<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Minta Perusahaan Sawit Gandeng Pondok Pesantren</title><description>Wakil Presiden Maruf Amin minta perusahaan sawit gandeng pondok pesantren menjadi mitra.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren"/><item><title>Wapres Minta Perusahaan Sawit Gandeng Pondok Pesantren</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren-lcS6z4HUZ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres minta perusahaan sawit jadikan pesantren sebagai mitra (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774910/wapres-minta-perusahaan-sawit-gandeng-pondok-pesantren-lcS6z4HUZ1.jpg</image><title>Wapres minta perusahaan sawit jadikan pesantren sebagai mitra (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin minta perusahaan sawit gandeng pondok pesantren menjadi mitra. Hal ini dia ungkapkan saat membuka Musyarawah Nasional (Munas) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) IX, Jumat (3/3/2023).
Pada kesempatan tersebut Wapres menekankan, agar pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan lebih ditingkatkan. Misalnya, GAPKI dapat bekerja sama, membina, dan membimbing pondok pesantren dalam melahirkan santripreneur di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit.

BACA JUGA:
Wapres Ingin Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Sawit Meningkat


&amp;ldquo;Terdapat kurang lebih 34 ribu pondok pesantren di Indonesia dengan jumlah santri tidak kurang dari 4,76 juta orang,&quot; ujar Maruf Amin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/3/2023).
Wapres menjelaskan, ke depan industri kelapa sawit diyakini tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional, karena mendukung sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia. Diperkirakan, permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar.

BACA JUGA:
Tumpuan Negara, Wapres: Industri Sawit bagi Ekonomi RI


&quot;Sekitar 44,2% pesantren punya beragam potensi ekonomi, mulai dari pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan, maupun vokasional,&amp;rdquo; sambung Wapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja  yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung  maupun tidak langsung. Hal ini juga menguatkan upaya penurunan  pengangguran dengan jumlah serapan tenaga kerja yang besar.
Sekedar informasi, saat ini industri kelapa sawit menjadi salah satu  tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022  mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi  jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu menurut Wapres, potensi itu harus dimanfaatkan dengan  mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Salah satunya  dengan melakukan pembinaan untuk melahirkan regenerasi enterpreneur  utamanya dari kalangan santri.
&amp;ldquo;Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan,&quot; pungkas Wapres.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin minta perusahaan sawit gandeng pondok pesantren menjadi mitra. Hal ini dia ungkapkan saat membuka Musyarawah Nasional (Munas) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) IX, Jumat (3/3/2023).
Pada kesempatan tersebut Wapres menekankan, agar pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan lebih ditingkatkan. Misalnya, GAPKI dapat bekerja sama, membina, dan membimbing pondok pesantren dalam melahirkan santripreneur di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit.

BACA JUGA:
Wapres Ingin Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Sawit Meningkat


&amp;ldquo;Terdapat kurang lebih 34 ribu pondok pesantren di Indonesia dengan jumlah santri tidak kurang dari 4,76 juta orang,&quot; ujar Maruf Amin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/3/2023).
Wapres menjelaskan, ke depan industri kelapa sawit diyakini tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional, karena mendukung sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia. Diperkirakan, permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar.

BACA JUGA:
Tumpuan Negara, Wapres: Industri Sawit bagi Ekonomi RI


&quot;Sekitar 44,2% pesantren punya beragam potensi ekonomi, mulai dari pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan, maupun vokasional,&amp;rdquo; sambung Wapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja  yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung  maupun tidak langsung. Hal ini juga menguatkan upaya penurunan  pengangguran dengan jumlah serapan tenaga kerja yang besar.
Sekedar informasi, saat ini industri kelapa sawit menjadi salah satu  tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022  mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi  jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu menurut Wapres, potensi itu harus dimanfaatkan dengan  mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Salah satunya  dengan melakukan pembinaan untuk melahirkan regenerasi enterpreneur  utamanya dari kalangan santri.
&amp;ldquo;Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan,&quot; pungkas Wapres.</content:encoded></item></channel></rss>
