<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Inflasi Masih di Atas 5% Perjuangan Terus Berlanjut</title><description>Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen mengendalikan inflasi pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut"/><item><title>Gubernur BI: Inflasi Masih di Atas 5% Perjuangan Terus Berlanjut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut</guid><pubDate>Minggu 05 Maret 2023 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut-Dk6s5COLmj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia waspadai inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/05/320/2775769/gubernur-bi-inflasi-masih-di-atas-5-perjuangan-terus-berlanjut-Dk6s5COLmj.jpg</image><title>Bank Indonesia waspadai inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen mengendalikan inflasi pangan melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023. Indonesia masih harus waspadai mengenai ketahanan pangan secara khusus di bulan Ramadhan dan dalam menghadapi cuaca buruk yang bisa mengganggu produksi pangan.
&amp;ldquo;Kita optimis pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 4,5% hingga 5,3% asal bisa mendorong konsumsi pangan. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) kita di semester I masih di atas 5%, maka perjuangan masih terus berlanjut,&amp;rdquo; ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023 di Makassar, Minggu (5/3/2023).

BACA JUGA:
Gubernur BI: GNPIP Tekan Inflasi Pangan dari 11,4% Jadi 5,61%


Perry menambahkan, terdapat beberapa tantangan utama pengendalian inflasi ke depan, seperti kendala produksi dan distribusi, hilirisasi pangan, ketahanan pangan, dan digitalisasi pangan.

BACA JUGA:
Inflasi Februari 2023 Turun Jadi 0,16% 


Untuk mengatasi hal tersebut, Perry mengatakan pihaknya memiliki 7 program unggulan GNPIP, yakni optimalisasi pasar murah, penguatan ketahanan komoditas pangan strategis, peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana prasarana produksi, penguatan kerjasama antar daerah (KAD), fasilitasi distribusi pangan, penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi dan data pangan, serta penguatan koordinasi dan komunikasi.
&amp;ldquo;Kami juga akan melakukan penguatan GNPIP berdasarkan wilayah dan  fokus komoditas, seperti Kalimantan difokuskan untuk inovasi budidaya  pertanian dan kelancaran distribusi, Sumatera produktivitas, nilai  tambah dan KAD terintegrasi dan lain sebagainya,&amp;rdquo; paparnya.
Perry mengatakan, Bank Indonesia melalui 46 kantor perwakilan yang  tersebar di seluruh wilayah Indonesia juga akan turut bergerak dan  bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan program -  program yang disebutkan sebelumnya.
&amp;ldquo;Terdapat target yang ingin kami capai di 2023, seperti menciptakan  pasar murah di 4.683 titik, menciptakan 108 kerjasama antar daerah dan  lainnya. Sehingga bisa menurunkan inflasi pangan di Indonesia,&amp;rdquo;  pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen mengendalikan inflasi pangan melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023. Indonesia masih harus waspadai mengenai ketahanan pangan secara khusus di bulan Ramadhan dan dalam menghadapi cuaca buruk yang bisa mengganggu produksi pangan.
&amp;ldquo;Kita optimis pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 4,5% hingga 5,3% asal bisa mendorong konsumsi pangan. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) kita di semester I masih di atas 5%, maka perjuangan masih terus berlanjut,&amp;rdquo; ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023 di Makassar, Minggu (5/3/2023).

BACA JUGA:
Gubernur BI: GNPIP Tekan Inflasi Pangan dari 11,4% Jadi 5,61%


Perry menambahkan, terdapat beberapa tantangan utama pengendalian inflasi ke depan, seperti kendala produksi dan distribusi, hilirisasi pangan, ketahanan pangan, dan digitalisasi pangan.

BACA JUGA:
Inflasi Februari 2023 Turun Jadi 0,16% 


Untuk mengatasi hal tersebut, Perry mengatakan pihaknya memiliki 7 program unggulan GNPIP, yakni optimalisasi pasar murah, penguatan ketahanan komoditas pangan strategis, peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana prasarana produksi, penguatan kerjasama antar daerah (KAD), fasilitasi distribusi pangan, penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi dan data pangan, serta penguatan koordinasi dan komunikasi.
&amp;ldquo;Kami juga akan melakukan penguatan GNPIP berdasarkan wilayah dan  fokus komoditas, seperti Kalimantan difokuskan untuk inovasi budidaya  pertanian dan kelancaran distribusi, Sumatera produktivitas, nilai  tambah dan KAD terintegrasi dan lain sebagainya,&amp;rdquo; paparnya.
Perry mengatakan, Bank Indonesia melalui 46 kantor perwakilan yang  tersebar di seluruh wilayah Indonesia juga akan turut bergerak dan  bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan program -  program yang disebutkan sebelumnya.
&amp;ldquo;Terdapat target yang ingin kami capai di 2023, seperti menciptakan  pasar murah di 4.683 titik, menciptakan 108 kerjasama antar daerah dan  lainnya. Sehingga bisa menurunkan inflasi pangan di Indonesia,&amp;rdquo;  pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
