<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Penyakit yang Paling Banyak Sedot Dana BPJS Kesehatan, Jantung Rp10,3 Triliun!</title><description>Pemerintah mencatat ada empat penyakit mematikan yang banyak menyedot dana BPJS Kesehatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun"/><item><title>4 Penyakit yang Paling Banyak Sedot Dana BPJS Kesehatan, Jantung Rp10,3 Triliun!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun-f24RA8fOG5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">4 Penyakit yang Paling Banyak Sedot Dana BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776257/4-penyakit-yang-paling-banyak-sedot-dana-bpjs-kesehatan-jantung-rp10-3-triliun-f24RA8fOG5.jpeg</image><title>4 Penyakit yang Paling Banyak Sedot Dana BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mencatat ada empat penyakit mematikan yang banyak menyedot dana BPJS Kesehatan. Di antaranya jantung, kanker, stroke dan gagal ginjal.
&quot;Ada empat penyakit dengan beban pembiayaan BPJS yang terbesar, yaitu jantung Rp10,3 triliun, kanker Rp3,5 triliun, stroke Rp2,5 triliun, dan gagal ginjal Rp2,3 triliun,&quot; kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam keterangannya yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (6/3/2023).
Baca Juga: BACA JUGA:

Ombudsman Soroti Kuota Layanan BPJS Kesehatan

Menurutnya, ada peningkatan penyerapan anggaran dari ke empat jenis penyakit tersebut meskipun jumlah kasusnya tidak terlalu tinggi.
&quot;Ada peningkatan pelayanan terhadap penyakit katastropik. Apa itu? penyakit berat yang fatality (kematian) tinggi, sekalipun insidensinya tidak terlalu tinggi,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BACA JUGA:

3 Fakta Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, 361 Rumah Sakit Uji Coba KRIS
Suharso menjelaskan, kanker jadi penyakit yang banyak diidap perempuan. Pihaknya pun telah mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan untuk membeli Mammografi, yang jadi salah satu cara deteksi dini kanker payudara.
&quot;Salah satu program misalnya yang diusulkan Bappenas ke Kemenkes, disepakati Kemenkes yaitu membelikan alat Mammografi sehingga ibu-ibu di seluruh Indonesia bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan yang lebih awal,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mencatat ada empat penyakit mematikan yang banyak menyedot dana BPJS Kesehatan. Di antaranya jantung, kanker, stroke dan gagal ginjal.
&quot;Ada empat penyakit dengan beban pembiayaan BPJS yang terbesar, yaitu jantung Rp10,3 triliun, kanker Rp3,5 triliun, stroke Rp2,5 triliun, dan gagal ginjal Rp2,3 triliun,&quot; kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam keterangannya yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (6/3/2023).
Baca Juga: BACA JUGA:

Ombudsman Soroti Kuota Layanan BPJS Kesehatan

Menurutnya, ada peningkatan penyerapan anggaran dari ke empat jenis penyakit tersebut meskipun jumlah kasusnya tidak terlalu tinggi.
&quot;Ada peningkatan pelayanan terhadap penyakit katastropik. Apa itu? penyakit berat yang fatality (kematian) tinggi, sekalipun insidensinya tidak terlalu tinggi,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BACA JUGA:

3 Fakta Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, 361 Rumah Sakit Uji Coba KRIS
Suharso menjelaskan, kanker jadi penyakit yang banyak diidap perempuan. Pihaknya pun telah mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan untuk membeli Mammografi, yang jadi salah satu cara deteksi dini kanker payudara.
&quot;Salah satu program misalnya yang diusulkan Bappenas ke Kemenkes, disepakati Kemenkes yaitu membelikan alat Mammografi sehingga ibu-ibu di seluruh Indonesia bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan yang lebih awal,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
