<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembahasan Impor Kereta Bekas Masih Alot</title><description>Pembahasan impor kereta bekas Jepang masih alot.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot"/><item><title>Pembahasan Impor Kereta Bekas Masih Alot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot-zrjzRizXiL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KCI impor kereta bekas 10 dari Jepang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774946/pembahasan-impor-kereta-bekas-masih-alot-zrjzRizXiL.jpg</image><title>KCI impor kereta bekas 10 dari Jepang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pembahasan impor kereta bekas Jepang masih alot. Kementerian Perhubungan mengungkap polemik impor KRL bekas dari Jepang yang saat ini belum menemukan titik terang.
Hal itu dikarenakan Kementerian Perindustrian belum memberikan rekomendasi izin kepada Kementerian Perdagangan terkait pengadaan barang impor tersebut.

BACA JUGA:
Polemik Impor Kereta Bekas Jepang, Menko Luhut Turun Tangan


Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan izin impor KRL tersebut akan ditentukan hari Senin pekan besok, 6 Januari mendatang oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
&quot;Jadinya hari Senin (kita rapat dengan Meki Marves),&quot; kata Adita saat ditemui MNC Portal di iNews Tower, Jumat (3/3/2023).

BACA JUGA:
10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI: Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama


Adita menjelaskan, impor KRL ini hanya bersifat sementara, sambil menunggu pengerjaan 16 trainset yang dilakukan oleh PT INKA yang rencananya bakal rampung pada tahun 2025 mendatang. Namun demikian menurut Adita, dalam masa transisi untuk menunggu kereta jadi itu tidak mungkin tidak ada penggantinya.
&quot;Intinya kami konsen untuk layanan KRL yang tidak boleh putus, itu ada 1 juta penumpang yang setiap hari harus dilayani,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8zMC80LzE1OTgyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sehingga jika tidak ada substitusi dari pengadaan KRL bekas dari  Jepang tersebut khawatirnya akan berdampak pada penumpukan penumpang  yang mengantre di stasiun. Karena kereta yang beroperasi akan semakin  sedikit.
&quot;Kita sudah pesan ke INKA tapi baru bisa selesai dalam kurun waktu  2-3 tahun, makannya kami memberikan rekomendasi teknis untuk bisa  dilakukan impor kereta bukan baru dari Jepang, tapi ini hanya solusi  sementara,&quot; kata Adita.
Menurutnya, kalaupun impor kereta bekas dari Jepang itu jadi, maka PT  KCI juga tidak bisa langsung menggunakannya. Sebab butuh beberapa  perbaikan yang akan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Proses reparasi tersebut yang dianggap bakal meningkat TDKN (Tingkat  Kompenen Dalam Negeri) meskipun pengadaannya berasal dari impor. Karena  beberpaa kompenen yang diganti diambil dari produsen dalam negeri.
&quot;Interiornya bisa diganti dengan yang kandungan lokal, AC, dan  hal-hal yang bisa menggunakan produk lokal, itu harus bisa di  implementasikan,&quot; kata Adita.
&quot;Pada prinsipnya kita memperhatikan keberlangsungan layanan, tidak boleh berhenti,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pembahasan impor kereta bekas Jepang masih alot. Kementerian Perhubungan mengungkap polemik impor KRL bekas dari Jepang yang saat ini belum menemukan titik terang.
Hal itu dikarenakan Kementerian Perindustrian belum memberikan rekomendasi izin kepada Kementerian Perdagangan terkait pengadaan barang impor tersebut.

BACA JUGA:
Polemik Impor Kereta Bekas Jepang, Menko Luhut Turun Tangan


Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan izin impor KRL tersebut akan ditentukan hari Senin pekan besok, 6 Januari mendatang oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
&quot;Jadinya hari Senin (kita rapat dengan Meki Marves),&quot; kata Adita saat ditemui MNC Portal di iNews Tower, Jumat (3/3/2023).

BACA JUGA:
10 Rangkaian KRL Pensiun Tahun Ini, KCI: Impor Kereta Bekas Jadi Pilihan Utama


Adita menjelaskan, impor KRL ini hanya bersifat sementara, sambil menunggu pengerjaan 16 trainset yang dilakukan oleh PT INKA yang rencananya bakal rampung pada tahun 2025 mendatang. Namun demikian menurut Adita, dalam masa transisi untuk menunggu kereta jadi itu tidak mungkin tidak ada penggantinya.
&quot;Intinya kami konsen untuk layanan KRL yang tidak boleh putus, itu ada 1 juta penumpang yang setiap hari harus dilayani,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8zMC80LzE1OTgyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sehingga jika tidak ada substitusi dari pengadaan KRL bekas dari  Jepang tersebut khawatirnya akan berdampak pada penumpukan penumpang  yang mengantre di stasiun. Karena kereta yang beroperasi akan semakin  sedikit.
&quot;Kita sudah pesan ke INKA tapi baru bisa selesai dalam kurun waktu  2-3 tahun, makannya kami memberikan rekomendasi teknis untuk bisa  dilakukan impor kereta bukan baru dari Jepang, tapi ini hanya solusi  sementara,&quot; kata Adita.
Menurutnya, kalaupun impor kereta bekas dari Jepang itu jadi, maka PT  KCI juga tidak bisa langsung menggunakannya. Sebab butuh beberapa  perbaikan yang akan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Proses reparasi tersebut yang dianggap bakal meningkat TDKN (Tingkat  Kompenen Dalam Negeri) meskipun pengadaannya berasal dari impor. Karena  beberpaa kompenen yang diganti diambil dari produsen dalam negeri.
&quot;Interiornya bisa diganti dengan yang kandungan lokal, AC, dan  hal-hal yang bisa menggunakan produk lokal, itu harus bisa di  implementasikan,&quot; kata Adita.
&quot;Pada prinsipnya kita memperhatikan keberlangsungan layanan, tidak boleh berhenti,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
