<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Saya Kaget Masih Banyak yang Antre Lapor SPT</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget banyak wajib pajak yang antre untuk menyampaikan SPT di kantor pajak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt"/><item><title>Jokowi: Saya Kaget Masih Banyak yang Antre Lapor SPT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt-aK5aBdRZ9K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi kaget lapor SPT masih antre (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2778761/jokowi-saya-kaget-masih-banyak-yang-antre-lapor-spt-aK5aBdRZ9K.jpg</image><title>Jokowi kaget lapor SPT masih antre (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget banyak wajib pajak yang antre untuk menyampaikan SPT di kantor pajak. Padahal pelaporan SPT kini bisa dilakukan secara online.

BACA JUGA:
Minta Masyarakat Lapor SPT Pajak, Jokowi: Saya Sudah


&amp;ldquo;Saya kaget, yang antre masih banyak padahal kan kita bisa e-Filing dari rumah, online dari rumah, ternyata memang WP&amp;mdash;wajib pajak&amp;mdash;ingin memastikan yang diisi itu betul, kadang-kadang kurang yakin kemudian ke sini ditanyakan baru dibayar,&amp;rdquo; ucap Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/3/2023).
Kemarin, Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Adapun kunjungannya ke sana adalah untuk mengecek secara langsung kegiatan penyampaian SPT Tahunan 2022 oleh masyarakat.

BACA JUGA:
Cek Pelaporan SPT Tahunan, Jokowi: Kok Masih Antre? Kita Bisa E-Filing dari Rumah


Jokowi menyebut, hingga tanggal 9 Maret 2023, sebanyak 6,6 juta wajib pajak telah menyampaikan SPT. Dia menilai angka tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,4 juta dalam periode waktu yang sama.
&amp;ldquo;Lalu ini sudah 6,6 (juta), artinya ada kenaikan masyarakat yang menyampaikan SPT lebih awal, masyarakat semangat semuanya untuk menyampaikan SPT, ini yang saya senang,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya sendiri juga sudah menyampaikan SPT lewat e-Filing hari Senin yang lalu,&amp;rdquo; lanjut Jokowi.
Dia mengimbau kepada seluruh wajib pajak agar dapat segera  menyampaikan SPT hingga tanggal 31 Maret 2023. Kepala Negara menyebut  bahwa penerimaan negara dari pajak nantinya akan digunakan untuk  mendorong pembangunan Tanah Air.
&amp;ldquo;Penerimaan negara dari pajak kita harapkan bisa nanti kita pakai  untuk subsidi BBM, subsidi listrik, subsidi pupuk, untuk dana desa,  untuk bantuan sosial, untuk membangun jalan, untuk membangun pelabuhan,  untuk memperbaiki jalan, itu semuanya dari penerimaan pajak yang kita  dapatkan,&amp;rdquo; tegas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget banyak wajib pajak yang antre untuk menyampaikan SPT di kantor pajak. Padahal pelaporan SPT kini bisa dilakukan secara online.

BACA JUGA:
Minta Masyarakat Lapor SPT Pajak, Jokowi: Saya Sudah


&amp;ldquo;Saya kaget, yang antre masih banyak padahal kan kita bisa e-Filing dari rumah, online dari rumah, ternyata memang WP&amp;mdash;wajib pajak&amp;mdash;ingin memastikan yang diisi itu betul, kadang-kadang kurang yakin kemudian ke sini ditanyakan baru dibayar,&amp;rdquo; ucap Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/3/2023).
Kemarin, Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Adapun kunjungannya ke sana adalah untuk mengecek secara langsung kegiatan penyampaian SPT Tahunan 2022 oleh masyarakat.

BACA JUGA:
Cek Pelaporan SPT Tahunan, Jokowi: Kok Masih Antre? Kita Bisa E-Filing dari Rumah


Jokowi menyebut, hingga tanggal 9 Maret 2023, sebanyak 6,6 juta wajib pajak telah menyampaikan SPT. Dia menilai angka tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,4 juta dalam periode waktu yang sama.
&amp;ldquo;Lalu ini sudah 6,6 (juta), artinya ada kenaikan masyarakat yang menyampaikan SPT lebih awal, masyarakat semangat semuanya untuk menyampaikan SPT, ini yang saya senang,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Saya sendiri juga sudah menyampaikan SPT lewat e-Filing hari Senin yang lalu,&amp;rdquo; lanjut Jokowi.
Dia mengimbau kepada seluruh wajib pajak agar dapat segera  menyampaikan SPT hingga tanggal 31 Maret 2023. Kepala Negara menyebut  bahwa penerimaan negara dari pajak nantinya akan digunakan untuk  mendorong pembangunan Tanah Air.
&amp;ldquo;Penerimaan negara dari pajak kita harapkan bisa nanti kita pakai  untuk subsidi BBM, subsidi listrik, subsidi pupuk, untuk dana desa,  untuk bantuan sosial, untuk membangun jalan, untuk membangun pelabuhan,  untuk memperbaiki jalan, itu semuanya dari penerimaan pajak yang kita  dapatkan,&amp;rdquo; tegas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
