani.
BACA JUGA:10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI: Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama

&quot;Kereta ini akan dapat dioperasikan pada tahun 2025-2026,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/3/2023).
Anne mengatakan penambahan kereta tersebut diperuntukkan mengingat saat ini pihaknya melayani lebih dari 800 ribu pengguna per hari (Sebelum pendemi sudah dapat melayani 1,2 juta pengguna per hari). Dan diperkirakan akan terjadi penambahan sering berjalannya waktu.
BACA JUGA:MRT Segera Caplok Saham KCI, Kemenhub: Semua Masih Kajian 

Selain itu, KAI Commuter juga merencanakan pengadaan kereta bukan baru yakni untuk mengganti/me-replace kereta yang rencananya akan dikonservasi mulai tahun ini (2023) sebanyak 10 rangkaian dan 19 pada tahun 2024. Namun pengadaan tersebut terganjal oleh izin dari Kementerian Perindustrian.
Meski begitu, Anne mengatakan bahwa pengadaan tersebut merupakan pilihan utama pihaknya untuk menggantikan rangkaian kereta KRL yang akan dikonversikan tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNy8xLzE2MzQ0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Anne mengatakan, keputusan pemilihan tersebut didapatkan setelah  pihaknya melakukan Forum Group Discussion (FGD) terlebih dulu dengan  melibatkan para stakeholders baik dari Kementerian, Pengamat dan  komunitas pengguna commuterline.
&quot;Hasilnya, impor kereta bukan baru memang menjadi pilihan utama untuk menggantikan kereta-kereta yang dikonservasi,&quot; kata Anne.
Anne mengatakan bahwa ada pilihan lain selain impor kereta bekas dari  Jepang, yakni dengan melakukan upgrade teknologi, akan tetapi hal itu  membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan mengimpor kereta.
&quot;Hanya saja pilihan tersebut membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk  pengerjaannya. KAI Commuter juga sudah berdiskusi dengan PT INKA, Jepang  dan Spanyol terkait sharing upgrade teknologi ini,&quot; katanya</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan Rp4 triliun untuk membeli kereta produksi PT INKA. Saat ini KCI melakukan pengadaan kereta baru sebanyak 16 kereta produksi lokal melalui PT INKA.
Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba mengatakan, 16 trainset sudah dipesan dengan nilai kurang lebih Rp4 Triliun, bahkan kesepakatan awal Memorandum of Understanding (MoU) sejak tahun 2022 sudah ditandatangani.
BACA JUGA:10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI: Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama

&quot;Kereta ini akan dapat dioperasikan pada tahun 2025-2026,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/3/2023).
Anne mengatakan penambahan kereta tersebut diperuntukkan mengingat saat ini pihaknya melayani lebih dari 800 ribu pengguna per hari (Sebelum pendemi sudah dapat melayani 1,2 juta pengguna per hari). Dan diperkirakan akan terjadi penambahan sering berjalannya waktu.
BACA JUGA:MRT Segera Caplok Saham KCI, Kemenhub: Semua Masih Kajian 

Selain itu, KAI Commuter juga merencanakan pengadaan kereta bukan baru yakni untuk mengganti/me-replace kereta yang rencananya akan dikonservasi mulai tahun ini (2023) sebanyak 10 rangkaian dan 19 pada tahun 2024. Namun pengadaan tersebut terganjal oleh izin dari Kementerian Perindustrian.
Meski begitu, Anne mengatakan bahwa pengadaan tersebut merupakan pilihan utama pihaknya untuk menggantikan rangkaian kereta KRL yang akan dikonversikan tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNy8xLzE2MzQ0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Anne mengatakan, keputusan pemilihan tersebut didapatkan setelah  pihaknya melakukan Forum Group Discussion (FGD) terlebih dulu dengan  melibatkan para stakeholders baik dari Kementerian, Pengamat dan  komunitas pengguna commuterline.
&quot;Hasilnya, impor kereta bukan baru memang menjadi pilihan utama untuk menggantikan kereta-kereta yang dikonservasi,&quot; kata Anne.
Anne mengatakan bahwa ada pilihan lain selain impor kereta bekas dari  Jepang, yakni dengan melakukan upgrade teknologi, akan tetapi hal itu  membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan mengimpor kereta.
&quot;Hanya saja pilihan tersebut membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk  pengerjaannya. KAI Commuter juga sudah berdiskusi dengan PT INKA, Jepang  dan Spanyol terkait sharing upgrade teknologi ini,&quot; katanya</content:encoded></item></channel></rss>
