<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi Ketergantungan Dolar, Ketua Kadin Dorong Penggunaan LCS</title><description>Ketua Kadin Arsjad Rasjid mendorong penggunaan Local Currency Settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan dolar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs"/><item><title>Kurangi Ketergantungan Dolar, Ketua Kadin Dorong Penggunaan LCS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs-41TexAQnER.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kurangi ketergantungan dolar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774951/kurangi-ketergantungan-dolar-ketua-kadin-dorong-penggunaan-lcs-41TexAQnER.jpg</image><title>Kurangi ketergantungan dolar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Kadin Arsjad Rasjid mendorong penggunaan Local Currency Settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan dolar. Penggunaan LCS telah dianut oleh beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan China.
&quot;Dalam menghadapi volatilitas nilai tukar mata uang global seperti dolar dan euro, KADIN mendukung penggunaan LCS sebagai solusi alternatif. Kami telah melihat bagaimana LCS telah meningkatkan perdagangan bilateral, misalnya perdagangan kami dengan Jepang telah meningkat sepuluh kali lipat dari tahun 2020 hingga 2021 dari USD9,8 juta per bulan menjadi lebih dari USD100 juta setiap bulan,&quot; kata Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis, Jumat (3/3/2023).

BACA JUGA:
Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.235/USD


Dia menjelaskan, LCS memungkinkan bisnis dari negara mitra untuk menggunakan mata uang lokal atau mata uang penerima dalam proses pembayaran lintas batas.
&quot;Hal ini akan membuat proses pembayaran lebih efisien, memberikan natural hedging bagi bisnis untuk melindungi dari paparan risiko mata uang, mengurangi biaya transaksi melalui tarif langsung yang lebih efisien, dan memfasilitasi transfer lebih cepat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja AS


Lebih lanjut, Arsjad Rasjid juga menyatakan bahwa penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional lebih rasional bagi negara-negara, karena ketergantungan yang besar pada mata uang global utama akan mengikis nilai tunai mereka dengan proses beberapa konversi dan biaya bank.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melihat hal itu, KADIN melalui keketuaan ASEAN-BAC telah mendorong  konektivitas pembayaran regional melalui ASEAN-QR Code dengan landasan  LCS. Dengan begitu, pembayaran lintas negara dapat dilakukan melalui  unifikasi QR antar ASEAN dengan settlement menggunakan local currency  masing-masing.
Diharapkan, ASEAN QR Code mampu mendorong penggunaan LCS di masa  depan untuk meningkatkan perdagangan dan mengurangi paparan risiko dari  fluktuasi nilai tukar mata uang global.
Hingga kini, ASEAN Connectivity melalui ASEAN QR Cross Border Payment  telah dikerjasamakan antara 3 negara yaitu Thailand, Malaysia dan  Singapura.
Arsjad mengharapkan melalui kepemimpinan sektor bisnis di ASEAN-BAC  mampu mendorong policy reform serta implementasi di lebih banyak negara  ASEAN dan dialogue ASEAN partners lainnya untuk mendorong konektivitas  pembayaran.
&quot;Aktivitas perdagangan yang semakin efisien dan terdiversifikasi  melalui penggunaan LCS akan membantu meningkatkan daya saing bisnis  lokal dan meminimalkan dampak fluktuasi nilai tukar mata uang global  pada perekonomian Indonesia. KADIN dan ASEAN BAC Indonesia siap terus  mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan perdagangan internasional  Indonesia dan meminimalkan risiko dari fluktuasi nilai tukar mata uang  global,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Kadin Arsjad Rasjid mendorong penggunaan Local Currency Settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan dolar. Penggunaan LCS telah dianut oleh beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan China.
&quot;Dalam menghadapi volatilitas nilai tukar mata uang global seperti dolar dan euro, KADIN mendukung penggunaan LCS sebagai solusi alternatif. Kami telah melihat bagaimana LCS telah meningkatkan perdagangan bilateral, misalnya perdagangan kami dengan Jepang telah meningkat sepuluh kali lipat dari tahun 2020 hingga 2021 dari USD9,8 juta per bulan menjadi lebih dari USD100 juta setiap bulan,&quot; kata Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis, Jumat (3/3/2023).

BACA JUGA:
Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.235/USD


Dia menjelaskan, LCS memungkinkan bisnis dari negara mitra untuk menggunakan mata uang lokal atau mata uang penerima dalam proses pembayaran lintas batas.
&quot;Hal ini akan membuat proses pembayaran lebih efisien, memberikan natural hedging bagi bisnis untuk melindungi dari paparan risiko mata uang, mengurangi biaya transaksi melalui tarif langsung yang lebih efisien, dan memfasilitasi transfer lebih cepat,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja AS


Lebih lanjut, Arsjad Rasjid juga menyatakan bahwa penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional lebih rasional bagi negara-negara, karena ketergantungan yang besar pada mata uang global utama akan mengikis nilai tunai mereka dengan proses beberapa konversi dan biaya bank.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melihat hal itu, KADIN melalui keketuaan ASEAN-BAC telah mendorong  konektivitas pembayaran regional melalui ASEAN-QR Code dengan landasan  LCS. Dengan begitu, pembayaran lintas negara dapat dilakukan melalui  unifikasi QR antar ASEAN dengan settlement menggunakan local currency  masing-masing.
Diharapkan, ASEAN QR Code mampu mendorong penggunaan LCS di masa  depan untuk meningkatkan perdagangan dan mengurangi paparan risiko dari  fluktuasi nilai tukar mata uang global.
Hingga kini, ASEAN Connectivity melalui ASEAN QR Cross Border Payment  telah dikerjasamakan antara 3 negara yaitu Thailand, Malaysia dan  Singapura.
Arsjad mengharapkan melalui kepemimpinan sektor bisnis di ASEAN-BAC  mampu mendorong policy reform serta implementasi di lebih banyak negara  ASEAN dan dialogue ASEAN partners lainnya untuk mendorong konektivitas  pembayaran.
&quot;Aktivitas perdagangan yang semakin efisien dan terdiversifikasi  melalui penggunaan LCS akan membantu meningkatkan daya saing bisnis  lokal dan meminimalkan dampak fluktuasi nilai tukar mata uang global  pada perekonomian Indonesia. KADIN dan ASEAN BAC Indonesia siap terus  mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan perdagangan internasional  Indonesia dan meminimalkan risiko dari fluktuasi nilai tukar mata uang  global,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
