<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Cek Kereta Bekas Jepang yang Ingin Diimpor KCI, Umurnya Hampir 3 Dasawarsa   </title><description>Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa"/><item><title>DPR Cek Kereta Bekas Jepang yang Ingin Diimpor KCI, Umurnya Hampir 3 Dasawarsa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa-8CXY1qMWod.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR Cek Kualitas KRL yang Mau Diimpor KCI di Jepang. (Foto: Okezone.com/KRL)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776264/dpr-cek-kereta-bekas-jepang-yang-ingin-diimpor-kci-umurnya-hampir-3-dasawarsa-8CXY1qMWod.jpg</image><title>DPR Cek Kualitas KRL yang Mau Diimpor KCI di Jepang. (Foto: Okezone.com/KRL)</title></images><description>JAKARTA - Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang. Adapun agendanya mengecek tata kelola minyak dan gas Jepang dan sekaligus melihat kondisi kereta bekas 1994 yang ingin diimpor PT Kereta Cepat Indonesia (KCI).
&amp;ldquo;Iya betul (kunker), kami memang ada agenda kunjungan kerja ke Jepang dalam rangka meninjau tata kelola industri pengolahan mineral dan migas disana. Dan sekaligus ingin melihat secara langsung kondisi sebenarnya kereta bekas Jepang berusia hampir 3 dasawarsa yang membuat PT KCI ngotot untuk mengimpor barang tersebut,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi, Senin (6/3/2023).
Baca Juga: BACA JUGA:

Ini Tipe KRL Bekas dari Jepang yang Bakal Diimpor KCI

&amp;ldquo;Kebetulan agendanya pas lagi ke Jepang, ya sekalian aja melihat kereta bekas itu. Kita tidak ingin PT KCI gegabah dalam memilih alat transportasi untuk rakyat. Tragedi kecelakaan kereta Bintaro yang banyak memakan korban harus kita jadikan pengalaman berharga dalam pengelolahan transportasi kereta,&amp;rdquo; sambungnya.
Menurutnya, ketersediaan suku cadang juga perlu menjadi perhatian, karena kereta yang akan diimpor oleh PT. KCI adalah produksi tahun 1994. Sehingga, jangan sampai suku cadangnya membuka potensi penyimpangan biaya perawatan.
Baca Juga: BACA JUGA:

10 Rangkaian KRL Pensiun, Kereta Impor Jepang Penuhi Syarat

&amp;ldquo;Ketersediaan suku cadang harus juga menjadi perhatian, apalagi kereta yang mau di impor PT KCI itu buatan tahun 1994. Jangan sampai entar terjadi praktek penggunaan suku cadang kanibal, yang tidak ada price list harga sehingga membuka ruang untuk penyimpangan biaya perawatan,&amp;rdquo; terangnya.Bambang juga tidak ingin impor kereta bekas dari Jepang ini juga menimbulkan masalah hukum, karena pernah terjadi kasus korupsi hibah kereta api dari Jepang yang menimpa mantan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&quot;Berbagai pengalaman itulah yang seharusnya jadi pertimbangan,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;ldquo;Kebutuhan rakyat adalah utama, tapi jangan rakyat diberikan barang yang asal-asalan. Dan kami mendorong BPK RI untuk mengaudit secara menyeluruh terhadap PT KCI, guna mengetahui kebutuhan riilnya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang. Adapun agendanya mengecek tata kelola minyak dan gas Jepang dan sekaligus melihat kondisi kereta bekas 1994 yang ingin diimpor PT Kereta Cepat Indonesia (KCI).
&amp;ldquo;Iya betul (kunker), kami memang ada agenda kunjungan kerja ke Jepang dalam rangka meninjau tata kelola industri pengolahan mineral dan migas disana. Dan sekaligus ingin melihat secara langsung kondisi sebenarnya kereta bekas Jepang berusia hampir 3 dasawarsa yang membuat PT KCI ngotot untuk mengimpor barang tersebut,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi, Senin (6/3/2023).
Baca Juga: BACA JUGA:

Ini Tipe KRL Bekas dari Jepang yang Bakal Diimpor KCI

&amp;ldquo;Kebetulan agendanya pas lagi ke Jepang, ya sekalian aja melihat kereta bekas itu. Kita tidak ingin PT KCI gegabah dalam memilih alat transportasi untuk rakyat. Tragedi kecelakaan kereta Bintaro yang banyak memakan korban harus kita jadikan pengalaman berharga dalam pengelolahan transportasi kereta,&amp;rdquo; sambungnya.
Menurutnya, ketersediaan suku cadang juga perlu menjadi perhatian, karena kereta yang akan diimpor oleh PT. KCI adalah produksi tahun 1994. Sehingga, jangan sampai suku cadangnya membuka potensi penyimpangan biaya perawatan.
Baca Juga: BACA JUGA:

10 Rangkaian KRL Pensiun, Kereta Impor Jepang Penuhi Syarat

&amp;ldquo;Ketersediaan suku cadang harus juga menjadi perhatian, apalagi kereta yang mau di impor PT KCI itu buatan tahun 1994. Jangan sampai entar terjadi praktek penggunaan suku cadang kanibal, yang tidak ada price list harga sehingga membuka ruang untuk penyimpangan biaya perawatan,&amp;rdquo; terangnya.Bambang juga tidak ingin impor kereta bekas dari Jepang ini juga menimbulkan masalah hukum, karena pernah terjadi kasus korupsi hibah kereta api dari Jepang yang menimpa mantan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&quot;Berbagai pengalaman itulah yang seharusnya jadi pertimbangan,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;ldquo;Kebutuhan rakyat adalah utama, tapi jangan rakyat diberikan barang yang asal-asalan. Dan kami mendorong BPK RI untuk mengaudit secara menyeluruh terhadap PT KCI, guna mengetahui kebutuhan riilnya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
