<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jreng! Selain Rafael Alun, Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu</title><description>Menko Polhukam Mahfud MD mengendus adanya transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu"/><item><title>Jreng! Selain Rafael Alun, Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2023 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu-VHqiA5gKG0.png" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/08/320/2777548/jreng-selain-rafael-alun-ada-transaksi-mencurigakan-rp300-triliun-di-kemenkeu-VHqiA5gKG0.png</image><title>Mahfud MD. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD mengendus adanya transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) senilai Rp300 triliun.

&quot;Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kemenkeu yang sebagian besar ada di DJP dan Bea Cukai,&quot; ujar Mahfud dalam konferensi pers di UGM, Rabu (8/3/2023).

Mahfud mengklaim saat ini data transaksi mencurigakan tersebut sudah dikantonginya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemenkeu Periksa 6 Perusahaan dan Konsultan Pajak Rafael Alun, Apa Hasilnya?

Selanjutnya Mahfud menyampaikan terlebih dahulu ke Kemenkeu dan PPAT untuk menganalisis lebih lanjut terkait temuannya tersebut.

&quot;Kenapa saya bicara kepada saudara (publik) kita kan tidak bisa sembunyi-sembunyi di era sekarang saya enggak ngomong itu juga bisa bocor keluar ya. Ini yang saya sampaikan tidak hoaks, ada datanya tertulis,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi8xLzE2MzgzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut dijelaskan, transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun itu diluar kasus transaksi yang saat ini tengah didalami yaitu kepemilikan harta Rafael Alun Trisambodo senilai Rp500 miliar.



&quot;Itu yang hari ini. Kemarin ada 69 orang dengan nilai hanya tidak sampai triliunan, hanya ratusan miliar. Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira Rp300 triliun itu, harus dilacak,&quot; pungkas Mahfud.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD mengendus adanya transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) senilai Rp300 triliun.

&quot;Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kemenkeu yang sebagian besar ada di DJP dan Bea Cukai,&quot; ujar Mahfud dalam konferensi pers di UGM, Rabu (8/3/2023).

Mahfud mengklaim saat ini data transaksi mencurigakan tersebut sudah dikantonginya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemenkeu Periksa 6 Perusahaan dan Konsultan Pajak Rafael Alun, Apa Hasilnya?

Selanjutnya Mahfud menyampaikan terlebih dahulu ke Kemenkeu dan PPAT untuk menganalisis lebih lanjut terkait temuannya tersebut.

&quot;Kenapa saya bicara kepada saudara (publik) kita kan tidak bisa sembunyi-sembunyi di era sekarang saya enggak ngomong itu juga bisa bocor keluar ya. Ini yang saya sampaikan tidak hoaks, ada datanya tertulis,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi8xLzE2MzgzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut dijelaskan, transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun itu diluar kasus transaksi yang saat ini tengah didalami yaitu kepemilikan harta Rafael Alun Trisambodo senilai Rp500 miliar.



&quot;Itu yang hari ini. Kemarin ada 69 orang dengan nilai hanya tidak sampai triliunan, hanya ratusan miliar. Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira Rp300 triliun itu, harus dilacak,&quot; pungkas Mahfud.</content:encoded></item></channel></rss>
