<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Apa yang Ditakuti Dunia saat Ini? Perubahan Iklim!</title><description>Jokowi menyatakan yang paling ditakuti dunia saat ini bukan lagi pandemi atau perang melainkan perubahan iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim"/><item><title>Presiden Jokowi: Apa yang Ditakuti Dunia saat Ini? Perubahan Iklim!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2023 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim-apONGmuBlo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/02/320/2773993/presiden-jokowi-apa-yang-ditakuti-dunia-saat-ini-perubahan-iklim-apONGmuBlo.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan yang paling ditakuti dunia saat ini bukan lagi pandemi atau perang melainkan perubahan iklim yang menyebabkan frekuensi bencana alam dunia naik drastis.
&quot;Apa yang ditakuti oleh dunia saat ini? Bukan lagi pandemi, bukan lagi perang, tetapi yang lebih mengerikan yang ditakuti semua negara adalah perubahan iklim. Dan perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya di acara Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

BACA JUGA:Groundbreaking PLTA Mentarang Rp40 Triliun, Jokowi: 7 Tahun Akan Selesai


Dia menyebut Indonesia menempati tiga negara teratas paling rawan bencana. Menurutnya, frekuensi bencana alam Indonesia naik 81 persen, dari tahun 2010 sebanyak 1.945 bencana, melompat menjadi 3.544 bencana di tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita ini tidak hanya urusan banjir, tidak hanya urusan gunung berapi yang meletus, bukan hanya urusan tanah longsor. Yang lebih sering gempa bumi dan bencana alam maupun non alam lainnya yang kita hadapi,&quot; tutur Jokowi.
BACA JUGA:Nelayan Curhat ke Jokowi soal Solar Subsidi

Maka itu Jokowi menekankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam.Dia menambahkan pengelolaan prabencana, tanggap darurat maupun pascabencana harus dilakukan dengan baik oleh semua pihak.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan yang paling ditakuti dunia saat ini bukan lagi pandemi atau perang melainkan perubahan iklim yang menyebabkan frekuensi bencana alam dunia naik drastis.
&quot;Apa yang ditakuti oleh dunia saat ini? Bukan lagi pandemi, bukan lagi perang, tetapi yang lebih mengerikan yang ditakuti semua negara adalah perubahan iklim. Dan perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya di acara Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

BACA JUGA:Groundbreaking PLTA Mentarang Rp40 Triliun, Jokowi: 7 Tahun Akan Selesai


Dia menyebut Indonesia menempati tiga negara teratas paling rawan bencana. Menurutnya, frekuensi bencana alam Indonesia naik 81 persen, dari tahun 2010 sebanyak 1.945 bencana, melompat menjadi 3.544 bencana di tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita ini tidak hanya urusan banjir, tidak hanya urusan gunung berapi yang meletus, bukan hanya urusan tanah longsor. Yang lebih sering gempa bumi dan bencana alam maupun non alam lainnya yang kita hadapi,&quot; tutur Jokowi.
BACA JUGA:Nelayan Curhat ke Jokowi soal Solar Subsidi

Maka itu Jokowi menekankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam.Dia menambahkan pengelolaan prabencana, tanggap darurat maupun pascabencana harus dilakukan dengan baik oleh semua pihak.</content:encoded></item></channel></rss>
