<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Buka-bukaan 3 Masalah Utama BUMN</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan ada tiga masalah utama dalam perusahaan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn"/><item><title>Erick Thohir Buka-bukaan 3 Masalah Utama BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn-cFl5ZtJBM7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir ungkap masalah utama di BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774716/erick-thohir-buka-bukaan-3-masalah-utama-bumn-cFl5ZtJBM7.jpg</image><title>Erick Thohir ungkap masalah utama di BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan ada tiga masalah utama dalam perusahaan negara. Perkara ini membuat bisnis perusahaan pelat merah cenderung stagnan alias tidak mengalami transformasi.
BACA JUGA:Erick Thohir: BUMN dalam Fase Pengembangan Bukan Lagi Penyehatan

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, masalah ini dia ketahui saat pertama kali dipercaya memimpin Kementerian BUMN pada 2019. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa Kementerian BUMN cenderung birokratis, BUMN terlalu besar dari segi jumlah sehingga membuat perusahaan tidak fokus, lalu tidak adanya satu nilai atau sistem yang mengikat.
&quot;Saya mengidentifikasikan ada tiga masalah utama di BUMN yakni organisasi, Kementerian (BUMN) yang cenderung birokratis, organisasi BUMN terlalu besar dan tidak fokus, serata tidak adanya satu nilai yang mengikat,&quot; ungkap Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya Malang, Jumat (3/2/2023).
BACA JUGA:Erick Thohir: Eternitas Transformasi BUMN Jadi Strategi Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru 

Usai mengungkapkan biang kerok stagnasi bisnis perseroan negara, Erick lantas merumuskan program utama yang disebut sebagai transformasi BUMN.
Untuk bisa merealisasikannya, dia menggunakan pendekatan operations strategy sebagai satu strategi untuk mengeksekusi program transformasi BUMN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS80LzE2MjkzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sebagai strategi terobosan untuk kebangkitan ekonomi baru, strategi  yang saya pilih adalah operations strategy, setelah memiliki strategi,&quot;  kata dia.
Tak sampai di situ, Erick lalu membenahi budaya dan struktur  kepemimpinan BUMN. Menurutnya, kepemimpinan menjadi poin utama dari  kemajuan perusahaan atau organisasi, khususnya kecerdasan dan ketepatan  pemimpin mengeksekusi sebuah misi.
&quot;Bagi saya banyak organisasi besar yang tidak mampu mencapai  tujuannya karena pemimpinnya gagal dalam melaksanakan eksekusi,&quot;  ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan ada tiga masalah utama dalam perusahaan negara. Perkara ini membuat bisnis perusahaan pelat merah cenderung stagnan alias tidak mengalami transformasi.
BACA JUGA:Erick Thohir: BUMN dalam Fase Pengembangan Bukan Lagi Penyehatan

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, masalah ini dia ketahui saat pertama kali dipercaya memimpin Kementerian BUMN pada 2019. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa Kementerian BUMN cenderung birokratis, BUMN terlalu besar dari segi jumlah sehingga membuat perusahaan tidak fokus, lalu tidak adanya satu nilai atau sistem yang mengikat.
&quot;Saya mengidentifikasikan ada tiga masalah utama di BUMN yakni organisasi, Kementerian (BUMN) yang cenderung birokratis, organisasi BUMN terlalu besar dan tidak fokus, serata tidak adanya satu nilai yang mengikat,&quot; ungkap Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya Malang, Jumat (3/2/2023).
BACA JUGA:Erick Thohir: Eternitas Transformasi BUMN Jadi Strategi Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru 

Usai mengungkapkan biang kerok stagnasi bisnis perseroan negara, Erick lantas merumuskan program utama yang disebut sebagai transformasi BUMN.
Untuk bisa merealisasikannya, dia menggunakan pendekatan operations strategy sebagai satu strategi untuk mengeksekusi program transformasi BUMN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS80LzE2MjkzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sebagai strategi terobosan untuk kebangkitan ekonomi baru, strategi  yang saya pilih adalah operations strategy, setelah memiliki strategi,&quot;  kata dia.
Tak sampai di situ, Erick lalu membenahi budaya dan struktur  kepemimpinan BUMN. Menurutnya, kepemimpinan menjadi poin utama dari  kemajuan perusahaan atau organisasi, khususnya kecerdasan dan ketepatan  pemimpin mengeksekusi sebuah misi.
&quot;Bagi saya banyak organisasi besar yang tidak mampu mencapai  tujuannya karena pemimpinnya gagal dalam melaksanakan eksekusi,&quot;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
