<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditolak Kemenperin, Erick Thohir-Menhub Justru Dukung Impor Kereta Bekas Jepang</title><description>KAI ucap syukur ketika Menteri BUMN Erick Thohir mendukung rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL Commuter Line) bekas asal Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang"/><item><title>Ditolak Kemenperin, Erick Thohir-Menhub Justru Dukung Impor Kereta Bekas Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2023 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang-QJhS0bDBF0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">KRL. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/06/320/2776382/ditolak-kemenperin-erick-thohir-menhub-justru-dukung-impor-kereta-bekas-jepang-QJhS0bDBF0.JPG</image><title>KRL. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI ucap syukur ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL) bekas asal Jepang.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, memastikan dukungan serupa juga datang dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

&quot;KAI selaku operator kita ingin ada kesinambungan pelayanan gitu, maka kami sangat bersyukur ketika ini disupport oleh teman-teman dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan,&quot; ungkap Joni saat ditemui wartawan di Bandung, Senin (6/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polemik Impor Kereta Bekas Jepang, INKA Baru Bisa Produksi 3 Tahun Lagi

Namun, dukungan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan bertolak belakang dengan sikap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Manakala surat permohonan impor 10 KRL bekas asal Jepang yang diajukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) ditolak Kemenperin.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Joni sendiri tidak banyak berkomentar saat dimintai tanggapan terkait penolakan tersebut.

&quot;Silakan tanya ke Kemenperin,&quot; kata dia.


Erick sebelumnya mengungkapkan rencana impor 10 KRL bekas yang diajukan KCI merupakan langkah tepat.

Alasannya, produksi kereta dalam negeri masih sangat terbatas.

Menurutnya, ekosistem perkeretaapian harus dilihat berdasarkan permintaan penumpang dan kapasitas produksi.

Bila terjadi lonjakan penumpang, sementara produksi terbatas, maka perlu dicarikan alternatif terbaik.

Solusinya, lanjut Erick, harus bekerja sama dengan negara lain untuk memasok kereta yang dibutuhkan KCI.
Langkah itu sekaligus menekan ongkos logistik yang diyakini naik ketika terjadi kelangkaan kereta.

&quot;Kalau ternyata kapasitas kita itu tidak siap, kan tidak ada salahnya kita bekerjasama dengan negara lain untuk mencari solusi supaya ini bisa cepat tersedia, karena kenapa? Karena yang t</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI ucap syukur ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL) bekas asal Jepang.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, memastikan dukungan serupa juga datang dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

&quot;KAI selaku operator kita ingin ada kesinambungan pelayanan gitu, maka kami sangat bersyukur ketika ini disupport oleh teman-teman dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan,&quot; ungkap Joni saat ditemui wartawan di Bandung, Senin (6/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polemik Impor Kereta Bekas Jepang, INKA Baru Bisa Produksi 3 Tahun Lagi

Namun, dukungan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan bertolak belakang dengan sikap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Manakala surat permohonan impor 10 KRL bekas asal Jepang yang diajukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) ditolak Kemenperin.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Joni sendiri tidak banyak berkomentar saat dimintai tanggapan terkait penolakan tersebut.

&quot;Silakan tanya ke Kemenperin,&quot; kata dia.


Erick sebelumnya mengungkapkan rencana impor 10 KRL bekas yang diajukan KCI merupakan langkah tepat.

Alasannya, produksi kereta dalam negeri masih sangat terbatas.

Menurutnya, ekosistem perkeretaapian harus dilihat berdasarkan permintaan penumpang dan kapasitas produksi.

Bila terjadi lonjakan penumpang, sementara produksi terbatas, maka perlu dicarikan alternatif terbaik.

Solusinya, lanjut Erick, harus bekerja sama dengan negara lain untuk memasok kereta yang dibutuhkan KCI.
Langkah itu sekaligus menekan ongkos logistik yang diyakini naik ketika terjadi kelangkaan kereta.

&quot;Kalau ternyata kapasitas kita itu tidak siap, kan tidak ada salahnya kita bekerjasama dengan negara lain untuk mencari solusi supaya ini bisa cepat tersedia, karena kenapa? Karena yang t</content:encoded></item></channel></rss>
