<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bakal Ubah Depo Pertamina Plumpang Jadi Pabrik Lubricant</title><description>Kementerian BUMN bakal mengubah Depo atau Terminal BBM Plumpang menjadi pabrik Lubricant.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant"/><item><title>Erick Thohir Bakal Ubah Depo Pertamina Plumpang Jadi Pabrik Lubricant</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant-45H1dhECJv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Depo Pertamina akan diubah menjadi pabrik lubricant (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2778707/erick-thohir-bakal-ubah-depo-pertamina-plumpang-jadi-pabrik-lubricant-45H1dhECJv.jpg</image><title>Depo Pertamina akan diubah menjadi pabrik lubricant (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN bakal mengubah Depo Pertamina Plumpang menjadi pabrik Lubricant. Mengingat kawasan Depo Plumpang secara legal milik PT Pertamina (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Depo Plumpang nantinya dikonversi menjadi ekosistem Lubricant, salah satu produknya berupa pelumas. Menurutnya, Lubricant jauh lebih aman lantaran tidak memerlukan pipa penyalur seperti BBM.

BACA JUGA:
Alasan Erick Thohir Copot Direktur Pertamina Imbas Kebakaran Depo Plumpang


&quot;Ada lubricant, oli yang memang tidak memerlukan pipa seperti BBM, mungkin lebih aman. Jadi apa? ekosistem untuk Lubricant bisa dikembangkan di situ,&quot; ungkap Erick saat ditemui di GBK, dikutip Jumat (10/3/2023).
Rencana konversi ini akan segera dibahas bersama Komisi VI DPR RI. Pertamina pun dijadwalkan akan bertemu dengan lembaga legislatif dalam waktu dekat ini.

BACA JUGA:
15 Jenazah Korban Kebakaran Depo Pertamina Berhasil Diidentifikasi, Berikut Daftarnya


&quot;Semua mesti ada hitungan bisnisnya, makanya Komisi VI akan memanggil Direksi Pertamina untuk memaparkan ini. Jadi jangan debat kusir yang tidak penting, pesan Presiden keselamatan rakyat harus diprioritaskan,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi8xLzE2Mzg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga 2024, Depo BBM di kawasan tersebut masih terus beroperasi.  Proses ini tetap berjalan hingga nantinya direlokasi ke tanah milik PT  Pelindo (Persero). Erick mengatakan persiapan lokasi baru akan dibangun.
&quot;Kalau pemindahan itu perlu waktu, Pelindo harus bikin tanahnya dulu,  itu mungkin baru 2024, lalu plumpang ditinggalkan? tidak,&quot; ucap dia.
Erick menjelaskan 152 hektare (ha) tanah di Plumpang merupakan aset  Pertamina. Namun, isu sengketa sudah mencuat sejak 1990-an antara  masyarakat dan BUMN di sektor minyak dan gas bumi itu (Migas).
Masalah itu pun belum tuntas hingga saat ini. Karena itu, Kementerian  BUMN memerlukan bantuan pemerintah DKI Jakarta agar bisa menuntaskan  perkara yang dimaksud.
&quot;Bahwa Plumpang kawasan tanah Pertamina, ada black and white-nya, 152  hektar. Tetapi sejak tahun 90-an itu tentu ada isu tanah antara  masyarakat dan Pertamina, yang itu perlu bantuan pemerintah daerah, gak  bisa Pertamina,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN bakal mengubah Depo Pertamina Plumpang menjadi pabrik Lubricant. Mengingat kawasan Depo Plumpang secara legal milik PT Pertamina (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Depo Plumpang nantinya dikonversi menjadi ekosistem Lubricant, salah satu produknya berupa pelumas. Menurutnya, Lubricant jauh lebih aman lantaran tidak memerlukan pipa penyalur seperti BBM.

BACA JUGA:
Alasan Erick Thohir Copot Direktur Pertamina Imbas Kebakaran Depo Plumpang


&quot;Ada lubricant, oli yang memang tidak memerlukan pipa seperti BBM, mungkin lebih aman. Jadi apa? ekosistem untuk Lubricant bisa dikembangkan di situ,&quot; ungkap Erick saat ditemui di GBK, dikutip Jumat (10/3/2023).
Rencana konversi ini akan segera dibahas bersama Komisi VI DPR RI. Pertamina pun dijadwalkan akan bertemu dengan lembaga legislatif dalam waktu dekat ini.

BACA JUGA:
15 Jenazah Korban Kebakaran Depo Pertamina Berhasil Diidentifikasi, Berikut Daftarnya


&quot;Semua mesti ada hitungan bisnisnya, makanya Komisi VI akan memanggil Direksi Pertamina untuk memaparkan ini. Jadi jangan debat kusir yang tidak penting, pesan Presiden keselamatan rakyat harus diprioritaskan,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi8xLzE2Mzg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga 2024, Depo BBM di kawasan tersebut masih terus beroperasi.  Proses ini tetap berjalan hingga nantinya direlokasi ke tanah milik PT  Pelindo (Persero). Erick mengatakan persiapan lokasi baru akan dibangun.
&quot;Kalau pemindahan itu perlu waktu, Pelindo harus bikin tanahnya dulu,  itu mungkin baru 2024, lalu plumpang ditinggalkan? tidak,&quot; ucap dia.
Erick menjelaskan 152 hektare (ha) tanah di Plumpang merupakan aset  Pertamina. Namun, isu sengketa sudah mencuat sejak 1990-an antara  masyarakat dan BUMN di sektor minyak dan gas bumi itu (Migas).
Masalah itu pun belum tuntas hingga saat ini. Karena itu, Kementerian  BUMN memerlukan bantuan pemerintah DKI Jakarta agar bisa menuntaskan  perkara yang dimaksud.
&quot;Bahwa Plumpang kawasan tanah Pertamina, ada black and white-nya, 152  hektar. Tetapi sejak tahun 90-an itu tentu ada isu tanah antara  masyarakat dan Pertamina, yang itu perlu bantuan pemerintah daerah, gak  bisa Pertamina,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
