<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PHK Massal Ratusan Karyawan, Ini Penjelasan Citigroup</title><description>Citigroup melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup"/><item><title>PHK Massal Ratusan Karyawan, Ini Penjelasan Citigroup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup-f1lo25wx6m.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Citigroup lakukan PHK massal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774777/phk-massal-ratusan-karyawan-ini-penjelasan-citigroup-f1lo25wx6m.jpeg</image><title>Citigroup lakukan PHK massal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Citigroup melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan. Salah satu divisi yang terdampak adalah investasi perbankan.
Dilansir melalui Bloomberg, pemotongan tersebut dilakukan terhadap kurang dari 1% dari 240.000 tenaga kerja Citigroup, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Karyawan di seluruh operasi perusahaan dan organisasi teknologi serta unit penjamin emisi hipotek Amerika Serikat juga termasuk di antara yang terdampak pemangkasan ini.
BACA JUGA:Tenaga Honorer Dihapus, MenpanRB Pastikan Tak Ada PHK

Pemangkasan dinilai sebagai bagian perencanaan bisnis yang normal pada lingkup Citigroup. Belum ada mandat luas bagi manajer untuk memangkas karyawan, sebaliknya, berbagai divisi bergulat dengan berbagai alasan pemotongan.
BACA JUGA:1 Juta Pekerja Kena PHK, Orang Ngutang di Pinjol Makin Banyak

&amp;ldquo;Kami secara aktif merekrut untuk mengeksekusi strategi kami, tetapi kami juga bergerak kembali ke tempat yang masuk akal mengingat lingkungan tempat kami berada,&amp;rdquo; ujar Chief Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari, dilansir Reuters (3/3/2023).
Pemangkasan ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah saingannya JPMorgan Chase memangkas ratusan staf hipotek. Goldman Sachs, pada bagiannya, memulai salah satu putaran PHK terbesarnya pada bulan Januari ketika berencana untuk menghilangkan ribuan posisi di seluruh perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal ini memang diprediksi akan terjadi, lantaran Citigroup telah  menghabiskan miliaran dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan  infrastruktur dasarnya di divisi teknologi . Chief Executive Officer  (CEO) Jane Fraser telah lama mengatakan investasi ini pada akhirnya akan  memungkinkan bank mengurangi ketergantungannya pada proses manual.
&amp;ldquo;Seiring dengan matangnya investasi kami dalam inisiatif transformasi  dan pengendalian, kami berharap dapat mewujudkan efisiensi karena  program-program tersebut bertransisi dari proses intensif secara manual  ke proses yang dimungkinkan oleh teknologi,&amp;rdquo; ujar CEO Fraser pada bulan  Januari dilansir Strait Times.
Sementara pada divisi investasi perbankan, yakni salah satu divisi  yang terdampak, perusahaan telah menghadapi perlambatan industri dalam  transaksi keuangan. Kelangkaan aktivitas memicu penurunan 53% pendapatan  dari bisnis di tahun lalu dan analis memperkirakan penurunan tambahan  di kuartal pertama.
Langkah Citigroup baru-baru ini di divisi hipoteknya terjadi setelah  bank tersebut telah memecat puluhan pekerja tahun lalu. Permintaan  hipotek telah turun dalam beberapa bulan terakhir di tengah kenaikan  harga dan kenaikan suku bunga hipotek yang cepat.
&amp;ldquo;Kami terus-menerus menyisir bakat dan memastikan kami mendapatkan  orang yang tepat dalam peran yang tepat, dan jika diperlukan untuk  melakukan restrukturisasi, kami juga melakukannya.&amp;rdquo; pungkas Chief  Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Citigroup melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan. Salah satu divisi yang terdampak adalah investasi perbankan.
Dilansir melalui Bloomberg, pemotongan tersebut dilakukan terhadap kurang dari 1% dari 240.000 tenaga kerja Citigroup, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Karyawan di seluruh operasi perusahaan dan organisasi teknologi serta unit penjamin emisi hipotek Amerika Serikat juga termasuk di antara yang terdampak pemangkasan ini.
BACA JUGA:Tenaga Honorer Dihapus, MenpanRB Pastikan Tak Ada PHK

Pemangkasan dinilai sebagai bagian perencanaan bisnis yang normal pada lingkup Citigroup. Belum ada mandat luas bagi manajer untuk memangkas karyawan, sebaliknya, berbagai divisi bergulat dengan berbagai alasan pemotongan.
BACA JUGA:1 Juta Pekerja Kena PHK, Orang Ngutang di Pinjol Makin Banyak

&amp;ldquo;Kami secara aktif merekrut untuk mengeksekusi strategi kami, tetapi kami juga bergerak kembali ke tempat yang masuk akal mengingat lingkungan tempat kami berada,&amp;rdquo; ujar Chief Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari, dilansir Reuters (3/3/2023).
Pemangkasan ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah saingannya JPMorgan Chase memangkas ratusan staf hipotek. Goldman Sachs, pada bagiannya, memulai salah satu putaran PHK terbesarnya pada bulan Januari ketika berencana untuk menghilangkan ribuan posisi di seluruh perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal ini memang diprediksi akan terjadi, lantaran Citigroup telah  menghabiskan miliaran dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan  infrastruktur dasarnya di divisi teknologi . Chief Executive Officer  (CEO) Jane Fraser telah lama mengatakan investasi ini pada akhirnya akan  memungkinkan bank mengurangi ketergantungannya pada proses manual.
&amp;ldquo;Seiring dengan matangnya investasi kami dalam inisiatif transformasi  dan pengendalian, kami berharap dapat mewujudkan efisiensi karena  program-program tersebut bertransisi dari proses intensif secara manual  ke proses yang dimungkinkan oleh teknologi,&amp;rdquo; ujar CEO Fraser pada bulan  Januari dilansir Strait Times.
Sementara pada divisi investasi perbankan, yakni salah satu divisi  yang terdampak, perusahaan telah menghadapi perlambatan industri dalam  transaksi keuangan. Kelangkaan aktivitas memicu penurunan 53% pendapatan  dari bisnis di tahun lalu dan analis memperkirakan penurunan tambahan  di kuartal pertama.
Langkah Citigroup baru-baru ini di divisi hipoteknya terjadi setelah  bank tersebut telah memecat puluhan pekerja tahun lalu. Permintaan  hipotek telah turun dalam beberapa bulan terakhir di tengah kenaikan  harga dan kenaikan suku bunga hipotek yang cepat.
&amp;ldquo;Kami terus-menerus menyisir bakat dan memastikan kami mendapatkan  orang yang tepat dalam peran yang tepat, dan jika diperlukan untuk  melakukan restrukturisasi, kami juga melakukannya.&amp;rdquo; pungkas Chief  Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari.</content:encoded></item></channel></rss>
