<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Ungkap Alasan ASEAN Jadi Episentrum Pertumbuhan</title><description>Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa sejumlah alasan mengapa ASEAN begitu berarti sebagai episentrum pertumbuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan"/><item><title>Gubernur BI Ungkap Alasan ASEAN Jadi Episentrum Pertumbuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan-G3hxkw8psQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776233/gubernur-bi-ungkap-alasan-asean-jadi-episentrum-pertumbuhan-G3hxkw8psQ.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa sejumlah alasan mengapa ASEAN begitu berarti sebagai episentrum pertumbuhan.
Menurutnya selama 3 tahun terakhir, ASEAN menjadi pusat pertumbuhan dan resiliensi ketika dunia dilanda pandemi Covid-19 dan berbagai gejolak.

BACA JUGA:
Ekonomi Bisa Tumbuh 5,1% Tahun Ini, Syaratnya?

&quot;Tahun lalu inflasi agak tinggi karena harga komoditas global, rantai pasok, dan pandemi Covid-19. Tahun lalu 6,3%, tapi tahun ini kami optimis ASEAN 5, inflasinya akan menurun ke 3,3% dan tahun depan di 3,2%,&quot; ujar Perry dalam High Level Seminar ASEAN Matters Epicentrum of Growth secara virtual di Jakarta, Senin (6/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyatakan bahwa, semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka semakin pesat juga upaya dalam upaya mengendalikan inflasi, baik stabilitas makroekonomi dan finansial.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Tumbuh 5,3%, Menko Airlangga: Berbagai Ketidakpastian Dapat Kita Dorong Jadi Optimisme

&quot;Mengapa? Karena ASEAN sangatlah disiplin. Kami disiplin dalam kebijakan moneter perbankan sentral,&quot; ungkap Perry.Bukan hanya menaikkan suku bunga dan menstabilisasi nilai tukar, ASEAN juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui akomodasi makroprudensial dan digitalisasi sistem pembayaran. Ini yang kemudian mendukung pertumbuhan ekonomi dan inklusi di kawasannya.
&quot;Kenapa ASEAN matters as the epicentrum growth? Karena kami secara konsisten melakukan reformasi struktural,&quot; tambahnya.
Dia menambahkan, ASEAN terus mereformasi perdagangan dan investasinya, sementara negara-negara lain melakukan fragmentasi, kebijakan pintu tertutup. Tetapi ASEAN, secara umum justru membuka pintu perdagangan dan investasinya.
&quot;Indonesia adalah salah satu contohnya. Di tengah-tengah terjadinya pandemi Covid-19, kami justru melakukan sejumlah reformasi struktural. Misalnya, kami menyusun UU Cipta Kerja, mengekspansi hubungan dagang dan investasi, juga melakukan hilirisasi, ini yang kemudian mendukung pertumbuhan ekonomi kami,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa sejumlah alasan mengapa ASEAN begitu berarti sebagai episentrum pertumbuhan.
Menurutnya selama 3 tahun terakhir, ASEAN menjadi pusat pertumbuhan dan resiliensi ketika dunia dilanda pandemi Covid-19 dan berbagai gejolak.

BACA JUGA:
Ekonomi Bisa Tumbuh 5,1% Tahun Ini, Syaratnya?

&quot;Tahun lalu inflasi agak tinggi karena harga komoditas global, rantai pasok, dan pandemi Covid-19. Tahun lalu 6,3%, tapi tahun ini kami optimis ASEAN 5, inflasinya akan menurun ke 3,3% dan tahun depan di 3,2%,&quot; ujar Perry dalam High Level Seminar ASEAN Matters Epicentrum of Growth secara virtual di Jakarta, Senin (6/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyatakan bahwa, semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka semakin pesat juga upaya dalam upaya mengendalikan inflasi, baik stabilitas makroekonomi dan finansial.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Tumbuh 5,3%, Menko Airlangga: Berbagai Ketidakpastian Dapat Kita Dorong Jadi Optimisme

&quot;Mengapa? Karena ASEAN sangatlah disiplin. Kami disiplin dalam kebijakan moneter perbankan sentral,&quot; ungkap Perry.Bukan hanya menaikkan suku bunga dan menstabilisasi nilai tukar, ASEAN juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui akomodasi makroprudensial dan digitalisasi sistem pembayaran. Ini yang kemudian mendukung pertumbuhan ekonomi dan inklusi di kawasannya.
&quot;Kenapa ASEAN matters as the epicentrum growth? Karena kami secara konsisten melakukan reformasi struktural,&quot; tambahnya.
Dia menambahkan, ASEAN terus mereformasi perdagangan dan investasinya, sementara negara-negara lain melakukan fragmentasi, kebijakan pintu tertutup. Tetapi ASEAN, secara umum justru membuka pintu perdagangan dan investasinya.
&quot;Indonesia adalah salah satu contohnya. Di tengah-tengah terjadinya pandemi Covid-19, kami justru melakukan sejumlah reformasi struktural. Misalnya, kami menyusun UU Cipta Kerja, mengekspansi hubungan dagang dan investasi, juga melakukan hilirisasi, ini yang kemudian mendukung pertumbuhan ekonomi kami,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
