<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berdikari Pondasi (BDKR) Raup Laba Rp65,3 Miliar, Naik 130,2% di 2022</title><description>Emiten jasa konstruksi PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Jumat (3/3/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022"/><item><title>Berdikari Pondasi (BDKR) Raup Laba Rp65,3 Miliar, Naik 130,2% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022-ymT1JsKgnV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/278/2774586/berdikari-pondasi-bdkr-raup-laba-rp65-3-miliar-naik-130-2-di-2022-ymT1JsKgnV.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Emiten jasa konstruksi PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Jumat (3/3/2023). Menurut laporan, BDKR mencetak laba bersih senilai Rp65,32 miliar pada tahun 2022.

Realisasi itu meningkat 130,2% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp28,37 miliar. Ini tak terlepas dari pertumbuhan pendapatan BDKR sebesar 15,43% menjadi Rp477,12 miliar.

Sebagian besar pemasukan berasal dari jasa konstruksi dan sewa. Per Juli 2022, kontribusi jasa menyumbang pendapatan senilai Rp177,77 miliar, sedangkan sewa sebanyak Rp96,82 miliar.

&quot;Pertumbuhan laba dan pendapatan pada Juli 2022 disebabkan bertambahnya pendapatan proyek dan sewa,&quot; kata manajemen dalam laporan keuangan dikutip Keterbukaan Informasi BEI pagi ini.

Balance sheet BDKR di akhir tahun 2022 menunjukkan ada peningkatan aset 33,94% menjadi Rp1,11 triliun dari ujung 2021 senilai Rp833 miliar. Ini terjadi akibat kenaikan aset tidak lancar, ditambah nilai kewajiban pembayaran yang membengkak.

Liabilitas bertambah 65,78% menjadi Rp546,84 miliar, akibat adanya peningkatan pinjaman jangka pendek dan panjang. Sedangkan modal bersih (ekuitas) tumbuh 13,07% menjadi Rp569,08 miliar karena ada tambahan setoran modal.</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten jasa konstruksi PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Jumat (3/3/2023). Menurut laporan, BDKR mencetak laba bersih senilai Rp65,32 miliar pada tahun 2022.

Realisasi itu meningkat 130,2% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp28,37 miliar. Ini tak terlepas dari pertumbuhan pendapatan BDKR sebesar 15,43% menjadi Rp477,12 miliar.

Sebagian besar pemasukan berasal dari jasa konstruksi dan sewa. Per Juli 2022, kontribusi jasa menyumbang pendapatan senilai Rp177,77 miliar, sedangkan sewa sebanyak Rp96,82 miliar.

&quot;Pertumbuhan laba dan pendapatan pada Juli 2022 disebabkan bertambahnya pendapatan proyek dan sewa,&quot; kata manajemen dalam laporan keuangan dikutip Keterbukaan Informasi BEI pagi ini.

Balance sheet BDKR di akhir tahun 2022 menunjukkan ada peningkatan aset 33,94% menjadi Rp1,11 triliun dari ujung 2021 senilai Rp833 miliar. Ini terjadi akibat kenaikan aset tidak lancar, ditambah nilai kewajiban pembayaran yang membengkak.

Liabilitas bertambah 65,78% menjadi Rp546,84 miliar, akibat adanya peningkatan pinjaman jangka pendek dan panjang. Sedangkan modal bersih (ekuitas) tumbuh 13,07% menjadi Rp569,08 miliar karena ada tambahan setoran modal.</content:encoded></item></channel></rss>
