<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pak Bas Kirim Tim ke Turki Pelajari Pemicu Banyaknya Gedung Runtuh Akibat Gempa</title><description>Pak Bas mengirim tim untuk mempelajari penyebab banyaknya bangunan gedung yang runtuh akibat gempa bumi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa"/><item><title>Pak Bas Kirim Tim ke Turki Pelajari Pemicu Banyaknya Gedung Runtuh Akibat Gempa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2023 20:41 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa-9tXjgnN7z5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Basuki kirim Tim ke Turki (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/02/320/2774372/pak-bas-kirim-tim-ke-turki-pelajari-pemicu-banyaknya-gedung-runtuh-akibat-gempa-9tXjgnN7z5.jpg</image><title>Basuki kirim Tim ke Turki (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan mengirimkan tim ke Turki. Pak Bas mengirim tim untuk mempelajari penyebab banyaknya bangunan gedung yang runtuh akibat gempa bumi.
Tim yang akan dikirim terdiri dari tim Kementerian PUPR dan tim Persatuan Insinyur Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2023 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA:Usai Ramal Gempa Turki, Seismolog Ini Peringatkan Gempa Besar 8 SR Lebih Guncang Dunia Termasuk Indonesia

&quot;Kami dari Kementerian PUPR dan Persatuan Insinyur Indonesia akan mengirim tim ke Turki. bukan untuk mengirim ke bantuan kemanusiaan, tapi untuk mempelajari kenapa masifnya runtuhan gedung di sana,&quot; kata Basuki.
&quot;Walaupun dari BMKG sudah menyatakan ada adanya tiga sumber gempa yang terjadi sekaligus, namun dengan masifnya runtuhan bangunan itu mungkin ada sesuatu di dalamnya,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Pertemuan Mengharukan Kucing dan Pemiliknya yang Terpisah Akibat Gempa Turki

Basuki mengatakan, pengiriman tim tersebut merupakan upaya dari Kementerian PUPR untuk mengantisipasi adanya kerusakan akibat dari gempa. Hal itu karena gempa yang terjadi di Turki mempunyai kemiripan dengan kondisi tektonik dan sumber gempa yang ada di Indonesia.
&quot;Kami ingin mempelajari itu untuk bisa di dipakai di Indonesia,&quot; ujar Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMy8xLzE2MzE5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Basuki juga mengatakan pihaknya bersama Komite Keselamatan Bangunan  Gedung akan meningkatkan ketahanan konstruksi bangunan di wilayah rawan  gempa bumi.
&quot;Dengan langkah-langkah yakni pertama, melakukan evaluasi atau audit  berkala ketahanan konstruksi terhadap guncangan gempa,&quot; katanya.
Kedua, kata Basuki yaitu melakukan penguatan konstruksi pada bangunan  yang belum memenuhi standar. Ketiga, menerapkan standar bangunan tahan  gempa melalui mekanisme persetujuan bangunan gedung dan penerapan  building code secara konsisten.
&quot;Serta keempat yaitu menggalakkan pelatihan kepada pelaku pembangunan konstruksi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan mengirimkan tim ke Turki. Pak Bas mengirim tim untuk mempelajari penyebab banyaknya bangunan gedung yang runtuh akibat gempa bumi.
Tim yang akan dikirim terdiri dari tim Kementerian PUPR dan tim Persatuan Insinyur Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2023 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA:Usai Ramal Gempa Turki, Seismolog Ini Peringatkan Gempa Besar 8 SR Lebih Guncang Dunia Termasuk Indonesia

&quot;Kami dari Kementerian PUPR dan Persatuan Insinyur Indonesia akan mengirim tim ke Turki. bukan untuk mengirim ke bantuan kemanusiaan, tapi untuk mempelajari kenapa masifnya runtuhan gedung di sana,&quot; kata Basuki.
&quot;Walaupun dari BMKG sudah menyatakan ada adanya tiga sumber gempa yang terjadi sekaligus, namun dengan masifnya runtuhan bangunan itu mungkin ada sesuatu di dalamnya,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Pertemuan Mengharukan Kucing dan Pemiliknya yang Terpisah Akibat Gempa Turki

Basuki mengatakan, pengiriman tim tersebut merupakan upaya dari Kementerian PUPR untuk mengantisipasi adanya kerusakan akibat dari gempa. Hal itu karena gempa yang terjadi di Turki mempunyai kemiripan dengan kondisi tektonik dan sumber gempa yang ada di Indonesia.
&quot;Kami ingin mempelajari itu untuk bisa di dipakai di Indonesia,&quot; ujar Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMy8xLzE2MzE5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Basuki juga mengatakan pihaknya bersama Komite Keselamatan Bangunan  Gedung akan meningkatkan ketahanan konstruksi bangunan di wilayah rawan  gempa bumi.
&quot;Dengan langkah-langkah yakni pertama, melakukan evaluasi atau audit  berkala ketahanan konstruksi terhadap guncangan gempa,&quot; katanya.
Kedua, kata Basuki yaitu melakukan penguatan konstruksi pada bangunan  yang belum memenuhi standar. Ketiga, menerapkan standar bangunan tahan  gempa melalui mekanisme persetujuan bangunan gedung dan penerapan  building code secara konsisten.
&quot;Serta keempat yaitu menggalakkan pelatihan kepada pelaku pembangunan konstruksi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
