<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Horor! Truk Batu Bara di Jambi Bikin Macet Parah 22 Jam, Ini Kata Kementerian ESDM</title><description>Truk batu bara di Jambi memicu kemacetan parah hingga 22 jam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm"/><item><title>Horor! Truk Batu Bara di Jambi Bikin Macet Parah 22 Jam, Ini Kata Kementerian ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm</guid><pubDate>Jum'at 03 Maret 2023 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm-grO5FRqhzR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Macet parah di jambi karena truk batu bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/03/320/2774977/horor-truk-batu-bara-di-jambi-bikin-macet-parah-22-jam-ini-kata-kementerian-esdm-grO5FRqhzR.jpg</image><title>Macet parah di jambi karena truk batu bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Truk batu bara di Jambi memicu macet parah hingga 22 jam. Kementerian ESDM pun buka suara terkait kemacetan parah yang terjadi di ruas jalan nasional Sarolangun-Batanghari beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa Kementeriannya telah mendapatkan adanya laporan penyebab kecamatan karena banyaknya truk batu bara hilir mudik di ruas jalan raya tersebut.

BACA JUGA:
Macet di Jambi Tak Sudah-Sudah, Gubernur Setop Aktivitas Angkutan Batu Bara


Dia mengatakan bahwa seharusnya perusahaan batu bara lebih tertib dalam mengoperasikan truk-truknya yang melintasi jalan raya. Sehingga tidak ada insiden macet yang terlalu lama.
&quot;Sudah lama kita atur pada dasarnya memang perusahaan-perusahaan (tambang) harus lebih tertib saja dengan pengaturan jadwal dan jalur,&quot; katanya di Kantor Kemenko Marves, Jumat (3/3/3023).

BACA JUGA:
 Kondisi Kapolda Jambi Irjen Rusdi, Polri: Alhamdulillah Progres Banyak Perbaikan 


&quot;Selama ini kan begitu. Yang jalannya belum ada nih, supaya industri tetap jalan diatur jam operasional truk-truk. Kira-kira jangan jam siang-siang lah,&quot; tambahnya.
Ridwan juga meminta perusahaan tambang batu bara membangun jalan sendiri untuk mengangkut hasil produksinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi8xLzE2MzY1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pada dasarnya memang kewajibannya untuk lewat jalur sendiri.  Regulasinya begitu, regulasinya harus punya jalan sendiri,&quot; katanya.
Adapun saat ini, Gubernur Jambi Al Haris telah menghentikan aktivitas  angkutan batubara hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan itu  diambil, setelah dirinya mencermati terjadinya kemacetan di ruas jalan  nasional Sarolangun-Batanghari hingga 20 jam, sejak Rabu (1/3/2023)  malam hingga hari ini.
Bahkan, mobil ambulans yang mengangkut seorang jenazah di Kabupaten Sarolangun, Jambi harus terjebak macet.
&quot;Saya mengambil langkah-langkah, pertama kami mengimbau pada seluruh  pemegang IUP atau pengusaha tambang untuk sementara waktu tidak  mengadakan angkutan dari mulut tambang sampai ke jalan atau ke ruas  jalan nasional itu, untuk tidak menambah kemacetan yang terjadi,&quot; tandas  Gubernur, Kamis (2/3/2023).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Truk batu bara di Jambi memicu macet parah hingga 22 jam. Kementerian ESDM pun buka suara terkait kemacetan parah yang terjadi di ruas jalan nasional Sarolangun-Batanghari beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa Kementeriannya telah mendapatkan adanya laporan penyebab kecamatan karena banyaknya truk batu bara hilir mudik di ruas jalan raya tersebut.

BACA JUGA:
Macet di Jambi Tak Sudah-Sudah, Gubernur Setop Aktivitas Angkutan Batu Bara


Dia mengatakan bahwa seharusnya perusahaan batu bara lebih tertib dalam mengoperasikan truk-truknya yang melintasi jalan raya. Sehingga tidak ada insiden macet yang terlalu lama.
&quot;Sudah lama kita atur pada dasarnya memang perusahaan-perusahaan (tambang) harus lebih tertib saja dengan pengaturan jadwal dan jalur,&quot; katanya di Kantor Kemenko Marves, Jumat (3/3/3023).

BACA JUGA:
 Kondisi Kapolda Jambi Irjen Rusdi, Polri: Alhamdulillah Progres Banyak Perbaikan 


&quot;Selama ini kan begitu. Yang jalannya belum ada nih, supaya industri tetap jalan diatur jam operasional truk-truk. Kira-kira jangan jam siang-siang lah,&quot; tambahnya.
Ridwan juga meminta perusahaan tambang batu bara membangun jalan sendiri untuk mengangkut hasil produksinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi8xLzE2MzY1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pada dasarnya memang kewajibannya untuk lewat jalur sendiri.  Regulasinya begitu, regulasinya harus punya jalan sendiri,&quot; katanya.
Adapun saat ini, Gubernur Jambi Al Haris telah menghentikan aktivitas  angkutan batubara hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan itu  diambil, setelah dirinya mencermati terjadinya kemacetan di ruas jalan  nasional Sarolangun-Batanghari hingga 20 jam, sejak Rabu (1/3/2023)  malam hingga hari ini.
Bahkan, mobil ambulans yang mengangkut seorang jenazah di Kabupaten Sarolangun, Jambi harus terjebak macet.
&quot;Saya mengambil langkah-langkah, pertama kami mengimbau pada seluruh  pemegang IUP atau pengusaha tambang untuk sementara waktu tidak  mengadakan angkutan dari mulut tambang sampai ke jalan atau ke ruas  jalan nasional itu, untuk tidak menambah kemacetan yang terjadi,&quot; tandas  Gubernur, Kamis (2/3/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
