<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapi Longsor Natuna, Menko Luhut: Mari Kita Sama-Sama Jaga Lingkungan</title><description>Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat menjaga kelestarian alam agar tidak menimbulkan bencana alam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan"/><item><title>Tanggapi Longsor Natuna, Menko Luhut: Mari Kita Sama-Sama Jaga Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan</guid><pubDate>Kamis 09 Maret 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan-DETEnb5ymj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/09/320/2778162/tanggapi-longsor-natuna-menko-luhut-mari-kita-sama-sama-jaga-lingkungan-DETEnb5ymj.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat menjaga kelestarian alam agar tidak menimbulkan bencana alam seperti tanah longsor.
&amp;ldquo;Itu tanggungjawab kita bersama, tidak bisa hanya pemerintah. Kalau kamu potong kayu-kayu di sana, maka itu dia akibatnya. Begitu juga di tempat-tempat lainnya,&amp;rdquo; ujar Menko  Luhut, menanggapi kejadian bencana tanah longsor Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kamis (9/3/2023).

BACA JUGA:
Buntut Polemik Impor Kereta Bekas, Luhut Bakal Kirim BPKP ke Jepang

Menurutnya, bencana tanah longsor di Pulau Serasan itu memang karena faktor cuaca di Indonesia yang beberapa hari belakangan ini cukup buruk. Selain itu, kata dia, faktor lainnya adalah lingkungan, yang mana masih ada masyarakat yang menebang pohon-pohon secara sembarangan.



&amp;ldquo;Kami sangat sedih dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Natuna. Tapi itu kembali ke diri kita lagi, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Hasil Rapat Impor Kereta Bekas, Luhut: Tunggu Audit 10 Hari&amp;nbsp;

Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sehingga tidak ada lagi bencana-bencana lain di Indonesia.Diberitakan kejadian bencana longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, yang terjadi itu menimbulkan korban jiwa.
Dari data Tim Satgas Bencana Longsor Serasan melalui pusat informasi korban bencana tanah longsor merilis, sebanyak 33 orang belum ditemukan dalam pencarian yang sudah dilakukan selama tiga hari.
Sementara korban yang sudah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia berjumlah 21 orang. Sementara total jumlah pengungsi sebanyak 1.216 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat menjaga kelestarian alam agar tidak menimbulkan bencana alam seperti tanah longsor.
&amp;ldquo;Itu tanggungjawab kita bersama, tidak bisa hanya pemerintah. Kalau kamu potong kayu-kayu di sana, maka itu dia akibatnya. Begitu juga di tempat-tempat lainnya,&amp;rdquo; ujar Menko  Luhut, menanggapi kejadian bencana tanah longsor Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kamis (9/3/2023).

BACA JUGA:
Buntut Polemik Impor Kereta Bekas, Luhut Bakal Kirim BPKP ke Jepang

Menurutnya, bencana tanah longsor di Pulau Serasan itu memang karena faktor cuaca di Indonesia yang beberapa hari belakangan ini cukup buruk. Selain itu, kata dia, faktor lainnya adalah lingkungan, yang mana masih ada masyarakat yang menebang pohon-pohon secara sembarangan.



&amp;ldquo;Kami sangat sedih dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Natuna. Tapi itu kembali ke diri kita lagi, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Hasil Rapat Impor Kereta Bekas, Luhut: Tunggu Audit 10 Hari&amp;nbsp;

Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sehingga tidak ada lagi bencana-bencana lain di Indonesia.Diberitakan kejadian bencana longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, yang terjadi itu menimbulkan korban jiwa.
Dari data Tim Satgas Bencana Longsor Serasan melalui pusat informasi korban bencana tanah longsor merilis, sebanyak 33 orang belum ditemukan dalam pencarian yang sudah dilakukan selama tiga hari.
Sementara korban yang sudah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia berjumlah 21 orang. Sementara total jumlah pengungsi sebanyak 1.216 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
