<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tumpuan Negara, Wapres: Industri Sawit bagi Ekonomi RI</title><description>Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini bahwa industri sawit masih akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri"/><item><title>Tumpuan Negara, Wapres: Industri Sawit bagi Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri-AUEwSPbxKi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774773/tumpuan-negara-wapres-industri-sawit-bagi-ekonomi-ri-AUEwSPbxKi.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini bahwa industri sawit masih akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional.
Menurutnya Industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022 mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Wapres Minta Perusahaan Sawit Besar Bisa Untungkan Petani
&amp;ldquo;Saat ini, industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara. Saya mempunyai keyakinan, industri sawit ke depan akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Wapres dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional ke-11 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Istana Wapres, Jumat (3/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wapres pun memprediksi permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar. Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
BACA JUGA:Pamer Gaya Hidup Mewah, Pejabat Bea Cukai Eko Darmanto Dicopot dari Jabatannya
Wapres meminta potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Lebih lanjut, sektor ini dapat diwujudkan lebih cepat melalui peran terbaik dari seluruh pemangku kepentingan, seperti anggota GAPKI sebagai pelaku usaha, perusahaan besar, ataupun kementerian atau lembaga terkait.Wapres pun menyatakan bahwa beberapa langkah strategis kepada pihak-pihak tersebut. &amp;ldquo;Supaya memperkuat jalur kemitraan antara petani dengan perusahaan besar, termasuk pada program Peremajaan Sawit Rakyat,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia menyebut, prinsip kemitraan yang didasari asas manfaat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan harus terus dipromosikan. &amp;ldquo;Kita tidak ingin produktivitas perkebunan saja yang meningkat, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat,&amp;rdquo; kata Wapres mengingatkan.
Wapres menegaskan, perlunya pendampingan dan bimbingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) lahan sawit rakyat.
&amp;ldquo;Langkah ini perlu ditempuh untuk ciptakan sistem usaha perkebunan kelapa sawit yang layak ekonomi, layak sosial budaya, dan juga ramah lingkungan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini bahwa industri sawit masih akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional.
Menurutnya Industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022 mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Wapres Minta Perusahaan Sawit Besar Bisa Untungkan Petani
&amp;ldquo;Saat ini, industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara. Saya mempunyai keyakinan, industri sawit ke depan akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Wapres dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional ke-11 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Istana Wapres, Jumat (3/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wapres pun memprediksi permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar. Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
BACA JUGA:Pamer Gaya Hidup Mewah, Pejabat Bea Cukai Eko Darmanto Dicopot dari Jabatannya
Wapres meminta potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Lebih lanjut, sektor ini dapat diwujudkan lebih cepat melalui peran terbaik dari seluruh pemangku kepentingan, seperti anggota GAPKI sebagai pelaku usaha, perusahaan besar, ataupun kementerian atau lembaga terkait.Wapres pun menyatakan bahwa beberapa langkah strategis kepada pihak-pihak tersebut. &amp;ldquo;Supaya memperkuat jalur kemitraan antara petani dengan perusahaan besar, termasuk pada program Peremajaan Sawit Rakyat,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia menyebut, prinsip kemitraan yang didasari asas manfaat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan harus terus dipromosikan. &amp;ldquo;Kita tidak ingin produktivitas perkebunan saja yang meningkat, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat,&amp;rdquo; kata Wapres mengingatkan.
Wapres menegaskan, perlunya pendampingan dan bimbingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) lahan sawit rakyat.
&amp;ldquo;Langkah ini perlu ditempuh untuk ciptakan sistem usaha perkebunan kelapa sawit yang layak ekonomi, layak sosial budaya, dan juga ramah lingkungan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
