<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres dan Gubernur Kyoto Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Perlindungan WNI</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin bertemu dengan Gubernur Kyoto Takatoshi Nishiwaki, di Kyoto Guest House, Rabu (8/3/2023).&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni"/><item><title>Wapres dan Gubernur Kyoto Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Perlindungan WNI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2023 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni-FKlqxheQ5R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres bertemu Gubernur Kyoto (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/08/320/2777484/wapres-dan-gubernur-kyoto-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-perlindungan-wni-FKlqxheQ5R.jpg</image><title>Wapres bertemu Gubernur Kyoto (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin bertemu dengan Gubernur Kyoto Takatoshi Nishiwaki, di Kyoto Guest House, Rabu (8/3/2023). Wapres mengungkapkan bahwa kedekatan Indonesia-Jepang tercermin dari banyaknya kerjasama yang dilakukan antara kedua negara, salah satunya kerjasama aktif Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Prefektur Kyoto sejak tahun 1985.

BACA JUGA:
Bertemu Kader NU di Kyoto, Wapres Dorong Penyebaran Islam Wasathiyah di Jepang

&amp;ldquo;Kerja sama Sister Province Yogyakarta dan Kyoto telah berjalan dengan baik melalui pertukaran budaya dan pendidikan,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam keterangannya.
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, melalui pertukaran ini, telah banyak masyarakat kedua negara yang mendapatkan pengalaman lintas negara.

BACA JUGA:
Wapres Minta 100 Ribu Muslim Indonesia di Jepang Diayomi Paham Moderat

&amp;ldquo;Ada lebih dari 1.300 masyarakat Indonesia tinggal di Kyoto, mayoritas pelajar dan pemagang,&amp;rdquo; paparnya.
Pada kesempatan ini, Wapres  juga mengungkapkan dua poin penting yang menjadi agenda utama kunjungan kerjanya ke Jepang kali ini. Pertama, yaitu upaya peningkatan kerja sama ekonomi.
&amp;ldquo;Indonesia juga siap menjadi mitra utama pengembangan bisnis halal di Kyoto,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengembangan bisnis halal ini, urai Wapres, dapat dilakukan di antaranya melalui kerja sama sertifikasi halal bagi produk-produk Jepang seperti makanan, minuman dan obat-obatan. Dia juga berharap, penguatan kerja sama ekonomi dapat diteruskan di sektor bisnis lainnya.
&amp;ldquo;Saya berharap kerjasama ini dapat terus diperkuat dengan sektor potensial lain, seperti perdagangan komoditi unggulan, pertanian atau ketahanan pangan,&amp;rdquo; tutur Wapres.
Kedua, terkait perlindungan WNI, Wapres mengapresiasi komitmen Pemerintah Prefektur Kyoto yang selama ini telah memberikan pelayanan dalam memastikan upaya perlindungan WNI di Kyoto.
&amp;ldquo;Saya berharap Pemerintah Prefektur Kyoto dapat terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang optimal dan prima kepada para WNI di luar negeri,&amp;rdquo; pungkas Wapres.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin bertemu dengan Gubernur Kyoto Takatoshi Nishiwaki, di Kyoto Guest House, Rabu (8/3/2023). Wapres mengungkapkan bahwa kedekatan Indonesia-Jepang tercermin dari banyaknya kerjasama yang dilakukan antara kedua negara, salah satunya kerjasama aktif Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Prefektur Kyoto sejak tahun 1985.

BACA JUGA:
Bertemu Kader NU di Kyoto, Wapres Dorong Penyebaran Islam Wasathiyah di Jepang

&amp;ldquo;Kerja sama Sister Province Yogyakarta dan Kyoto telah berjalan dengan baik melalui pertukaran budaya dan pendidikan,&amp;rdquo; ungkap Wapres dalam keterangannya.
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, melalui pertukaran ini, telah banyak masyarakat kedua negara yang mendapatkan pengalaman lintas negara.

BACA JUGA:
Wapres Minta 100 Ribu Muslim Indonesia di Jepang Diayomi Paham Moderat

&amp;ldquo;Ada lebih dari 1.300 masyarakat Indonesia tinggal di Kyoto, mayoritas pelajar dan pemagang,&amp;rdquo; paparnya.
Pada kesempatan ini, Wapres  juga mengungkapkan dua poin penting yang menjadi agenda utama kunjungan kerjanya ke Jepang kali ini. Pertama, yaitu upaya peningkatan kerja sama ekonomi.
&amp;ldquo;Indonesia juga siap menjadi mitra utama pengembangan bisnis halal di Kyoto,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengembangan bisnis halal ini, urai Wapres, dapat dilakukan di antaranya melalui kerja sama sertifikasi halal bagi produk-produk Jepang seperti makanan, minuman dan obat-obatan. Dia juga berharap, penguatan kerja sama ekonomi dapat diteruskan di sektor bisnis lainnya.
&amp;ldquo;Saya berharap kerjasama ini dapat terus diperkuat dengan sektor potensial lain, seperti perdagangan komoditi unggulan, pertanian atau ketahanan pangan,&amp;rdquo; tutur Wapres.
Kedua, terkait perlindungan WNI, Wapres mengapresiasi komitmen Pemerintah Prefektur Kyoto yang selama ini telah memberikan pelayanan dalam memastikan upaya perlindungan WNI di Kyoto.
&amp;ldquo;Saya berharap Pemerintah Prefektur Kyoto dapat terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang optimal dan prima kepada para WNI di luar negeri,&amp;rdquo; pungkas Wapres.</content:encoded></item></channel></rss>
