<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Jepang Siap Bangun Center for Islamic Area Studies di Universitas Kyoto   </title><description>Indonesia dan Jepang berkomitmen akan membangun Center for Islamic Area Studies, di Symposium Hall, Kyoto University.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto"/><item><title>RI-Jepang Siap Bangun Center for Islamic Area Studies di Universitas Kyoto   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto</guid><pubDate>Kamis 09 Maret 2023 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto-DP3W738bPn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/09/470/2778009/ri-jepang-siap-bangun-center-for-islamic-area-studies-di-universitas-kyoto-DP3W738bPn.JPG</image><title>Wapres Maruf Amin. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Jepang berkomitmen akan membangun Center for Islamic Area Studies, di Symposium Hall, Kyoto University, Kyoto, Jepang.
Komitmen ini menjadi gong dari misi Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin selama lawatan lima hari ke Osaka dan Kyoto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garap Proyek Biometana, RI Gandeng 3 Perusahaan Gas Jepang

Bahkan, komitmen pembangunan Center for Islamic Area Studies atau Pusat Studi Islam oleh kedua negara ini pun telah resmi dibubuhkan melalui Letter of Intent (LoI) antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Kyoto University.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: RI Siap Jadi Mitra Utama Pengembangan Bisnis Halal di Kyoto

Wapres pun menegaskan bahwa ini salah satu bukti gerak cepat pemerintah dalam upaya membumikan ekonomi syariah, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke mancanegara.
Usai menyaksikan penandatanganan LoI tersebut, Wapres dan seluruh delegasi yang menyertai, kembali ke tanah air, Kamis (9/3/2023).
Sebelumnya, berbagai agenda terkait ekonomi syariah termasuk industri halal telah dilakukan Wapres selama lawatan di Negeri Sakura ini, di antaranya bertemu dengan Chairman Ezaki Glico, meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO) dan MIO halal market, dialog dengan pelaku usaha industri halal di Jepang, bertemu dengan Gubernur Kyoto, bertemu dengan President University, serta menyaksikan penandatanganan LoI antara KNEKS dan Kyoto University.


Sebagaimana yang disampaikan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, bahwa dalam setiap lawatan ke luar negeri, Wapres selalu mengangkat isu ekonomi dan keuangan syariah, termasuk membangun jaringan ekosistem halal.
&amp;ldquo;Wakil Presiden ini adalah tokoh yang dikenal secara nasional bahkan internasional sebagai tokoh yang menggagas tentang industri halal dan tokoh ekonomi syariah. Jadi dalam berbagai kesempatan Wapres sebagai tokoh yang dikenal di bidang itu, selalu dalam setiap kunjungannya ke berbagai negara digunakan untuk kepentingan jaringan hub halal dunia,&amp;rdquo; jelas Masduki.
Diketahui, Jepang bukanlah negara pertama yang dikunjungi Wapres dalam misi pengembangan ekonomi syariah. Sebelumnya, Wapres juga telah berkunjung ke Singapura, Persatuan Emirat Arab dan Mesir dengan membawa misi yang sama.
Bahkan di negara Jepang sendiri, sebelum Osaka dan Kyoto, Wapres telah membangun jejaring ekonomi syariah di Tokyo, yakni ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida pada saat menghadiri pemakaman PM Shinzo Abe beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Jepang berkomitmen akan membangun Center for Islamic Area Studies, di Symposium Hall, Kyoto University, Kyoto, Jepang.
Komitmen ini menjadi gong dari misi Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin selama lawatan lima hari ke Osaka dan Kyoto.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garap Proyek Biometana, RI Gandeng 3 Perusahaan Gas Jepang

Bahkan, komitmen pembangunan Center for Islamic Area Studies atau Pusat Studi Islam oleh kedua negara ini pun telah resmi dibubuhkan melalui Letter of Intent (LoI) antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Kyoto University.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: RI Siap Jadi Mitra Utama Pengembangan Bisnis Halal di Kyoto

Wapres pun menegaskan bahwa ini salah satu bukti gerak cepat pemerintah dalam upaya membumikan ekonomi syariah, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke mancanegara.
Usai menyaksikan penandatanganan LoI tersebut, Wapres dan seluruh delegasi yang menyertai, kembali ke tanah air, Kamis (9/3/2023).
Sebelumnya, berbagai agenda terkait ekonomi syariah termasuk industri halal telah dilakukan Wapres selama lawatan di Negeri Sakura ini, di antaranya bertemu dengan Chairman Ezaki Glico, meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO) dan MIO halal market, dialog dengan pelaku usaha industri halal di Jepang, bertemu dengan Gubernur Kyoto, bertemu dengan President University, serta menyaksikan penandatanganan LoI antara KNEKS dan Kyoto University.


Sebagaimana yang disampaikan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, bahwa dalam setiap lawatan ke luar negeri, Wapres selalu mengangkat isu ekonomi dan keuangan syariah, termasuk membangun jaringan ekosistem halal.
&amp;ldquo;Wakil Presiden ini adalah tokoh yang dikenal secara nasional bahkan internasional sebagai tokoh yang menggagas tentang industri halal dan tokoh ekonomi syariah. Jadi dalam berbagai kesempatan Wapres sebagai tokoh yang dikenal di bidang itu, selalu dalam setiap kunjungannya ke berbagai negara digunakan untuk kepentingan jaringan hub halal dunia,&amp;rdquo; jelas Masduki.
Diketahui, Jepang bukanlah negara pertama yang dikunjungi Wapres dalam misi pengembangan ekonomi syariah. Sebelumnya, Wapres juga telah berkunjung ke Singapura, Persatuan Emirat Arab dan Mesir dengan membawa misi yang sama.
Bahkan di negara Jepang sendiri, sebelum Osaka dan Kyoto, Wapres telah membangun jejaring ekonomi syariah di Tokyo, yakni ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida pada saat menghadiri pemakaman PM Shinzo Abe beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
